Berita Terbaru
Oratorium “Nyuuh” Media Dakwah Bernuansa Sunda
Sebagai upaya mewujudkan silaturahmi dengan berbagai pihak, Unpad menggelar kembali Oratorium “Nyuuh“. Acara yang memeriahkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-51 Unpad ini diselenggarakan pada hari Senin (03/11), di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur, Bandung.
Pergelaran seni ini dihadiri oleh Rektor Unpad Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA., Trias Nugrahadi, dr., Sp.KN selaku PR Bidang Kemahasiswaan, dan juga Prof. Ir. Tarkus Suganda, M.Sc., Ph.D selaku PR Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Pengawasan. Para undangan istimewa kali ini antara lain Ny. Netty Dede Heriawan selaku istri dari Gubernur Jawa Barat, Ny. Sandy Dede Yusuf selaku istri dari Wakil Gubernur Jabar, Ny. Nani Dada Rosada selaku istri dari Walikota Bandung, yang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unpad Ny. Yatti Ganjar Kurnia.
Sambutan resmi diberikan langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, yang juga penulis naskah sekaligus sutradara dalam pergelaran seni ini. Prof. Ganjar menyampaikan bahwa gagasan pergelaran yang kental dengan nuansa Sunda itu salah satunya adalah untuk melestarikan seni budaya Sunda itu sendiri. Pergelaran seni ini juga melibatkan Unit Kesenian Unpad yang sudah banyak berperan dalam memperkenalkan budaya Sunda ke mancanegara.
Ny. Netty Dede Heriawan, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, memberikan sambutan seraya mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-51 Unpad. “Mudah-mudahan Unpad semakin memberikan kontribusi positif untuk pendidikan, khususnya di masyarakat Jawa Barat,” tuturnya. Ia sangat mengapresiasi penampilan Unit Kesenian Unpad dalam Oratorium Nyuuh, karena menurutnya pergelaran ini sarat dengan pesan-pesan yang bisa dicerna masyarakat. “Ini bisa menjadi media dakwah dan menjadi model bagi masyarakat Jawa Barat. Saya juga berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan pada acara Dies Natalis Unpad saja,” lanjutnya.
Oratorium “Nyuuh” ini tampil untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya disajikan dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Unpad pada pertengahan Oktober (14/10) yang lalu. Kali ini penontonnya mayoritas adalah ibu-ibu dari Dharma Wanita dan dari beberapa kelompok pengajian. Penonton tampak sangat menikmati sajian oratorium berdurasi 45 menit tersebut.
Oratorium “Nyuuh”, yang berisi penggalan kisah kehidupan seorang anak manusia yang dibesarkan di desa, namun perilakunya berubah drastis, setelah dilepas dengan restu orang tua untuk menimba ilmu di kota besar. Kota besar dengan segala aktivitas dan dinamikanya yang menyilaukan mampu membuat seorang gadis lugu berubah, hingga lepas kendali. Dikisahkan oleh sang narator, ketika pulang kampung sang anak sempat ditolak oleh orang tuanya karena dianggap membawa aib bagi keluarga. Pada akhirnya, ketika sang anak bertobat, orang tua memaafkan sang anak di Hari Raya Idul Fitri, karena maaf dari orang tualah jualah yang dapat meringankan beban langkah di kemudian hari. Simbolisasi proses kesadaran diri dilambangkan dengan penggunaan penutup kepala, dan cerita berakhir bahagia.
Naskah Oratorium “Nyuuh” yang disusun oleh Prof. Ganjar sendiri, didukung oleh Unit Kesenian Unpad, yang terdiri dari gabungan mahasiswa berbagai fakultas, para alumni aktivis kesenian, dan staf administrasi pecinta seni yang ada di Unpad. Pertunjukan didukung oleh tabuhan musik tradisional Sunda, termasuk suling, kendang, juga tabuhan rebana, ditambah berbagai adegan yang divisualisasi oleh gerakan para penari dan narasi dalam bentuk tembang Sunda, serta dilengkapi beraneka efek dan gambar dari perangkat multimedia.
Di akhir acara, Unpad yang diwakili oleh Ny. Yatti Ganjar Kurnia menyerahkan cinderamata kepada Ny. Netty Dede Heriawan, Ny. Sandy Dede Yusuf, dan Ny. Nani Dada Rosada sebagai tanda silahturahmi. (ing & www)




