Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Indonesia Perlu Lebih Banyak Pelaku Wirausaha
Laporan oleh: Rina Yesicca
[Unpad.ac.id, 9/03] Saat ini kita sering melihat di media massa banyak mahasiswa Indonesia yang berorasi dan berdemo menuntut pemerintah melakukan perubahan. Tapi berapa banyak mahasiswa yang melakukan tindakan dan memulai perubahan tersebut dari diri mereka terlebih dahulu?
Hal tersebut di atas disinggung oleh Devid, perwakilan dari Young Entrepreneur Academy dalam Creative Business Expo 2010. Bangsa yang sejahtera, lanjut Devid, adalah bangsa yang 2% penduduknya memiliki usaha sendiri. Saat ini hanya 0.6% penduduk Indonesia yang membuka usaha.
“Kami berharap mahasiswa Indonesia tidak hanya bisa demo dan mengkritisi pemerintah, tetapi mampu melakukan usaha yang nyata. Bila semula mahasiswa berpikir setelah lulus mereka akan bekerja sebagai karayawan di perusahaan, kini mahasiswa akan berpikir untuk menjadi entrepreneur. Menjadi karyawan memang baik, tetapi memiliki usaha sendiri jauh lebih baik,” jelas Devid.
Creative Business Expo 2010 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Event Organizer Club yang dibawahi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Unpad. Acara ini juga terselenggara atas kerja sama Hima Manajemen Unpad dengan Young Entrepreneur Academy. Creative Business Expo ini diadakan bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak muda kota Bandung.
Acara business expo ini diisi dengan pameran berbagai macam produk bisnis kreatif dengan harga murah, juga talkshow dari praktisi yang sudah berpengalaman. Praktisi tersebut adalah Bapak Wiwied yang merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan C59, dan Jaya Setiabudi yang memiliki julukan “Provokator Wirausaha” sekaligus penulis buku The Power of Kepepet.
Bapak Hendra dari PT PLN Persero yang menjadi salah satu pengisi stand dalam acara ini mengharapkan agar kegiatan ini bisa diangkat ke tingkat propinsi. “Saat ini tidak cukup hanya kreativitas. Tapi kita juga perlu tahu bagaimana cara memasarkan produk-produk pengusaha lokal ini.”
Selain narasumber di atas, hadir juga M. Rezky yang merupakan marketing dari Seba Shoes. Seba Shoes merupakan salah satu merk sepatu yang terkenal di kalangan kaum muda kota Bandung. Rezky membagikan pengalamannya saat merintis usaha pembuatan sepatu bersama rekannya yang juga pemilik perusahaan Seba Shoes, Sebastinus Reza.
“Modal awal saya dan rekan saya hanyalah kreativitas dan marketing yang efektif. Marketing yang efektif saya dapatkan melalui penyebaran keberadaan produk kami dari mulut ke mulut. Kita cari tahu apa yang menjadi minat konsumen. Dengan kreativitas, kita mencari modal dan mencari bahan-bahan yang dibutuhkan,” jelas Rezky.
Acara yang diadakan selama 2 hari pada tanggal 9-10 Maret 2010 ini juga dimeriahkan dengan hiburan, acoustic performance, pembagian voucher, dan setiap pengunjung yang datang berkesempatan memenangkan doorprize berupa handphone. Stand yang terdapat dalam acara ini berasal dari berbagai UKM dan tempat usaha. Ada yang menjual aksesoris, dekorasi, konveksi, handmade paper, makanan, kerajinan tangan, makanan, dan lain-lain. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik perhatian investor dan pengunjung yang ingin ikut berwirausaha. (eh)*


