Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Buku “Probiotik”, Karya Terakhir Almarhum Prof. Soeharsono
Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia
[Unpad.ac.id, 29/07] Jika ada pepatah gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama, tepatlah jika nama Prof. Soeharsono telah dikenal sebagai seorang ilmuan dan pendidik yang patut diteladani. Masih ingat dipikiran kita, bahwa guru besar Fakultas Peternakan Unpad ini pada bulan Mei lalu telah meninggal dunia dalam usia 73 tahun di RS Santo Boromeus Bandung.

Peluncuran buku "probiotik" karya almarhum Prof. Soeharsono di Executive Lounge Gedung 2 Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (29/07). (Foto: Tedi Yusup)
Tidak hanya nama baik yang almarhum tinggalkan, di akhir hidupnya Prof. Soeharsono pun telah mengamalkan ilmu yang bermanfaat. Buku yang berjudul “Probiotik” merupakan buah pikiran terakhir dari guru besar sekaligus salah satu pendiri Fakultas Peternakan Unpad tersebut. Bersama tujuh orang mantan mahasiswa bimbingannya di Pascasarjana Unpad, Almarhum Prof. Soeharsono berpesan untuk melanjutkan perjuangannya menyelesaikan buku yang dapat bermanfaat bagi kehidupan.
“Satu hari sebelum kepergiannya, ia sibuk menyelesaikan bukunya yang berjudul ‘Probiotik’. Buku itu merupakan karya terakhir Prof. Soeharsono yang menjadi amanat bagi para putra didiknya,” kata Dekan Fakultas Peternakan Unpad, Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA., dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku “Probiotik” di Executive Lounge Gedung 2 Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Kamis (29/07).
Dalam sambutannya, Dr. Iwan mengatakan bahwa peluncuran buku karya Prof. Soeharsono ini mengandung dua arti penting, yaitu dari sisi pengembangan ilmu dan sisi pengembangan institusi. Dari sisi pengembangan ilmu, ia dan rekan-rekan di Fakultas Peternakan lainnya sebagai generasi penerus, tergugah untuk mengembangkan ilmu tentang probiotik.
“Sementara dari sisi pengembangan institusi, Prof. Soeharsono menjadi panutan kami. Ia memiliki integritas yang tinggi dimana ia mengajarkan para pendidik bagaimana cara mengajar, bagaimana cara meneliti, dan mengembangkanya pada masyarakat,” lengkap Dr. Iwan.
Bedah buku dan diskusi buku Probiotik ini kemudian dibahas oleh Prof. Winugroho, APU. Guru Besar Balai Penelitian Peternakan, Ciawi, Bogor, Prof. Hj. Roostita Balia, Ph.D. Guru Besar Fakultas Peternakan Unpad. Prof. Winugroho mengatakan bahwa buku ini menjadi khusus karena membahas mengenai probiotik. Menurutnya saat ini banyak peternak dan petani tambak yang menggunakan antibiotik untuk mempercepat pertumbuhan ternaknya, padahal hal tersebut sangat membahayakan.
“Ini akan sangat membahayakan manusia yang mengonsumsi daging hewan atau ikan yang diberi pakan bercampur antibiotik. Antibiotik tidak bisa diuraikan dalam tubuh manusia, bahkan akan menjadi limbah yang sangat berbahaya,” ungkapnya.
Terkait dengan diluncurkannya buku probiotik ini, Prof. Win mengatakan bahwa buku karya Prof. Soeharsono ini menjadi buku bacaan yang baik terkait pengembangan dan pemanfaatan probiotik di dalam negeri guna menghasilkan produk unggulan.
“Mengenai manfaat probiotik, diharapkan akan mampu menginspirasi pengusaha atas pembuatan produk yang berefek baik ketika dikonsumsi masyarakat,” jelas Prof. Win.
Senada dengan Prof. Win, Guru Besar Fakultas Peternakan Unpad, Prof. Hj. Roostita Balia mengatakan bahwa buku ini strongly recommended. “Buku ini ditulis secara komprehensif, sangat informatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Almarhum Prof. Soeharsono mengintegrasikan probiotik dari segala bidang,” tutur Prof. Roosita.
Dalam buku ini, tujuh staf pengajar Fakultas Peternakan bertindak sebagai kontributor. Mereka adalah Dr. Lovita Adriani, Dr. Ratu Safitri, Dr. Osfar Sjutjan, Dr. Sirajuddin Abdullah, Dr. Rita Rostika, Dr. Hendronoto A Lengkey, dan Andi Musawwir.
“Kami adalah anak didik almarhum, peluncuran buku ini menjadi amanah terakhirnya. Momen yang paling kami ingat adalah betapa gigihnya beliau berupaya agar buku ini segera terbit,” tutur Dr. Lovita yang juga bercerita bahwa enam jam sebelum almarhum berpulang, Prof. Soeharsono masih sempat mengedit tulisan-tulisan tersebut.
Selain buku “Probiotik” yang diluncurkan hari ini, Prof. Soeharsono sebelumnya juga telah membuat beberapa buku, diantaranya Bionomika Ternak, Fisiologi Ternak, Laktasi Produksi dan Peranan Air Susu Bagi Kehidupan Manusia. (eh)*


