Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Budaya
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Faisal Basri, “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terseok”
 

Berita Terbaru

  • Festival Budaya Arab & Islam 2012
  • Invasi Barat ke Tanah Arab Munculkan Sekulerisme
  • KSH International Education Exhibition 2012
  • Talk Show Hak Cipta “Ciptaku Bukan Ciptamu”
  • Bantu Identifikasi Korban Sukhoi SJ100, Ahli Forensik Unpad Bergabung dengan Tim DVI Polri

Faisal Basri, “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terseok”

Laporan oleh: Ratih Anbarini

[Unpad.ac.id, 18/11] Perjalanan selama sepuluh tahun pascakrisis, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih terseok-seok. Hal tersebut dibuktikan dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk, investasi sektor riil yang menurun, dan daya saing yang terus merosot. Kondisi tersebut menyebabkan kesejahteraan masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan.

Faisal Basri (Foto: Tedi Yusup)

Faisal Basri (Foto: Tedi Yusup)

Demikian diungkapkan ekonom Faisal Basri dalam Bedah Buku “Lanskap Ekonomi Indonesia: Kajian dan Renungan Terhadap Masalah-Masalah Struktural, Transformasi Baru dan Prospek Perekonomian Indonesia”, Rabu (18/11) di Bale Rumawat Padjadjaran, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung. Gelaran tersebut dihadiri Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Unpad, Dr. H. Sulaeman Rachman Midar, SE., dan puluhan mahasiswa ekonomi.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi Indonesia yang terdiri atas banyak pulau menyebabkan tidak ada satu pun negara yang dapat dicontoh dalam penerapan ekonominya. “Indonesia dengan 17.000 pulau yang terpisah-pisah membuat kita harus menciptakan suatu tatanan ekonomi yang mampu mengintegerasikan seluruhnya,” ujar Faisal seraya mengajak mahasiswa yang hadir untuk mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintah saat ini.

Dosen Universitas Indonesia ini menilai bahwa selama satu dekade pascakrisis, ketahanan ekonomi nasional masih sangat rapuh dan mayoritas penduduk belum sejahtera. “Ini diperlihatkan dari tingkat pengangguran yang masih tinggi, kemiskinan yang masih memprihatinkan, dan ketimpangan antara si kaya dan si miskin yang cenderung memburuk,” jelas Faisal.

Ia membandingkan kondisi sektor industri manufaktur non-migas sebelum krisis yang mencapai 12 persen atau dua kali lipat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, saat krisis menghantam,  Indonesia hingga saat ini masih belum sanggup pulih, bahkan cenderung terus merosot. “Saat ini sektor industri manufaktur non-migas kita hanya sekitar 1,5 persen. Sementara PDB kita 4,6 persen. Sejak krisis sektor ini terus berada di bawah PDB dan akan terus begitu, jika pemerintah tidak membuat terobosan,” ungkap Faisal.

Bahkan, menurut Faisal, di sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja formal itu, terancam terjadi deindustrialisasi dini, yaitu melempem sebelum mencapai titik optimal yang pada batas normal ada di ambang 28 hingga 30 persen. “Nyatanya, kita sudah mulai turun pada level 20 persen. Itu artinya kita belum sempat mencapai titik optimal,” lanjut Faisal.

Untuk menjawab permasalahan itu, melalui buku setebal 622 halaman tersebut, ia menawarkan empat prioritas perubahan yang perlu segera dilakukan pemerintah. Keempat hal tersebut adalah pembangunan sumber daya manusia, harmonisasi sektor tradables dan non-tradables demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan seimbang, pembenahan infrastruktur, dan optimalisasi sumber dana.

Menurutnya, potensi Indonesia melalui pajak masih sangat besar, apabila masyarakat sadar terhadap pentingnya pajak untuk pembangunan Indonesia. “Pajak kita hanya 12 persen dari PDB. Ini sangat jauh dengan Swedia yang pajaknya mencapai 51,3 persen dari PDB,” ujar Faisal. (eh)*

Sebelumnya

  • Mahasiswa Peternakan Berwirausaha Jual Hewan Kurban
  • Risiko Osteoporosis Dapat Terjadi pada Siapa Saja
  • Mahasiswa FH Gali Pengalaman Alumni di Next Generation

Sesudahnya

  • Invasi Barat ke Tanah Arab Munculkan Sekulerisme
  • Bantu Identifikasi Korban Sukhoi SJ100, Ahli Forensik Unpad Bergabung dengan Tim DVI Polri
  • Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad Gelar Perlombaan Vokal Grup Jaipongan se-Jawa Barat

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube