Berita Terbaru
Gelar Sosialisasi Reakreditasi, Unpad Siap Raih Akreditasi Terbaik
Laporan oleh: Malikkul Shaleh
[Unpad.ac.id, 03/09] Akreditasi dipahami sebagai penentuan standar mutu serta penilaian terhadap suatu lembaga pendidikan (dalam hal ini pendidikan tinggi) oleh pihak di luar lembaga pendidikan itu sendiri dan secara sederhana filosofi akreditasi memiliki makna yaitu tulis yang dikerjakan dan kerjakanlah apa yang ditulis. Unpad sebagai salah satu universitas besar di Indonesia dituntut untuk memiliki standar mutu pendidikan yang baik. Unpad berencana melakukan reakreditasi perguruan tinggi pada tahun mendatang.

Prof. Nurpilihan saat menjadi pembicara dalam sosialisasi reakreditasi di Executive Lounge Gedung 2 Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (3/09). (Foto: Malikkul Shaleh)
“Dalam kegiatan sosialisasi reakreditasi ini, diharapkan banyak masukan-masukan yang muncul untuk lebih jauh menjadikan apa-apa yang telah dilakukan sebelumnya jadi lebih baik. Dan semua ini dilakukan adalah untuk kepentingan kita bersama dan Unpad,” ujar Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad, Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti saat memimpin acara Sosialisasi Reakreditasi Unpad bersama asesor (penilai) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang berasal dari Unpad di Executive Lounge, Gedung 2 Kampus “Iwa Koesoemasoemantri” Universitas Padjadjaran, Jln. Dipatiukur No.35 Bandung, Jumat (03/09).
Prof. Dr. Hj. Nurpilihan Bafdal, Ir., M. Sc, yang bertindak selaku pembicara pada acara sosialisasi tersebut mengatakan bahwa rencana Unpad yang akan melakukan reakreditasi ini harus disiasati dengan melakukan serangkaian persiapan dan perbaikan. Salah satu yang harus dilakukan adalah mengadakan simulasi akreditasi yang sifatnya internal oleh para asesor BAN PT yang berasal dari Unpad.
“Sebelum nantinya diberikan kepada asesor BAN PT ke Jakarta, kita akan melakukan simulasi terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah sudah layak untuk dikirimkan. Penilaian terhadap borang dan atau portfolio tentang Unpad akan dinilai oleh teman-teman asesor disini,” ujar Prof. Nurpilihan.
Mengenai alasan kenapa hal ini dilakukan, Prof. Nurpilihan menjelaskan bahwa Unpad masih harus banyak berbenah untuk merubah status nilai akreditasinya menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. Menurutnya memenuhi tujuh standar akreditasi saja tidak lah cukup untuk mendapatkan nilai “A” apalagi mengingat Unpad mempercepat target mencapai World Class University (WCU).
“Tujuh standar yang dimaksud di sini, yaitu visi misi, tata kepemimpinan, kemahasiswaan dan lulusan, sumber daya manusia, pendanaan sarana dan prasarana, pembelajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, kerjasama, dan juga sistem penjaminan mutu dan manajemen informasi. Kesemuanya itu mutlak harus baik jika Unpad ingin mendapatkan nilai “A” selain turunan-turunannya yang lain,” ujar Prof. Nurpilihan yang juga anggota asesor BAN PT ini.
Hasil diskusi pada acara ini pun mengerucut bahwa perlu ada langkah-langkah strategis dan konkret untuk memperlancar proses reakreditasi ini, diantaranya pedoman yang selama ini telah ada harus dijalankan sepenuhnya oleh semua elemen di Unpad dan perlu ada keseragaman pandangan dari fakultas-fakultas tentang proses reakreditasi tersebut dengan bahu-membahu bersama-sama mengupayakan perbaikan.
“Selain hal-hal yang kita diskusi hari ini, salah satu yang harus menjadi pelajaran dan pertimbangan bahwa visi dan misi fakultas dan universitas harus memiliki kesamaan sehingga dalam penjabarannya mewakili Unpad tidak hanya fakultas. Visi dan misi fakultas merupakan turunan dari universitas, sehingga sama halnya dengan standar mutu. Jika pun ada perbedaan atau variasi, itu hanya pengembangan saja,” ujar salah satu asesor yang juga guru besar FH Unpad, Prof. Dr. Etty R. Agoes, SH, LL.M. (eh)*


