Berita Terbaru
Unpad Serahkan 7 Ton Beras ke BAZIS Jatinangor
Laporan oleh: Malikkul Shaleh
[Unpad.ac.id, 31/08] Panitia Bakti Sosial Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpad 2010-2011 hari ini, Selasa (31/08), menyerahkan sumbangan beras sebanyak 7 ton dari mahasiswa baru kepada masyarakat kurang mampu di sekitar kampus Unpad Jatinangor. Penyerahan diberikan melalui Badan Amal Zakat Infaq Sedekah (BAZIS) di Desa Sayang, Jatinangor sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat.

Beras yang akan diserahkan ke BAZIS Jatinangor diangkut dengan truk dari Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (31/08). (Foto: Dadan T.)
“Melalui Bazis agar tepat sasaran dan langsung dari pintu ke pintu. Prioritas pendistribusian beras ditujukan untuk penduduk sekitar jatinangor. Untuk wilayah Bandung, akan disebarkan di sekitar Dipati Ukur melalui DKM dan yayasan yang nanti kita diundang atau kita langsung antarkan,” ujar Ketua Koordinator Bakti Sosial PMB Unpad 2010-2011, Ir. Yadi Supriadi yang ditemui di gudang penyimpanan beras Kampus Unpad, Jln. Dipatiukur no. 35, Bandung, Selasa (31/08).
Menurut Yadi, beras yang berhasil terkumpulkan sejauh ini ada sekira 20 ton, dan masih mungkin ada penambahan lagi. Selain dari mahasiswa, beras ini juga berasal dari dosen, karyawan dan pimpinan fakultas dan universitas Unpad. “Partisipasi ini datang dari semua elemen di Unpad. Dari Unpad untuk masyarakat, itu esensinya,” jelasnya.
Mengingat semua itu adalah amanah dari penyumbang, apalagi jumlahnya tidak sedikit, Unpad harus mengawal proses ini. “Kami dalam hal ini mencoba belajar mengawal amanah. Unpad punya kekuatan yang besar, dampaknya memang tidak akan dirasakan sekarang, tapi ini berpengaruh bagi warga di daerah pedesaan,” tambahnya.
Selain beras, Unpad juga akan membagikan buku dari mahasiswa baru. Jumlah buku yang mencapai 20.500 eksemplar tersebut rencananya akan didistribusikan kepada masyarakat desa setelah Idul Fitri nanti. Buku akan diorientasikan kepada desa yang akses bukunya sulit, terutama yang letaknya di daerah pinggiran,
“Sekarang buku-bukunya telah dipacking, didata oleh LPM Unpad dan siap didistribusikan. Setiap desa akan dibagikan masing-masing sebanyak 200 buku,” ujar Yadi.
Berbeda dari konsep awal yang akan disalurkan ke daerah-daerah yang mempunyai perpustakaan di seluruh Jawa Barat, Yadi mengatakan bahwa konsepnya akan dibalik, yaitu akan diberikan kepada masyarakat desa yang belum memiliki perpustakaan sehingga mereka termotivasi untuk membuat perpustakaan. Apalagi dalam pelaksanaannya nanti akan melibatkan mahasiswa secara langsung.
“Ini juga tantangan bagi Unpad untuk menindaklanjuti masalah ini, sebab hanya memberikan buku saja semua orang bisa, tapi bagaimana menumbuhkan minat baca ini yang tidak mudah,” tutur pria yang pernah menjadi bagian dari tim pengembangan dan perencanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unpad ini.
Sebagai follow up dari kegiatan ini, Yadi bersama timnya akan membuat website khusus, sehingga pembagian buku dapat terpantau oleh semua pihak. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban bahwa pemberian dari mahasiswa baru benar-benar tersalurkan. Lebih jauh, Yadi mengatakan akan menyurati Bupati di daerah yang menjadi tempat penyaluran buku-buku ini, tetang hasil kegiatan yang telah 3 tahun ini Unpad lakukan.
“Membagi buku berbagi ilmu, itu temanya tahun ini. Unpad berusaha memposisikan orang yang memberi sebagai pihak yang membagikan ilmu, bukan membantu. Mereka kita anggap sebagai mitra. Dan pemerintah daerah akan sangat membantu bila mau ikut ambil bagian,” ucapnya. (eh)*


