Berita Terbaru
Universiti Utara Malaysia Kunjungi Jurusan Hubungan Internasional Unpad
Laporan oleh: Mahfud Achyar
[Unpad.ac.id, 6/02] Saling berbagi wawasan terkait peran mahasiswa dalam pemerintah tentu merupakan hal yang menarik. Apalagi jika digelar oleh dua negara yang memiliki sistem pemerintahan yang berbeda pula. Hal itulah yang terjadi di Gedung D Lantai 2, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Jl. Bandung-Sumedang KM 21, Jatinangor, Sabtu (6/02).
Saat itu, terjadi diskusi yang cukup hangat antara mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Unpad dengan mahasiswa Universiti Utara Malaysia College of Law, Government and International Studies yang mengangkat tema “Role of higher Institutional Students in Malaysia and Indonesia in Involving Political Matters in The Country”. Masing-masing universitas mengemukakan bagaimana seharusnya peran mahasiswa dalam pemerintahan.
Otniel Rony Pati Sembiring, mahasiswa HI 2007 menuturkan bahwa di Indonesia mahasiswa memiliki berperan sebagai agent of change dan social control. Artinya, sebagai insan intelektual mahasiswa dituntut tidak hanya menuntaskan perannya di bidang akademik. Lebih dari itu, mahasiswa juga harus menjadi garda terdepan dalam menggawangi kebijakan pemerintah. Ketika kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak tepat, maka mahasiswa perlu mengingatkannya dengan berbagai cara, misalnya demonstrasi.
“Banyak orang beranggapan bahwa demonstrasi merupakan salah satu langkah yang kurang efektif. Namun menurut saya, demonstrasi yang dikemas secara intelektual akan melahirkan reaksi yang positif. Mahasiswa tidak hanya menggaungkan orasi melainkan menyampaikan tuntutan-tuntutan yang nantinya akan menjadi masukan bagi pemerintah”.
Sementara itu, berbeda dengan Otniel salah satu perwakilan mahasiswa Malaysia menyampaikan bahwa demonstrasi merupakan gerakan massa yang kurang memberikan solusi bagi pemerintah. Akan tetapi, dia juga tidak dapat memungkiri bahwa demonstrasi adalah salah satu jalan untuk menekan pemerintah yang corrupt.
“Kunjungan Universiti Utara Malaysia ke jurusan HI Unpad merupakan kali pertamanya. Hal ini bermula ketika kami mendapat e-mail dari pihak UUM yang tertarik menggali ilmu di Unpad karena dinilai memiliki kapasitas yang bagus di bidang International Relation. Selain Unpad, UUM juga melakukan kunjungan ke Universitas Paramadina, Jakarta,” papar Mabrury Rendyarosa G, mahasiswa HI 2007.
Lebih lanjut, Rendy yang juga merupakan ketua Hima HI Unpad menjelaskan bahwa studi banding antara UUM dan Unpad sebagai bentuk transfer ilmu dari kedua negara. “Kita banyak belajar dari mereka, begitu juga sebaliknya. Harapannya, kunjungan ini akan menjadi cikal pembentukan Forum Regional Asean Jurusan HI yang akan digelar di Jember, Jawa Timur. Forum ini diinisiasi oleh jurusan HI Unpad dan kelak akan menjadi wadah untuk mahasiswa HI di ASEAN untuk saling berbagi ilmu dan informasi,” ujar Rendy.
Setelah melakukan diskusi sekitar dua jam, acara yang bertajuk Lasbela; “Lawatan Sambil Belajar” ditutup dengan foto bersama. (eh)*



