Berita Terbaru
Soeharsono Sagir, Sang Pelopor Ekonomi Kerakyatan
Laporan oleh: Anton Sumantri
[Unpad.ac.id, 17/01] Seorang ekonom besar dari Unpad, kini menginjak usia ke 75 tahun. Pada dekade 70-an, Ia sangat produktif menulis mengenai perekonomian di Indonesia. Ia dikenal rekan sejawat dan murid-murid serta kerabat sebagai seorang yang jujur, disiplin, kritis, keras, teguh dalam memegang prinsip, namun juga penyayang dan arif.

Kuliah kenangan Soeharsono Sagir (Foto oleh Dadan Triawan)
Ekonom tersebut tak lain ialah Drs. H. Soeharsono Sagir. Seorang Guru Ekonomi Unpad yang disegani di kalangan ekonom Indonesia. Kini dalam memperingati ulang tahun yang ke-75, Pak Sagir, biasa ia disapa, merayakannya dengan menggelar Kuliah Kenangan yang diselenggarakan di gedung Magister Manajemen Unpad, Bandung, Sabtu (17/01).
Acara ini dihadiri sejumlah sivitas akademika Fakultas Ekonomi Unpad, di antaranya Dekan FE Unpad, Prof. Dr. Hj. Ernie T. Sule, SE., M.Si, Rektor ke-7 Unpad, Prof. Dr. H. Yuyun Wirasasmita, SE., M.Sc., Dekan FE Unpad periode 2004-2008, Prof. Dr. Sutyastie Soemitro Remi, SE., MS., Guru Besar FE Unpad, Prof. Dr. Ina Primiana Sagir, SE., MT. dan Prof. Dr. Yuyus Suryana Sudarma, SE., MS.
Kuliah kenangan ini juga dihadiri oleh Pembantu Rektor II Unpad, Prof. Dr. Hj. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., Direktur Program Magister Manajemen, Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini , SE., Spec.Lict., Ketua Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan FE Unpad, Kodrat Wibowo Ph.D., Alumni FE Unpad, Setyanto P. Santosa, dan Mantan Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), Laksamana TNI (Purn) H. M. Soedomo, serta undangan lainnya.

FE Unpad memberi kenangan lukisan kepada Soeharsono Sagir (Foto oleh: Dadan Triawan)
Dalam sambutannya, Prof. Ernie mengatakan, pemikiran-pemikiran Prof. Sagir sangat berpengaruh dan masih berpengaruh hingga kini. Diharapkan semangatnya dalam mengembangkan ilmu ekonomi yang tak pernah padam dan dapat menginspirasi ekonom-ekonom lain untuk mengembangkan hal yang sama. “Pemikirannya mengenai ekonomi kerakyatan membuat FE Unpad dikenal sebagai pelopor ekonomi kerakyatan sejak dekade 70,” ujar Prof. Ernie.
Berkat pemikiran Prof. Sagir pulalah, lanjut Prof. Ernie, Lab Manajemen FE Unpad berhasil mendapatkan Upakarti dari Presiden RI pada 1990. Lab Manajemen juga ditunjuk Pemerintah Kota Bandung untuk mengorganisir pelatihan kewirausahaan pada 2008. “Pada tahun ini juga FE Unpad akan menjadi tuan rumah dalam Deklarasi Asosiasi Kewirausahaan di Unpad kampus Dipatiukur,” kata Prof. Ernie, sambil menambahkan bahwa FE Unpad juga memperkenalkan program ekonomi syariah di ketiga jurusan, yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Syariah, dan Akuntansi Syariah.
Sementara itu, Rektor ke-7 Unpad, Prof. Yuyun memandang Prof. Sagir sebagai orang yang jujur, berwatak keras dan kritis. “Karena sifatnya tersebut, Prof. Sagir, sempat dijuluki provokator atau pembangkang pada era 70-an,” kenang Prof. Yuyun. Bersama Prof. Yuyun dan sejumlah Guru Besar FE Unpad, Prof. Sagir mengangkat Wakil Presiden pertama RI, Bung Hatta, sebagai Guru Besar Tetap FE Unpad. Prof. Sagir pula yang memasukkan kewirausahaan ke dalam perguruan tinggi, mendahului perguruan tinggi yang lain. Selain itu, Prof. Yuyun juga mengatakan, Prof. Sagir merupakan salah satu peletak fondasi FE Unpad.
Dalam kesempatan yang sama, Setyanto P. Santosa yang juga murid Prof. Sagir mengatakan, dirinya sangat terpengaruh oleh perkataan Prof. Sagir. Saat itu, gurunya tersebut mengatakan, “Dalam bekerja, jika dalam 10 tahun Anda tidak memegang peranan penting dalam lingkungan kerja Anda, maka karier Anda akan hancur.”
Kalimat itulah yang memacu dan memicu dirinya untuk terus bekerja lebih cerdas dan lebih keras lagi. Setyanto juga mengenal Guru Ekonomi tersebut sebagai orang yang vokal, berani, jujur dan kritis. “Karakter seperti itu terbukti dengan tulisan-tulisannya, baik yang dimuat di koran maupun media massa lain,” ujar Setyanto yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Telkom.

Soeharsono Sagir memberi potongan tumpeng kepada Soedomo (Foto oleh: Dadan Triawan)
Kesan yang sama juga dirasakan Laksamana TNI (Purn) H. M. Soedomo, yang saat menjabat sebagai Pangkopkamtib dan Menteri Tenaga Kerja, mengangkat Prof. Sagir sebagai Staf Ahli Ekonomi. “Saya mengenal Prof. Sagir sebagai orang yang straight to the point namun down to earth dalam menyelesaikan masalah,” ungkap Soedomo.
Sembari bergurau, Soedomo juga mengatakan, sebelumnya orang mengenal dirinya sebagai orang yang hanya mengerti bagaimana menangkap orang. Tapi sejak ia mengutip kalimat Prof. Sagir yang berbunyi “Sektor informal ialah katup pengaman lapangan kerja”, sejak saat itu Soedomo dikenal sebagai orang yang memahami ekonomi.
Dalam kesempatan itu pula diluncurkan buku memoar Prof. Sagir yang berjudul “Kapita Selekta Ekonomi Indonesia, Bersama Para Sahabat”. Terdapat 30 penulis menyumbangkan tulisannya ke dalam buku tersebut. (rth)*


