Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Sastra
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Bob Howart Terkesan dengan Kebebasan Pers di Indonesia
 

Berita Terbaru

  • Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad
  • Tiga Wisudawan Lulus S-1 Dalam Waktu 3 Tahun 3 Bulan
  • Lowongan Kerja PT Guna Teguh Abadi Construction
  • Aktif di Organisasi Kemahasiswaan, Gina Ratnasari Raih IPK 3,95
  • Lowongan Guru Bintang Pelajar Institute

Bob Howart Terkesan dengan Kebebasan Pers di Indonesia

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 25/11] Bob Howart, seorang jurnalis asal Australia yang kini sedang menjadi dosen tamu di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, mengaku sangat terkesan dengan kebebasan dan aktifnya pers Indonesia dalam menyampaikan suatu berita. Dia menilai, fotografer media massa di Indonesia sangat bebas memotret apa saja.

Bob Howart (Foto: Tedi Yusup)

Bob Howart (Foto: Tedi Yusup)

“Disini, para fotografer sangat bebas memotret apa saja, termasuk anak-anak. Di Australia, kami memiliki aturan yang ketat perihal foto jurnalistik, terutama berkaitan dengan anak-anak. Para fotografer disana setidaknya harus mendapat ijin dari orang tua atau guru anak-anak tersebut, tidak bisa sembarangan memotret anak-anak karena bisa dianggap sindikat pedofili,” ujar Bob saat berkunjung ke ruang Website Unpad di Gedung Rektorat Lama Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, belum lama ini.

Bob Howart menjadi dosen tamu di Fikom Unpad selama 6 minggu untuk mengajar bebepara mata kuliah pada jurusan Ilmu Jurnalistik dan Ilmu Hubungan Masyarakat. Selama mengajar di Fikom, Bob memberikan materi berkaitan dengan etika jurnalistik, manajemen media serta tata letak dan desain berita. Ia mengajar setiap hari di berbagai kelas dan di berbagai angkatan. “Saya lebih banyak mengajar berdasarkan pengalaman-pengalaman saya selama menjadi jurnalis,” tutur Bob yang tergabung dalam Australian Business Volunteers (ABV).

Bob melihat apa yang diajarkan oleh Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad sangat sesuai dengan apa yang dibutuhkan di dunia kerja. “Kurikulum disini sudah bagus, cukup up to date, kemampuan mahasiswanya pun cukup baik. Saya tidak sungkan untuk merekomendasikan mahasiswa Unpad bila ada media Australia yang tertarik,” tutur jurnalis senior yang masih aktif menulis di media lokal Australia.

Lelaki paruh baya itu memiliki pengalaman yang cukup lama di dunia jurnalistik. Sepanjang karirnya selama 30 tahun, ia telah berkelana ke berbagai negara menjadi seorang jurnalis dan dosen tamu. Tercatat beberapa negara seperti Australia, London, Hong Kong, Papua Nugini,Timor Timor, Kepulauan Solomon, Fiji  dan Gambia di Afrika pernah disinggahinya.

Sebagai seorang jurnalis, dia memiliki beragam spesialisasi berkaitan dengan dunia pers.  Tidak hanya itu, ia juga mahir berbahasa Tok Pigin (bahasa Papua Nugini) dan bahasa Cina-Kanton. “Saya senang belajar bahasa, terutama asal muasal kata. Selama di Indonesia, saya sedikit-sedikit belajar bahasa Indonesia dan bahasa Sunda,” tutur pria yang gemar makanan pedas ini.

Menurut pengakuannya, kunjungan ke Bandung ini merupakan yang pertama kalinya. Walaupun ia pernah mengunjungi Bali, tapi dia begitu terkesan dengan Bandung. Tidak hanya dengan suasana kota yang cukup menyenangkan, potensi pariwisatanya pun sangat menarik. “Bandung perlu promosi lebih banyak lagi. Buat saya, Bandung tidak hanya Parisj Van Java, tapi Parisj Van Asia,” tutur teacher fellow di Bond University Australia ini.

Selama di Bandung, ia juga mengunjungi berbagai tempat wisata. Bob juga berkesempatan mengikuti field trip ke Karst Citatah, bersama rombongan Fakultas Teknik Geologi Unpad. Ia mengakui, pengalamannya tersebut sangat berkesan sekaligus miris karena melihat pemandangan perbukitan batu gamping Citatah yang sangat indah namun rusak akibat eksploitasi yang berlebihan dari penambang kapur disana.

Di akhir pembicaraan ia menyampaikan pesannya kepada para mahasiswa jurnalistik yang akan menjadi jurnalis di masa depan. Menurutnya, seorang jurnalis yang baik harus rajin membaca dan mengikuti perkembangan berita dari media massa, baik media cetak maupun internet. “Namun, perlu diingat, anda harus melakukan double check untuk mengetahui kebenaran berita tersebut. Jangan mudah percaya, dan selau bersikap kritis,”pungkasnya. (eh)*

Sebelumnya

  • P3AI Unpad Kembali Gelar Pelatihan Pekerti dan Pendekatan Terapan
  • Siti Widharetno Mursalin, Wisudawan dengan IPK Tertinggi
  • PSM Unpad Juara I Lomba Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Nasional 2009

Sesudahnya

  • Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad
  • Tiga Wisudawan Lulus S-1 Dalam Waktu 3 Tahun 3 Bulan
  • Aktif di Organisasi Kemahasiswaan, Gina Ratnasari Raih IPK 3,95

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube