Berita Terbaru
Green Chemistry dalam International Seminar on Chemistry 2008
“Pertemuan ini diharapkan dapat menciptakan produk baru dan prosesnya yang lebih ramah lingkungan.” Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Unpad, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA., kala membuka Seminar Internasional Kimia 2008.
Perhelatan ini diselenggarakan di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Fakultas Sastra, Unpad, Kampus Jatinangor, Kamis (30/10). Acara ini berlangsung selama dua hari hingga Jumat (31/10) besok. Seminar Internasional hasil kerja sama Unpad dan Indonesia Chemistry Society ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara, seperti: Indonesia, Singapura, Jepang, Belanda, dan Jerman.
Prof. Ganjar melanjutkan, industri kimia telah mengucurkan dana yang besar per tahunnya baik untuk penanganan, kontrol, dan pembuangan limbah. Hal ini memicu Kimiawan untuk menciptakan suatu produk kimia yang lebih sedikit mengandung polutan dan ramah lingkungan (Green Chemistry). Kimiawan harus menyadari efek potensial sebuah produk kepada lingkungan. Hal ini dilakukan mulai dari pemilihan bahan kimia dalam penelitian, proses pengembangannya, penggunaan produk kimia tersebut dalam industri hingga daur ulang.
Green Chemistry menjadi hal penting bagi Kimiawan. Green Chemistry juga merupakan cara yang baik untuk pembangunan berkelanjutan. Tujuan utamanya ialah membuat solusi elegan bagi hazards-free, waste-free, dan proses kimia yang hemat energi bagi produk yang tidak beracun (non-toxic products).
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Unang Supratman selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa acara ini menawarkan atau memberikan pemahaman yang komprehensif atau menyeluruh dalam mengoptimalkan manfaat sumber daya alam melalui pengetahuan kimia. Tema acara ini tidak hanya berhubungan dengan inovasi dalam metode baru yang berusaha menggabungkan reaktivitas dan selektivitas Kristal Organometalik Sintetik (Synthetic Organometallic Crystals). Akan tetapi juga untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai properti yang fundamental dari kaitan biomolekul bagi penerapan biomedikal dan industri.
Menurut wakil Ketua Panitia, Safri Ishmayana, S.Si, seminar yang mengusung tema “Peranan Kimia dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam” ini juga merupakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan antar kimiawan Indonesia dengan negara sahabat. “Kita ingin melihat perbandingan sejauh mana (perkembangan kimia) kita berada,” ujarnya. Selain itu, acara ini juga merupakan salah satu agenda dalam merayakan 50 tahun Jurusan Kimia, FMIPA Unpad.
Selain mengundang pembicara dari mancanegara, seminar ini juga dihadiri sekira 350 peserta dari negara sahabat, seperti; Malaysia, Philipina dan Brunei Darussalam. Tentu saja tidak ketinggalan peserta dari Indonesia. (antz)





