Berita Terbaru
Unpad Peroleh Beasiswa Bidik Misi Depdiknas untuk 500 Pelajar Tak Mampu
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 17/12] Unpad menjadi salah satu dari 104 perguruan tinggi negeri (PTN) yang menandatangani kerja sama program beasiswa Bidik Misi, Rabu (16/12) di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan. Kerja sama program beasiswa tersebut merupakan salah satu program 100 hari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang memberikan kesempatan kepada siswa SMA/SMK/MA/MAK dan peserta Kejar Paket C berprestasi yang dijadwalkan lulus pada 2010 dari kalangan tidak mampu.

Rektor Unpad (kiri) berjabat tangan dengan Mendiknas (kanan), disaksikan Rektor ITB (berdasi). (Foto oleh: Tedi Yusup)
Penandatanganan piagam kerja sama tersebut dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Prof. Fasli Jalal dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof. M. Nuh. Untuk program beasiswa Bidik Misi ini, Unpad memperoleh kuota 500 kursi bagi lulusan sekolah menengah atas berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Prof. Ganjar dalam jumpa pers menjelaskan bahwa selama ini pihaknya telah bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, mencari putra-putri daerah berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi melalui program Talent Scouting. Program tersebut, lanjut Rektor, merupakan program pemberian beasiswa secara penuh bagi siswa-siswi berprestasi asal Jawa Barat dari kalangan tidak mampu, sejak diterima sebagai mahasiswa hingga semester delapan. Dengan pengalaman tersebut, Prof. Ganjar mengaku optimis dapat memenuhi kuota 500 kursi yang disiapkan, meski pihaknya perlu lebih bekerja keras.
“Hal yang cukup sulit dalam mencari siswa-siswi berprestasi dari kalangan tidak mampu adalah pengecekan secara langsung kepada siswa-siswi tersebut mengenai kualitas akademiknya dan tingkat kemampuan ekonomi orang tuanya,” jelas Rektor.
Sementara itu, Prof. Fasli Jalal dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini bertujuan menjangkau anak bangsa dari kalangan tidak mampu untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa program beasiswa Bidik Misi ini tidak hanya diberikan untuk biaya pendidikan per semester, namun juga biaya hidup selama menjadi mahasiswa.
“Tujuan progam ini adalah memberikan harapan bagi anak bangsa untuk jangan pernah berhenti bermimpi, karena pemerintah dan perguruan tinggi negeri dapat mewujudkan mimpi mereka dengan memberikan fasilitas beasiswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” jelas Prof. Fasli.
Ia mengharapkan melalui program pemberian beasiswa secara penuh ini mampu mengangkat diri dan keluarga mahasiswa tersebut dari jurang kemiskinan. “Dengan program ini pula diharapkan persentase 20 persen masyarakat termiskin dapat terus terkurangi. Saat ini baru ada 3,3 persen masyarakat miskin yang mampu melanjutkan ke pendidikan tinggi. Nah, dengan program ini persentase tersebut bisa kita lipatgandakan,” ungkap Prof. Fasli.
Untuk itu Prof. Fasli mengingatkan kepada 104 PTN yang melaksanakan program beasiswa Bidik Misi 2010 ini agar menyiapkan metodologi dalam menjemput 20.000 anak bangsa berprestasi tersebut. “Hal ini penting agar selama periode Januari hingga Agustus 2010, kuota 20.000 kursi tersebut dapat terserap dengan baik,” tegas penerima jabatan Guru Besar dari Universitas Andalas ini.
Hal yang sama juga diungkapkan Mendiknas, Prof. M. Nuh. Ia menegaskan bahwa angka 20.000 merupakan bilangan kecil untuk mencari siswa-siswi miskin namun berprestasi. Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini mengaku cukup optimis kuota penerima beasiswa Bidik Misi yang ditetapkan 20.000 orang tersebut dapat terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpad, dr. Trias Nugrahadi, Sp. KN. yang ditemui usai penandatangan kerja sama menjelaskan bahwa penerima beasiswa masih akan diprioritaskan bagi masyarakat Jawa Barat. “Kita akan lakukan pemetaan wilayah, khususnya di kawasan selatan Jawa Barat untuk menerima beasiswa ini,” jelas dr. Trias.
Menurut dr. Trias, program Talent Scouting yang setiap tahun dilaksanakan Unpad merupakan modal utama dalam menjemput siswa-siswi berprestasi dari kalangan tidak mampu di daerah. “Bila sebelumnya hanya 55 orang yang dapat menerima beasiswa penuh ini, maka pada 2010 kita akan tingkatkan jumlahnya sepuluh kali lipat,” ujar dr. Trias. (eh)*


