Berita Terbaru
Teladan Pemerintahan Babad Galuh Imbanagara untuk Pemerintahan Saat Ini
Laporan oleh: Artanti Hendriyana
[Unpad.ac.id, 2/09] Keberhasilan yang dicapai oleh seorang kepala pemerintahan, khususnya bupati, tentu sangat didukung oleh kemampuan dalam memberdayakan masyarakatnya. Di masa lalu, sosok seorang bupati termasuk ke dalam kategori pemimpin karismatik, pemimpin yang mampu menggerakkan orang lain melalui kekuasaan pribadinya.
“Bupati memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk membuat program-program strategis untuk membangun daerahnya. Bagi seorang bupati yang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang tinggi, banyak gagasannya yang dituangkan dalam memberdayakan dan membangun berbagai kebutuhan masyarakatnya,” jelas Nenny Kencanawati saat mempertahankan disertasinya yang berjudul “Babad Galuh Imbanagara (BGI), Kajian Tentang Penerapan Unsur-unsur Pemberdayaan dan Hubungan Manusiawi Masa Pemerintahan Bupati Galuh Abad ke-19, Disertai Edisi Teks” pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana Unpad, Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Kamis (2/09).
Dalam disertasinya ini, Nenny membahas naskah yang ditulis oleh Wiraadikosoema mengenai keadaan Kabupaten Galuh (sekarang Ciamis) di bawah pemerintahan Bupati Galuh pada masa itu, Raden Adipati Aria Kusumadiningrat.
Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jawa Barat ini berharap, nilai-nilai luhur warisan masa lalu yang terkandung dalam naskah selayaknya harus tetap diberdayakan dan dihidupkan kembali di tengah-tengah masyarakat, agar nilai-nilai tersebut memberikan manfaat positif dalam mendukung pembangunan masa kini dan masa yang akan datang. Contohnya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam BGI ini, dimana sosok bupati yang diceritakan dalam naskah tersebut layak untuk dijadikan panutan bagi generasi masa kini.
”Keberhasilan yang dicapai oleh Raden Adipati Aria Kusumadiningrat dulu dapat memberikan inspirasi pada bupati pada saat ini. Kiprah pembangunan dengan gagasan yang cemerlang darinya, bisa dijadikan contoh untuk bupati pada saat ini,” ungkap Nenny.
Raden Adipati Aria Kusumadiningrat merupakan sosok kepala pemerintahan, dalam hal ini tingkat kabupaten, yang dianggap telah menampakkan usaha-usaha pemberdayaan masyarakat dan hubungan manusiawi. Nenny menjelaskan bahwa ada beberapa kiprah dari Raden Adipati Aria Kusumadiningrat yang telah diwujudkan dalam program-program di beberapa bidang kehidupan bermasyarakat.
Misalnya, dalam bidang pertanian, Bupati Abad ke-19 tersebut membantu para pertani dalam pengairan sawah, dimana pada masa itu para petani Galuh sangat kesulitan dalam mengairi sawah. Kemudian dalam bidang pendidikan, ditandai dengan dibangunnya sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Galuh pada saat itu.
Kesuksesan dalam bidang keagamaan misalnya, Raden Adipati Aria Kusumadiningrat yang dikenal sebagai seseorang dengan pengetahuan agama cukup tinggi melakukan pembangunan masjid-masjid hingga ke desa-desa. Dalam bidang ekonomi, Kangjeng Prabu ini membangun pegadaian untuk membantu masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
”Pada masa itu, Raden Adipati Aria Kusumadiningrat melakukan pembangunan-pembangunan dengan memprioritaskan kebutuhan utama masyarakat,” jelas Nenny.
Nenny pun menjelaskan bahwa Raden Adipati Aria Kusumadiningrat bukan hanya memiliki kredibilitas di mata masyarakatnya saja, tapi ia juga dipercaya oleh pemerintahan Belanda pada masa itu. Bahkan karena kepercayaan itulah, usulan-usulan dari Raden Adipati Aria Kusumadiningrat banyak dikabulkan oleh pemerintah Belanda. Raden Adipati Aria Kusumadiningrat juga banyak mendapatkan penghargaan dari pemerintah Belanda seperti payung kebesaran, Songsong Kuning dan bintang Ridder in de Orde Van den Naderlanschen Leew.
Atas disertasinya ini, Nenny berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat ”Sangat Memuaskan”. Nenny meraih gelar akademis tertingginya itu setelah menempuh perkuliahan di Pasca Sarjana Unpad Fakultas Sastra dengan Bidang Kajian Ilmu Filologi. (eh)*



