Berita Terbaru
Sumbangan Beras dari Unpad Mulai Dibagikan
Laporan oleh: Eka Bahtera
[Unpad.ac.id, 02/09] Sebanyak 130 warga yatim piatu dan kurang mampu di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, menerima bantuan beras dari Unpad. Beras yang berasal dari sumbangan mahasiswa baru, dosen, karyawan serta pimpinan Unpad ini dibagikan langsung oleh petugas desa kepada warga, dan setiap warga menerima 5 kg beras.

Petugas Desa Cikeruh Jatinangor menyerahkan sumbangan beras dari Unpad kepada warga di Kantor Desa Cikeruh, Jatinangor, Kamis (2/09). (Foto: Eka Bahtera)
“Beras yang akan dibagikan di Desa Cikeruh ini ada sebanyak 650 kilogram, itu akan dibagikan kepada 130 warga, itu artinya setiap warga mendapatkan 5 kilogram beras,” tutur Koordinator Divisi Kesejahteraan Masyarakat Desa Cikeruh, Rudi Priadi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Unpad menyerahkan 7 Ton Beras untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagian beras yang dilaksanakan di Kantor Desa Cikeruh, Jln. Kol A.Syam Ciawi Cikeruh Jatinangor, Sumedang, Kamis (02/09), berlangsung lancar aman dan tertib. Setiap warga yang akan menerima sumbangan beras mengantri dan menunggu panggilan dengan tertib untuk mendapatkan beras.
“Warga di Desa Cikeruh ini berasal dari 9 Rukun Warga (RW) yang ada, data-data penerima sudah kami dapatkan dari RW setempat. Warga yang hadir kemudian kami absen dan menunggu untuk mendapatkan beras. Syukur semua lancar dana aman,” ujar Rudi.
Pembagian beras tersebut dihadiri juga oleh lima orang perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad dan beberapa fakultas di Unpad. Mereka hadir dalam pembagian ini sebagai saksi bahwa beras telah disumbangkan langsung, selain itu juga membantu petugas desa membagikan beras tersebut.
Pembagian beras tersebut merupakan bentuk kepedulian Unpad kepada warga yang ada di sekitar Kampus Unpad yang berada di Bandung dan Jatinangor. Pengumpulan beras sendiri dilakukan oleh panitia Bakti Sosial Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpad Tahun Akademik 2010-2011.
Namun walaupun semua lancar dan aman, Rudi mengatakan bahwa waktu yang diberikan untuk mengelola beras tersebut sedikit mepet. “Waktunya sempit, kami hanya punya waktu satu hari untuk membuat program dan mengumpulkan data masayarakat. Kemarin beras datang, hari ini langsung dibagikan. Untuk selanjutnya waktu yang diberikan jangan terlampau mendadak,” saran Rudi.
Beberapa warga yang menerima sumbangan beras ini mengaku senang dan mengucapakan rasa terimakasih atas kepedulian Unpad.
“Hatur nuhun pisan (terimakasih banyak) saya ucapkan sama Unpad. Saya senang sekali dapat beras. Mudah-mudahan dapat balasan yang setimpal dari yang Kuasa,” ungkap Engkom, warga Cikeruh.
“Berasnya katampi pisan (keterima), mudah-mudahan ikhlas yah. Mudah-mudahan dapat balasan yang setimpal, saya doakan lahir bathin,” ungkap Ida, seorang warga lainnya. (eh)*


