Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Sastra
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Tahun 2009 Dikti Alokasikan Hampir Rp 1 Triliun untuk Beasiswa Dosen
 

Berita Terbaru

  • Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad
  • Tiga Wisudawan Lulus S-1 Dalam Waktu 3 Tahun 3 Bulan
  • Lowongan Kerja PT Guna Teguh Abadi Construction
  • Aktif di Organisasi Kemahasiswaan, Gina Ratnasari Raih IPK 3,95
  • Lowongan Guru Bintang Pelajar Institute

Tahun 2009 Dikti Alokasikan Hampir Rp 1 Triliun untuk Beasiswa Dosen

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 16/12] Sebagai salah satu universitas terbesar di Jawa Barat, Unpad memiliki potensi dan kontribusi yang besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Untuk itu, Unpad harus memiliki kompetensi sumber daya manusia yang baik sebagai bekal menuju world class university.

Prof. Dr. Fasli Djalal, PhD (Foto: Tedi Yusup)

Prof. Dr. Fasli Djalal, PhD (Foto: Tedi Yusup)

Direktur Jenderal (Dirjen)Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Prof. Dr. Fasli Jalal Ph.D., dalam seminar yang berjudul “Peningkatan Kulaitas Sumber Daya Manusia di Unpad melalui Beasiswa” di Bale Rumawat Padjadjaran, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (16/12), menjelaskan bahwa Unpad perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Unpad harus memberikan kesejahteraan yang baik bagi para dosennya. Dengan demikian, para dosen dapat fokus pada tugas utamanya mengajar. Universitas membutuhkan dosen yang memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam tugasnya,” jelasnya.

Selain itu, para dosen juga dapat meningkatkan kompetensinya dengan cara melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui berbagai program beasiswa. “Berkaitan dengan program beasiswa untuk dosen, Dikti telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk menyekolahkan para dosen baik untuk jenjang S-2 maupun S-3. Untuk tahun 2009, Dikti mengalokasikan sekira Rp 997 miliar untuk membiayai sekira 21 ribu dosen, baik di universitas dalam maupun luar negeri,” jelas Prof. Fasli.

Tidak hanya itu, Unpad perlu menciptakan iklim akademis yang baik. Dengan terciptanya iklim akademis yang baik, hal ini dapat merangsang para dosen menghasilkan penelitian dan karya ilmiah yang baik. “Selama ini dosen-dosen kita memiliki kelemahan dalam penulisan artikel ilmiah. Tidak heran Indonesia hanya memiliki 0,8 judul artikel per satu juta penduduk. Nilai ini jauh sekali dengan Malaysia (21,3) dan India (12),” tutur Prof. Fasli.

Menanggapi pemaparan Dirjen Dikti tersebut, Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia menjelaskan bahwa Unpad telah melakukan berbagai upaya sesuai dengan yang diarahkan Dikti. Dalam masalah kesejahteraan, Unpad telah memberi subsidi laptop bagi para dosen, membantu biaya kuliah para dosen yang sedang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, memberikan uang transportasi berdasarkan kehadiran, memberikan insentif penulisan artikel di jurnal ilmiah dan koran bagi dosen dan mahasiswa.

Selain itu, untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di Unpad, khususnya bagi dosen, Unpad telah mengirimkan beberapa dosen untuk melanjutkan jenjang kuliahnya ke S-2 dan S-3, meningkatkan indeks sitasi, paten dan Hak Kekayaan Intelektual sebagai bagian dari Indikator Kunci Kinerja.

Untuk mahasiswa, Unpad bekerja sama dengan berbagai instansi memberikan beasiswa baik untuk mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Unpad juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan memberikan bantuan modal untuk berwirausaha. “Kami pun melakukan restrukturisasi pegawai agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” jelas Prof. Ganjar.

Pada seminar yang dipandu oleh dosen Fisip Unpad, Viani Puspitasari S.Ip., MM., hadir pula Direktur Ancora Foundation sebagai lembaga penyedia beasiswa, Titus Wahyu Dewanto. Titus menyampaikan bahwa lembaganya sangat peduli dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Jangan sampai Indonesia sebagai negara yang besar, tapi memiliki sumber daya manusia yang rendah kulaitasnya,” jelas Titus.

Sedangkan Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Unpad, Handarto Ph.D., yang hadir saat itu, menjelaskan strategi pengembangan sumber daya di Unpad. “Kami mengembangkan SDM yang kami miliki ini tidak hanya untuk dosen saja, tetapi juga termasuk para tenaga kependidikan dan mahasiswa. Untuk para dosen dan tenaga kependidikan kami menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pembinaan agar dapat memberikan pelayan akademis yang lebih baik,” jelas Handarto.

Acara seminar ini merupakan bagian dari rangkaian acara Unpad Job & Scholarship Expo 2009 yang diselenggarakan oleh Unpad dan Ika Unpad Komda Bandung. Expo ini masih akan berlangsung hingga besok, Kamis (17/12) bertempat di Grha Sanusi Harjadinata, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, menghadirkan puluhan perusahaan ternama dan lembaga penyedia beasiswa dalam dan luar negeri. (eh)*

Sebelumnya

  • Unpad Job & Scholarship Expo Diserbu Pengunjung
  • Besok, Unpad Job & Scholarship Expo Dibuka
  • SMUP Pascasarjana Gelombang II Telah Diumumkan

Sesudahnya

  • Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad
  • Tiga Wisudawan Lulus S-1 Dalam Waktu 3 Tahun 3 Bulan
  • Aktif di Organisasi Kemahasiswaan, Gina Ratnasari Raih IPK 3,95

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube