Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Sastra
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Penulis Novel “Negeri Van Oranje” Berbagi Pengalaman di Edufest
 

Berita Terbaru

  • Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
  • Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
  • Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
  • Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
  • Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik

Penulis Novel “Negeri Van Oranje” Berbagi Pengalaman di Edufest

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 9/02] Kata siapa kuliah di luar negeri itu gampang? Itulah sepenggal kalimat dari buku Negeri Van Oranje yang telah menginspirasi banyak orang untuk bersekolah dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri, khususnya ke Belanda. Ketika seseorang kuliah di luar negeri, ia akan mengalami berbagai hal yang tak terbayangkan sebelumnya, bahkan bisa jadi tidak tertulis dalam buku panduan sekolah mana pun juga.

Para penulis "Negeri Van Oranje" dan moderator sedang membagikan pengalamannya kepada pengunjung Edufest (Foto: Tedi Yusup)

Para penulis "Negeri Van Oranje" dan moderator berbagi pengalaman tentang menempuh studi di Belanda (Foto: Tedi Yusup)

Hal inilah yang menginspirasi Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi dan Rizki Pandu Perdana menulis buku Negeri Van Oranje. Pada acara Edufest yang berlangsung di Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung ini, Wahyuningrat dan Adept Widiarsa membagi berbagai pengalamannya dalam sebuah talkshow. Acara yang berlangsung pada Selasa (9/2) ini dihadiri oleh berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun kalangan pelajar SMA dan masyarakat umum.

Menurut Wahyu, buku ini berisi pengalaman keempat penulis yang ditulis dalam bentuk novel fiksi dengan lima orang tokoh utama. Kelebihannya dengan novel sejenis, novel ini tidak hanya bercerita mengenai pengalaman kelima tokoh tersebut saat melanjutkan studi di luar negeri saja. Mereka juga menambahkan berbagai tips dan trik menarik yang dapat diterapkan oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda.

Menurut Adept, mereka menuliskan pengalamannya dengan gaya kocak dan dilengkapi berbagai petunjuk praktis yang dapat diterapkan oleh mahasiswa asal Indonesia dalam menghadapi berbagai masalah. Dengan menampilkan lima peran yang berlatar belakang budaya dan pengalaman yang berbeda, diharapkan buku ini juga dapat menjawab berbagai masalah seperti masalah culture shock.

“Buku ini menjadi kaya karena berbagai pengalaman yang kami alami sendiri. Semoga buku ini menjawab berbagai hal yang akan dialami orang Indonesia seandainya mereka kuliah di Belanda. Buku ini mencoba menjawab berbagai cara bertahan hidup di Belanda,” jelas Adept.

Karena kaya akan berbagai petunjuk praktis yang bisa diterapkan selama studi di Belanda, lembaga pendidikan Belanda, Netherlands Education Support Office (Neso) memberikan buku ini kepada para penerima beasiswa ke Belanda dari Indonesia sebagai manual operation book. “Beberapa bagian petunjuk dalam buku ini memang jarang dibahas dalam berbagai buku panduan beasiswa. Seperti bagaimana mencari tempat tinggal di Belanda, cara kerja paruh waktu dan lain sebagainya,” jelas Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa beasiswa kuliah di Belanda ini dapat menjadi alternatif pilihan beasiswa diantara negara-negara lain seperti Amerika, Jepang, Australia dan Jerman yang lebih populer. Dibandingkan dengan negara-negara tersebut, kuliah di Belanda memiliki berbagai kelebihan.

“Di Belanda, kita tidak perlu khawatir dengan bahasa. Semua perkuliahan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun. Selain itu, peluangnya lebih besar karena peminatnya tidak sebanyak dibandingkan dengan negara-negara lain. Yang lebih menarik, Belanda yang terletak di Eropa, memungkinkan kita untuk mengunjungi berbagai negara tetangganya dengan menggunakan satu visa saja,” jelas Wahyu.

Pada kesempatan tersebut, Adept dan Wahyu juga menghimbau kepada seluruh hadirin untuk berani mencoba dan pantang menyerah dalam mencari beasiswa. “Walaupun kemampuan bahasa masih pas-pasan, kuncinya adalah semangat. Selain itu, be yourself!” jelas Adept. (eh)*

Sebelumnya

  • Mengintip Peluang Beasiswa di Edufest BEM Kema Unpad
  • Universiti Utara Malaysia Kunjungi Jurusan Hubungan Internasional Unpad
  • Tahun Ini, Daftar Ulang SMUP Sebelum Pelaksanaan SNMPTN

Sesudahnya

  • Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
  • Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
  • Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube