Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Mahasiswa FH Unpad Raih 2 Gelar di Philip C. Jessup International Law Moot Court
Laporan oleh: Erman
[Unpad.ac.id, 12/03] Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unpad kembali mencatatkan prestasi pada ajang moot court (peradilan semu). Kali ini, lima mahasiswa FH Unpad meraih gelar 2nd Best Memorial dan 2nd Best Oralist pada The 9th National Round of Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition (MCC) 2009 di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta pada 22 – 24 Januari 2010 lalu.

Tim FH Unpad saat tampil di National Round of Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition dengan disaksikan oleh Dekan FH Unpad *
Kelima mahasiswa itu adalah Priyanka Tobing (angkatan 2006), Tony Franky Hutagalung (2007), Rahmellya Sari (2006), Rizki Imral Rakhim (2007), dan Joseph Hendrik Ongko (2008). Mereka berada di bawah Universitas Pelita Harapan sebagai juara pertama dan Universitas Indonesia sebagai juara kedua. UPH dan UI mewakili Indonesia menuju kompetisi tingkat internasional.
Catatan prestasi ini kurang lebih sama dengan yang diraih tim FH Unpad pada ajang yang sama tahun lalu. Pada tahun 2009 itu, tim FH Unpad meraih 2nd Best Memorial dan 2nd Runner Up. Meski belum berhasil melangkah ke jenjang internasional untuk mewakili Indonesia di ajang Philip C. Jessup International namun para mahasiswa merasa bangga bisa mempersembahkan prestasi itu untuk Unpad.
“Peserta yang ikut di penyisihan nasional ini ada 18 tim, kita sudah bersaing ketat sejak babak penyisihan. Unpad masuk ke semifinal dan berhadapan dengan UPH. Akhirnya, UPH yang masuk ke final dan menjadi juara. Kalau soal pemahaman kasus, sepertinya kita bisa menguasai. Namun para juri berkomentar bahwa tim kami cenderung terlalu cepat dalam menyampaikan materi,” ujar Tony ketika hadir di Ruang Website Unpad di Gedung Rektorat Lama, belum lama ini.
Tony yang baru pertama kali mengikuti ajang moot court mengaku mendapat pengalaman berharga dari ajang ini. Dia merasa pengalaman praktik yang diperolehnya saat mengikuti ajang moot court telah menambah pengetahuan teori yang diperolehnya saat belajar di kelas.
Penampilan tim FH Unpad yang dibimbing dosen Siti Noermalia itu juga mendapat perhatian dari Dekan FH Unpad, Dr. Ida Nurlinda, SH., MH. Selama berlomba sejak dari babak penyisihan, ujar Tony, Dekan FH Unpad itu selalu menyaksikan mahasiswanya tampil. “Dukungan moral dari Ibu Dekan sangat berharga bagi kami yang tampil,” ujar Tony. *


