Berita Terbaru
Pembukaan Pekan Ilmiah: Penelitian Unpad Harus Berorientasi Produk
“Penelitian kita (Unpad) diupayakan harus berorientasi produk,” ujar Prof. Ganjar Kurnia, Rektor Unpad, ketika membuka Seminar Nasional “Pengembangan dan Penerapan IPTEKS untuk Meraih Keunggulan dalam Pembangunan Nasional” di Grha Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (21/10).
Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-51 Unpad. Dalam pidato pembukaannya, Rektor Unpad mengatakan, pergeseran orientasi harus segera dilakukan demi kebaikan Unpad dan masyarakat. Hal ini sangat beralasan karena hasil penelitian tersebut sangat mungkin diakses dan digunakan oleh masyarakat demi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Dengan semakin banyaknya penelitian Unpad yang diakses oleh masyarakat, maka tidak tertutup kemungkinan jika nama Unpad akan lebih harum lagi.
Sejalan dengan itu, Prof. Ganjar menghimbau agar penelitian Unpad segera dipublikasikan, baik melalui media internal Unpad seperti website dan jurnal, maupun media eksternal. Ia mengacu pada dua hal yang harus dilakukan oleh peneliti agar penelitiannya diakui dunia. Pertama ialah Citation Intent dan Pear Review, atau sejauh dan sesering apa penelitian tersebut dijadikan bahan rujukan. Kedua, pengakuan tersebut dapat diukur salah satunya dengan seberapa besar penelitian-penelitian diunduh (download).
Jika dilihat dari jumlah unduhan (download), penelitian yang dilakukan sivitas Unpad masih jarang diunduh oleh pengunjung website Unpad. Hingga saat ini, terdapat 657 unduhan, angka ini masih sedikit jika dibandingkan dengan Universiteit Utrecht sebesar 84.400 kali unduh. Hal ini menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Unpad untuk menata diri. Ia mengakui, penelitian Unpad masih banyak berkecimpung di wilayah mikro sehingga hanya sedikit pihak yang mengakses hasil penelitian tersebut.
Prof. Ganjar mengabarkan bahwa Unpad telah mengucurkan dana sebesar Rp 2 Milyar untuk membiayai 4 (empat) penelitian terakhir di tahun 2008. Ia berharap hasil setiap penelitian tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rektor Unpad juga mengharapkan agar jumlah penelitian bertambah menjadi 5 (lima) dan setiap penelitian akan menghasilkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI.). Dengan demikian, Unpad menambah 5 (lima) hak paten. Ia juga berpesan agar peneliti Unpad mempunyai spesialisasi atau trademark atau kualifikasi tersendiri, bukan ahli yang anonim di bidang keahliannya sendiri.
Segala usaha yang telah, sedang, dan akan dirintis Unpad mulai dari sekarang, bertujuan untuk merealisasikan visi Unpad sebagai Universitas Berkelas Dunia (World Class University) pada 2026.
Seminar Nasional ini, menghadirkan Prof. Tarkus Suganda, Ir., M.Sc., Ph.D., (PR V), Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. (Dekan Fikom). Adapun Prof. Dr. Mochamad Munir, dan Dr. Ir. Sudjana Ro’yat (Deputi Bidang Pengentasan Kemiskinan Menkokesra) yang diundang sebagai pembicara, berhalangan hadir. (antz & www).


