Berita Terbaru
OOTrad Padjadjaran, Bisa Jadi Wisata Budaya Jabar
“Permainan tradisional lebih baik daripada permainan sekarang, karena di situ terdapat unsur olah raga, kreativitas, dan pendidikan.” Pernyatan tersebut dilontarkan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, di sela-sela Olimpiade Olah Raga Tradisional Padjadjaran (OOTrad Padjadjaran), Sabtu (01/11).
Perhelatan ini diselenggarakan di area Unpad Kampus Iwa Koeoemasoemantri, Jalan Dipati Ukur, Bandung. Kemeriahan acara dihadiri Lex Laksamana, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, segenap keluarga besar Unpad, para mitra kerja Unpad pendukung acara, pers, dan undangan. Dalam kemeriahan tersebut hadir pula secara khusus Kelompok Hong dari Subang, dan masyarakat adat Cipta Gelar, Cisolok, Banten Selatan.
Pembukaan Olimpiade ini ditandai oleh pembakaran obor yang dibawakan oleh perwakilan lima cabang olah raga dan dan penyulutan lodong. Sebelumnya, kontingen berparade dengan kostum dan gaya khas kontingen masing-masing, dengan warna kesundaan yang cukup kental.
Prof. Ganjar melanjutkan, dalam permainan tradisional semua persiapan hampir dilakukan oleh kita sendiri. Hal ini terlihat dari pembuatan alat permainan, proses, termasuk peraturannya. Di sini unsur kreativitas dan pendidikan sangat kental. Sedangkan unsur olah raganya, tentu saja ada, karena banyak sekali permainan tradisional di Indonesia yang harus menggerakkan anggota tubuh dalam memainkannya, artinya saraf motorisnya akan terlatih.
“Unpad juga mencanangkan OOTrad Padjadjaran sebagai agenda tahunan. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan permainan-permainan yang digali dari budaya lokal yang penuh dengan unsur kebaikan. Di samping itu, OOTrad Padjadjaran merupakan ajang olimpiade permainan tradisional terukur pertama di Indonesia dan bahkan mungkin di dunia,” tuturnya.
Lebih lanjut Prof. Ganjar mencontohkan, lomba Jajangkungan (Engrang) akan dihitung menggunakan timer, dan lomba-lomba lainnya juga akan menggunakan pengukuran, sehingga semuanya terukur. Selanjutnya, nomor-nomor lomba yang diselenggarakan pada OOTrad Padjadjaran ke-1 ini akan dikembangkan. “Ke depannya, Jajangkungan akan dilombakan dengan berbagai nomor, misalnya nomor 50 meter Putra-Putri, 100 meter Putra-Putri, 50 meter estafet, dan lain-lain.” Hal ini memberikan peluang Unpad untuk dapat mencetak rekor.
Dalam kesempatan yang sama, Lex Laksamana, Sekda Jabar mengatakan, ia menyambut baik dan bangga terhadap perhelatan OOTrad Padjadjaran. Selain melestarikan permainan tradisional, OOTrad Padjadjaran juga bisa dijadikan ajang atau sasaran wisata budaya Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.
OOTrad Padjadjaran diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-51 dan akan menjadi acara tahunan Unpad. OOTrad Padjadjaran juga bertujuan untuk melestarikan kearifan budaya lokal dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya. (antz & www)






