Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Mahasiswa Unpad Sabet Gelar Juara Axioo Competition Regional Bandung
Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 28/01] Kemampuan pemasaran mahasiswa Unpad kembali teruji dalam kompetisi Axioo Intel Marketing Award, sebuah kompetisi pemasaran antar mahasiswa se-Indonesia. Untuk tingkat regional Bandung dan sekitarnya, dua tim Unpad yang berlaga pada ajang tersebut berhasil merebut juara dari seluruh kategori yang dilombakan. Ajang ini digagas oleh produsen notebook Axioo bekerja dengan prosesor Intel. Untuk tingkat regional, acara ini digelar sejak akhir tahun 2009 lalu dan finalnya pada 19 Januari 2010 dan diikuti oleh sekira 52 tim dari berbagai universitas se-Bandung Raya.

Tim Outliers, terdiri dari Fikri, Yudhi, Freggy (Foto: Tedi Yusup)
Tim pertama adalah The Outliers yang beranggotakan Freggy Griyatta Putra Adipurwa (Manajemen 2005), Yudhi Hadiwibowo (Manajemen, FE 2004) dan Fikri Amrullah Rivai (Hukum Teknologi, FH 2005). Tim kedua adalah tim yang berasal dari Jurusan Antropologi Sosial FISIP, yaitu Cyber Community Workgroup (2CW) yang beranggotakan Ronald Paul Sinyal (2006), R. Nugraha Brata Kusumah (2006), Niki Nugraha Ahmad (2007) dan M. Sabdo Y. (2007).
Pada ajang tersebut, The Outliers merebut juara pada kategori Best Sales Performance dan Best of The Best, dan mengantarkan tim ini menuju babak final pada bulan Februari 2010 ini. Sedangkan Cyber Community Workgroup berhasil merebut juara pada kategori Best Idea dan Best Most Voted Team. Mereka mendapat hadiah trofi, uang dan notebook Axioo.
Kedua tim yang ditemui di ruang website Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (28/1) menjelaskan pengalamannya mengikuti lomba tersebut. Kedua tim tersebut sejak awal menyiapkan berbagai strategi yang akhirnya mencapai prestasi tertinggi pada kategori-kategori tersebut.
Yudhi menjelaskan bahwa dalam kategori Sales Performance, timnya berhasil menjual 17 notebook Axioo, dan ini merupakan penjualan terbanyak dibandingkan dengan tim lain. “Kami bekerja sama dengan dealer Axioo di Bandung Electronic Center (BEC), dan mengikuti pameran disana. Selain itu kami juga bekerja sama dengan BEM FE mengadakan pameran di kampus dan melakukan penjualan langsung ke teman-teman,” jelas Yudhi.
Pada kesempatan itu, tim peraih penghargaan Best Idea, 2CW mengungkapkan bahwa mereka mengusung ide pembentukan komunitas besar Cyber Community Workgroup. Dari komunitas tersebut akan disaring siapa saja pengguna Axioo yang akan masuk dalam kelompok khusus Axioo Body dengan berbagai kelebihannya yang diberikan kepada anggotanya. Selain itu cara pemasarannya pun cukup unik, yaitu dengan membuat looking t-shirt, yang tertulis produk Axioo. Ditambah dengan keahlian Niki dalam membuat flash game, ide ini menjadi poin tambahan bagi kelompoknya. Untuk memperluas pasarnya, tim ini pun bekerja sama dengan berbagai perusahaan.
Ide ini diakui Nugraha berdasarkan tes pasar dan survai kecil-kecilan yang dilakukan kepada teman-teman di lingkungan kampusnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui keinginan pasar terhadap produk notebook yang akan mereka beli.
“Berkat terpilihnya kami sebagai pemenang Best Idea untuk regional Bandung, kami direkrut oleh salah satu distributor Axioo terbesar untuk memasarkan ide yang kami rancang ini. Ke depannya kami pun ingin mengembangkan usaha ini menjadi usaha yang digarap serius dengan membentuk perusahaan sendiri,” lanjut Ronald.
Walaupun sama-sama membidik pasar komunitas, tim The Outliers mengincar komunitas yang berbeda. Mereka lebih focus membidik berbagai komunitas khusus yang telah terbentuk, seperti komunitas olahraga, dan sebagainya, dengan cara menerapkan sistem bundling dengan produk pendukungnya. “Kami akan menerapkan sistem bundling dan sistem customize sesuai dengan kebutuhan komunitas tersebut,” jelas Fikri.

Tim 2CW terdiri dari Niki, Nugraha, dan Ronald (Foto: Tedi Yusup)
Sebagai Best Most Voted Team, tim 2CW melakukan berbagai cara. Antara lain memanfaatkan situs jejaring sosial dan pergaulan di lingkungan kampus FISIP. Selain itu mereka juga berkoalisi dengan berbagai tim dari enam kota lain yang mengikuti kompetisi ini. “Walaupun tim kami tidak masuk final, tapi kami akan membantu tim The Outliers dalam hal voting ini agar nama Unpad terangkat,” lanjut Ronald.
Fikri dari The Outliers menjelaskan bahwa keikutsertaan kedua tim ini sebetulnya adalah salah satu perjuangan kelompok Cyber Community Workgroup untuk menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unpad. “Kami telah beraudiensi dengan berbagai pihak terkait, namun hingga sekarang belum ada keputusan. Semoga prestasi kami di ajang ini menjadi bukti eksistensi dan dapat dipertimbangan untuk menjadikan kelompok kami sebagai UKM di Unpad,” jelas Fikri yang juga menjabat sebagai ketuanya saat ini.
Berkaitan dengan majunya kelompok The Outliers ke babak final, tim yang diketuai oleh Freggy ini memohon doa dan dukungan dari berbagai pihak khususnya kepada para sivitas akademika Unpad untuk mewujudkan targetnya merebut seluruh kategori di babak final. Freggy sendiri mengakui belum melakukan persiapan khusus berkaitan dengan strategi di babak final nanti. “Kami masih menunggu informasi dari panitia berkaitan dengan final nanti. Informasi tentang tim kami sendiri bisa diperoleh di facebook Axioo Outliers Indonesia. Kami harapkan pada waktu babak final nanti, semua orang akan mem-vote The Outliers,” jelas Freggy. (eh)*


