Berita Terbaru
Prof. Otje “Tuhan Ada Dimana?”, Purnabakti
Laporan oleh : Inge Suratmining
[Unpad.ac.id, 17/01] Awal tahun 2009 ini menjadi kenangan bersejarah bagi salah satu Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad). Prof. Dr. H. Otje Salman Soemadiningrat., S.H. memasuki masa purnabakti, setelah pada 9 Januari 2009 lalu genap berusia 70 tahun. Acara purnabakti Prof. Otje tersebut digelar pada di Ruang Serba Guna, Gedung Rektorat Baru, Jl. Dipati Ukur 35, Bandung, Sabtu (17/01).

Prof. Otje dan istri memotong tumpeng bersama (Foto oleh: Tedi Yusup)
Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Timur Pradopo, Dekan Fakultas Hukum (FH) Unpad, Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli, S.H., M.H., Pembantu Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti, Sekretaris Senat, Prof. Dr. Johan S. Masjhur, Sp.KN., Guru Besar Emeritus Prof. Dr. Lili Rasjidi, Rektor ke-9 Unpad Prof. Dr. H.A. Himendra W, dr., SpAn., KIC., KNA, dan beberapa tamu undangan lainnya.
Mengawali kata sambutannya, Dekan FH, Prof. Ramli mengaku mendapatkan kesan yang mendalam terhadap Prof. Otje. Selain sebagai dosen yang sangat dekat dengan mahasiswanya, Prof Otje, menurut Prof. Ramli, merupakan aset berharga bagi Fakultas Hukum Unpad.
“Meski telah purnabakti, kami berharap Prof. Otje dapat terus berkiprah dan bersedia meluangkan waktu serta pemikirannya di Unpad,” tutur Prof. Ramli yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Prof. Otje memberi sambutan dalam purbaktinya (Foto oleh: Tedi Yusup)
Prof. Ramli juga mengenal Prof. Otje sebagai sosok yang terus mempertahankan teori Hukum Pembangunan. Besarnya dukungan Prof. Otje terhadap Fakultas Hukum, menurut Prof. Ramli, salah satunya terwujud dalam bentuk pembangunan Gedung Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja beberapa waktu lalu.
Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia memandang Prof. Otje sebagai sosok yang sangat kompetitif dan memiliki jiwa sportivitas tinggi. “Sebagai dosen, mata kuliah yang diajarkan Prof. Otje yaitu Sosiologi Hukum dan Filsafat Hukum merupakan bagian yang sangat fundamental, sebagai bekal dalam memahami dan melaksanakan hukum di suatu negara,” tutur Prof. Ganjar.
Di kalangan mahasiswanya, Prof. Otje dikenal dengan pertanyaannya yang khas, “Tuhan Ada Dimana?”. Pertanyaan filosofis itu sering diajukannya di ruang-ruang kuliah, dan seperti sulit dijawab. Makna dari pertanyaan itu adalah, Tuhan ada di jarak yang paling dekat dengan diri manusia. Tuhan ada di setiap urat nadi manusia. Ini setidaknya menunjukkan ketertarikan Prof. Otje pada perihal religi dan ketuhanan.
Sementara itu, Prof Otje dalam sambutannya mengatakan ucapan terima kasih kepada Unpad yang telah banyak berjasa dalam perjalanan hidupnya. “Terima kasih kepada lembaga Unpad yang telah begitu banyak berjasa dalam kehidupan saya,” ucap Prof. Otje. Pada kesempatan tersebut, Prof. Otje yang juga meluncurkan buku berjudul “Filsafat Hukum” itu berterima kasih kepada para mahasiswa yang telah memberi banyak peluang untuk menambah ilmu.

Foto bersama usai penyerahan buku "Filsafat Hukum" karya Prof. Otje (Foto oleh: Tedi Yusup)
Dalam acara tersebut digelar pula talkshow bertema “Menyikapi Merosotnya Kesadaran Hukum Masyarakat” dengan pembicara Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Timur Pradopo, Dekan Fakultas Hukum (FH) Unpad, Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli, S.H., M.H., Guru Besar FH Unpad, Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, SH., MH., dan dosen FH Universitas Pasundan (Unpas), Dr. Anthon F. Susanto, SH., MH. Acara kemudian diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Prof. Otje sebagai simbol masa purnabakti di Unpad. (rth)*


