Berita Terbaru
Ayo Dukung Yangki Imade Tanam 100 Ribu Pohon
Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia
[Unpad.ac.id, 1/07] Berawal dari kecintaannya terhadap lingkungan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unpad, Yangki Imade Suara, terus memberikan kontribusinya dalam upaya pencegahan maupun konservasi lingkungan hidup. Setelah sebelumnya ia menjadi wakil mahasiswa Indonesia pada KTT PBB tentang Perubahan Iklim (Cop-15) di Copenhagen, Denmark pada 2009 lalu, kini ia terpilih sebagai finalis Sahabat Hutan (Forest Friends) yang diselenggarakan WWF-Indonesia bekerjasama dengan WWF-Jerman.
“Pada bulan Mei lalu saya terpilih menjadi salah satu dari tiga finalis forest friend WWF-Indonesia. Pemilihan dilakukan oleh tim juri Astrid Korolczuk dari WWF-Germany, Desmarita Murni dari WWF-Indonesia, dan Christantiowati dari National Geographic Travelers,” tutur Yangki ketika ditemui di Lobi Rektorat Gedung I Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Rabu (30/06).
Yangki menambahkan setelah terpilih menjadi finalis, babak selanjutnya para finalis dari Indonesia dan Jerman akan bekerjasama secara online melalui aplikasi yang disediakan oleh WWF.
“Dalam dua bulan terakhir, saya telah bekerjasama dengan Hanna Stanke dari Fachhochschule Münster, Jerman. Ini dilakukan hingga akhir September ke depan,” tambah mahasiswa angkatan 2006 ini.
Ia dan partnernya, Hanna diharuskan menulis dalam sebuah blog terkait dengan lingkungan, kehidupan sehari-hari, berita terbaru tentang lingkungan serta hal lain di antara dua negara, Selain itu, blog tersebut juga digunakan untuk mencari sebanyak mungkin dukungan karena nantinya setiap satu orang fans, WWF berkomitmen untuk menanam 10 pohon di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Indonesia.
“Target kami bisa mengumpulkan 10 ribu fans. Dengan itu, setidaknya sebanyak seratus ribu pohon di tanam di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau,” harap Yongki yang meminta dukungan rekan-rekan dan para pecinta lingkungan dengan meng-klik http://www.wwf-jugend.de/community/channel.php?channel_id=3
Pria kelahiran 14 Mei 1989 ini kemudian menjelaskan bahwa alasan mengapa penanaman pohon nantinya dilakukan di Provinsi Riau adalah karena daerah tersebut menjadi salah satu hutan konservasi pembinaan WWF.
“Selain itu, WWF mendeklarasikan tahun ini sebagai Tahun Harimau. Jadi, program ini dilakukan di daerah yang menjadi habitat harimau, seperti Taman Nasional Tesso Nilo tersebut,” tambah Yangki.
Sejauh ini, kerjasama yang telah dilakukan Yangki dan Hanna adalah seputar pengenalan ekosistem hijau yang terdapat di masing-masing negara. Pada minggu kedua, kedua partner ini bersama-sama memberikan informasi-informasi terkait dengan isu hangat sampai kebijakan pemerintah terkait lingkungan hidup.
Cita-cita dan Harapan Besar
Ketika ditanya mengenai kecintaannya terhadap lingkungan, Putra minang asal Payakumbuh Sumatera Barat ini mengatakan bahwa konsentrasinya terhadap lingkungan dimulai ketika ia kecil. Ia mengisahkan bahwa orang tuanya bekerja sebagai petani tembakau di desa kecil Gunuang baruah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.
“Waktu saya kecil, saya selalu membantu orang tua saya di lahan pertanian. Ayah saya memberitahu saya bahwa dari waktu ke waktu, sangat sulit hidup sebagai petani. Hal itu disebabkan karena cuaca yang tak terduga sehingga sulit untuk menanam tanaman,” tutur Yangki.
Kemudian cerita sang ayah mendorong Yongki untuk belajar lebih banyak lagi tentang lingkungan dan mencoba untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cita-cita besarnya adalah dapat terus berkontribusi dan bekerja di United Nations Climate Change Conference (UNCCC).
“Kalau di perkuliahan, lebih banyak teori. Bagi saya, harus ada usaha lain untuk mengimplementasikannya di lapangan. Dengan cara seperti inilah segala hal yang saya lakukan terkait dengan lingkungan, dapat membantu saya meningkatkan kemampuan dan berguna untuk banyak orang,” lengkap Yangki yang saat ini juga sebagai asisten dosen di Pusat Penelitian Ekonomi dan Studi Pembangunan (CEDS) Unpad. (eh)*



