Berita Terbaru
Dhita Rizkiana Wirapradja Terpilih Sebagai Juara I Duta Muda ASEAN 2009
Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 16/12] Wakil Unpad pada ajang Pemilihan Duta Muda ASEAN Indonesia (PDMAI) 2009, Dhita Rizkiana Wirapradja, berhasil merebut gelar Juara I dan dinobatkan sebagai Duta Muda ASEAN Indonesia 2009, berpasangan dengan M. Iman Usman dari Universitas Indonesia. Pemilihan tersebut diadakan oleh Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, Sabtu (12/12).
Dengan terpilihnya Dhita yang masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Unpad angkatan 2006 ini, ia mendapat tugas untuk mendampingi Menteri Luar Negeri ke berbagai forum baik di luar maupun di dalam negeri, khususnya pada acara yang berkaitan dengan ASEAN dan peran pemuda ASEAN. Agenda terdekatnya, pada tanggal 28-30 Desember 2009, Dhita bersama Iman akan mengikuti sidang dengan ASEAN Council of Permanent Representative (CPR) sebagai delegasi RI di Phnom Penh Kamboja.
“Saya senang dan bangga terpilih menjadi Duta Muda ASEAN ini, apalagi bisa membawa nama Jawa Barat, khususnya Unpad. Walaupun tugas saya cukup berat, namun saya akan berusaha sebaik-baiknya,” jelas Dhita yang juga menjadi pengajar di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris dan menjadi penyiar di salah satu stasiun televisi lokal di Bandung.
Selain tugas-tugas negara yang diembannya, Dhita juga memiliki program sendiri berkaitan dengan misinya sebagai Duta Muda ASEAN. Dalam rangka memasyarakatkan ASEAN dan membangun kesiapan kaum muda menghadapi terbentuknya Komunitas ASEAN 2015, Dhita akan membuat berbagai program bekerja sama dengan media massa, khususnya media massa dengan segmen remaja dan mahasiswa.
“Saya ingin mengingatkan kepada pemuda Indonesia untuk mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi era globalisasi, khususnya menghadapi Komunitas ASEAN 2015, dimana persaingan akan lebih sulit. Untuk itu saya berharap pemuda Indonesia harus meningkatkan standarnya lebih tinggi lagi, harus berpikir out of box, contohnya dalam kemampuan berbahasa asing” jelas Dhita yang mahir berbahasa Inggris, Perancis dan Mandarin ini.
Mexind di 5 Besar
Selain Dhita, ada juga wakil dari Unpad lainnya yang berhasil lolos hingga babak 5 besar, yaitu Mexind Suko Utomo, mahasiswa jurusan Sastra Perancis Fakultas Sastra Unpad. Mexind pun mencatatkan prestasi bagus dengan meraih posisi 5 besar.
“Sepuluh pasang peserta yang masuk ke babak final ini, memiliki tugas yang sama. Kami akan bergantian mendampingi menteri luar negeri dalam kunjungan dinasnya ke berbagai daerah baik di Indonesia, ASEAN, maupun di luar ASEAN. Selain itu, kami juga akan melakukan kunjungan-kunjungan ke SMA-SMA di Jakarta dan Bandung untuk sosialisasi ASEAN ini,” jelas Mexind.
Dengan kemampuan berbahasa Inggris, Perancis dan Spanyol, Mexind berencana akan melakukan promo ke berbagai negara di luar ASEAN, khususnya negara-negara mitra wicara ASEAN. “Dengan bahasa asing yang saya kuasai, saya bisa melakukan dialog dengan pemuda-pemuda dari negara-negara non ASEAN dengan tujuan untuk mempromosikan ASEAN dan peran pemuda ASEAN,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan PDMAI kali ini, tercatat ribuan peserta dari berbagai universitas. Mereka mengikuti empat tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi, penulisan esai, wawancara dan karantina selama lima hari. PDMAI kali ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan mengangkat tema “The Spirit of Youth and Transformation of ASEAN”.
Pada pemilihan ini, dipilih sepasang pemudi/pemuda yang mampu memainkan peran sebagai duta-duta ASEAN sekaligus duta bangsa guna memperkenalkan dan mendekatkan ASEAN kepada generasi muda di tanah air, mempromosikan Indonesia dan ASEAN kepada masyarakat internasional melalui berbagai kegiatan kepemudaan di tingkat bilateral, regional maupun internasional, dan menjadi wakil Departemen Luar Negeri dalam berbagai kegiatan yang melibatkan kaum muda.
“Saya mendapatkan pengalaman yang banyak sekali dari kegiatan ini. Salah satunya adalah melihat Indonesia dan ASEAN dari kacamata yang lain. Promosi ASEAN ini memang tidak hanya cukup dilakukan oleh pemeritah melalui program G to G (government to government) saja, tapi juga people to people (P to P) bahkan antar pemuda, youth to youth (Y to Y),” jelas Mexind.
Ia menambahkan bahwa PDMAI ini merupakan pilot project Indonesia dan akan segera dicontoh oleh Thailand dan negara anggota lainnya. Jadi tugas DMAI 2009 ini juga mencakup berbagi praktik yang baik perihal implementasi program tersebut ke negara-negara anggota ASEAN lainnya. (eh)*




