OOTrad Merupakan Pesta Kita Semua

04 Desember 2009

Laporan oleh: Ratih Anbarini

[Unpad.ac.id, 4/12] Olimpiade Olah Raga Tradisional (OOTrad) yang akan berlangsung Sabtu (5/12) merupakan pesta seluruh sivitas akademika Unpad. Hal tersebut ditegaskan Koordinator Lapangan OOTrad, Kundrat Hidayat, M.Sc. seperti mengutip penyataan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Untuk itu, meski jumlah peserta yang dikirimkan setiap unit kerja dan fakultas berbeda-beda, kesepuluh jenis perlombaan yang akan dipertandingkan tetap akan dilaksanakan.

“Dari data yang kami peroleh, setiap unit kerja dan fakultas tidak seragam dalam mengirimkan delegasinya. Ada yang mengirimkan tiga orang, namun ada juga yang hanya satu orang. Untuk itu, kami sepakat bahwa setiap orang hanya boleh mengikuti satu jenis perlombaan saja,” tegas Kundrat saat memberikan pengarahan dalam Technical Meeting OOTrad di Ruang Sidang Pleno, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Jumat (4/12).

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan peraturan yang ada, apabila jumlah minimal peserta tidak terpenuhi, maka jenis perlombaan tersebut akan ditiadakan. “Bila demikian, maka kesan pestanya menjadi tidak ada. Jadi, tetap akan kita selenggarakan semua jenis perlombaan yang ada. Ini seperti apa yang disampaikan oleh Rektor bahwa OOTrad merupakan pesta kita semua,” jelas Kundrat.

Sementara itu, Penanggung Jawab Lomba, Marsetyo mengatakan bahwa peserta yang telah mendaftar sebanyak 927 orang, terdiri atas 27 unit kerja dan fakultas di lingkungan Unpad serta satu dari kalangan masyarakat umum. Namun, peserta yang mendaftar tersebut mayoritas mengikuti lebih dari satu jenis perlombaan. “Kami memutuskan bahwa setiap orang hanya boleh mengikuti satu jenis perlombaan saja. Untuk itu kami mohon kepada setiap unit kerja untuk merevisi daftar nama peserta yang akan mengikuti perlombaan,” ujar Marsetyo.

Ia mengatakan bahwa tahun ini OOTrad menggelar sepuluh jenis perlombaan, yaitu Egrang, Nanggung Suluh, Nyuhun Jukut, Manggul Jukut, Ngagandong Boboko, Manggul Beas, Badminton Toktak, Panah Tradisional (7 meter), Sumpit (5 meter), dan Katepel (10 meter). Marsetyo menambahkan bahwa peserta diimbau untuk menggunakan pakaian tradisional Sunda untuk membuat kesan acara semakin tradisional.

Dijelaskan pula oleh Marsetyo bahwa pertandingan terbagi atas tiga babak, yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final. Ia mengungkapkan bahwa apabila dalam babak penyisihan dan semifinal, peserta yang finish di urutan satu dan dua memiliki catatan waktu yang sama, maka kedua orang ini akan diikutkan pada tahap berikutnya.

“Sementara apabila kasus ini terjadi pada babak final, maka keduanya akan bermain ulang. Oleh karena itu, pemenang hanya ada tiga orang, yaitu Juara I, Juara II, dan Juara III,” ujar Marsetyo.

OOTrad tahun ini merupakan pelaksanaan kedua kalinya dalam rangka peringatan Dies Natalis Unpad. Tahun lalu, kegiatan ini digelar pada 1 November 2008 dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. (eh)*

Foto-foto oleh Dadan T.