Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Siti Widharetno Mursalin, Wisudawan dengan IPK Tertinggi
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 24/11] Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada pelaksanaan Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2009-2010 tidak menjadikan Siti Widharetno Mursalin (21) atau akrab dipanggil Wiwit ini merasa puas diri. Wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini mengaku ingin segera meneruskan pendidikan S-2 di bidang ilmu yang sama karena ketertarikannya sebagai dosen.
“Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi seorang pengajar. Saya melihat sosok ibu saya yang bekerja di sektor pendidikan,” ungkap Wiwit saat berkunjung ke Ruang Website Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (24/11). Wiwit yang didampingi kedua orang tuanya menuturkan bahwa profesi sebagai pengajar sudah mulai ditekuninya sejak lulus kuliah pada sebuah bimbingan belajar.
Saat disebut namanya oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Padjadjaran Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2009/2010 Sesi II, anak sulung dari pasangan Salim dan Muryati ini mengaku cukup bangga. Tidak menunda-nunda waktu dalam mengerjakan tugas dan melakukan kegiatan lain merupakan faktor kunci dirinya mampu mengantongi IPK 3,90.
“Saya orangnya tidak pernah bisa santai. Tidak seperti teman-teman saya yang masih saja bisa bersikap santai dengan tugas-tugas kuliah. Saya baru bisa santai ketika semua tugas sudah selesai dikerjakan,” tutur perempuan kelahiran Trenggalek ini.
Ibunda Wiwit, Muryati (47) juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi yang diraih putrinya tersebut. “Orang tua hanya bisa mendoakan karena semua kembali lagi pada Wiwit. Tentunya dengan prestasi ini kami bersyukur kepada Allah dan semoga selalu diberikan yang terbaik pada Wiwit,” kata Muryati.
Meski saat masih menjadi mahasiswa, Wiwit aktif dalam Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISIP dan Himpunan Mahasiswa Jurusan, namun ia mengaku mampu membagi waktu antara kuliah dengan kegiatan organisasi. “Saya mengedepankan prioritas yang harus dilakukan lebih dulu. Misalnya menjelang ujian, kegiatan organisasi padat. Tetap saja yang saya dahulukan adalah kuliah. Begitu juga sebaliknya, ketika kuliah tidak terlalu sibuk, maka prioritas saya adalah kegiatan organisasi,” jelas Wiwit yang pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Fakultas tahun 2008.
Saat ini, Wiwit telah diterima sebagai tenaga pengajar di Universitas Sanggabuana. Penyuka novel ini mengaku akan menjalani aktivitasnya itu sambil mengumpulkan biaya untuk kuliah program pascasarjana. Ia juga sedang mencari beasiswa untuk meraih gelar master bidang ilmu yang ditekuninya sejak duduk di bangku kuliah sarjana, Administrasi Negara. “Doakan saja semoga berhasil,” pungkas Wiwit sambil tersenyum. (eh)*



