Berita Terbaru
Enam Bulan Belajar di Unpad, 14 Dosen Magang Mengaku Peroleh Banyak Manfaat
[Unpad.ac.id, 26/10/2011] Unpad secara resmi melepas 14 peserta kegiatan dosen magang tahun 2011. Hasil evaluasi yang dibacakan pada acara pelepasan oleh tim panitia, menyebutkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari para peserta magang sesudah kegiatan magang dilakukan. Para peserta magang pun mengatakan terdapat banyak hal yang didapat selama mengikuti proses kegiatan magang baik dari segi pengelolaan, pengajaran hingga pencapaian kemampuan pribadi.
Kegiatan dosen magang ini telah dimulai sejak 9 Mei 2011 silam. Selama hampir enam bulan, para peserta magang diikutsertakan dengan berbagai kegiatan baik di tingkat universitas (pusat) maupun di fakultas. Berbagai hal yang menjadi fokus para peserta magang diantaranya tentang pengelolaan perguruan tinggi, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, para peserta magang juga diberikan berbagai macam pelatihan dari unit-unit kerja yang ada lingkungan Unpad seperti pelatihan e-learning oleh Center of Information Scientific Resource and Library (CISRAL) Unpad dan pelatihan pembuatan proposal penelitian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpad.
Dr. Hj. Funny Mustikasari Elita selaku pelaksana dosen magang mengatakan bahwa hasil evaluasi yang dilakukan pada akhir masa magang ini didasarkan hasil pre-test yang dilakukan pada awal kegiatan magang sebelum para peserta ditempatkan di fakultas. Hasil yang diperoleh cukup memuaskan karena secara individu maupun berdasarkan kategori dan subkategori, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Rata-rata persentase kenaikan disemua kategori mencapai 50 %. Peningkatan tertinggi adalah pada kategori pengabdian kepada masyarakat, yaitu pengetahuan tentang Program Karya Nyata Mahasiswa (PKNM) yang pada pre-test sebesar 10 % meningkat menjadi 73 % atau terjadi peningkatan sebesar 63 %.
“Untuk pengetahuan individu pun meningkat dengan rata-rata nilai kenaikan sebesar 46,86 %. Ini membuktikan bahwa proses magang ini cukup berhasil. Penetapan target yang lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang nantinya bagaimana kesepakatan kita saja. Peserta dan penerima dalam kegiatan ini sungguh antusias. Mungkin itu penyebabnya kenapa pencapaiannya bisa sebaik ini,” ujar Funny saat memberikan laporan di acara pelepasan kegiatan dosen magang yang digelar di Executive Lounge Gedung 2 lantai 2 Unpad Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (26/10).
Hal yang sama juga dirasakan oleh para peserta magang. Mereka banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan berharga selama mengikuti kegiatan magang. Mudafir Hi. Taher lambutu, S.IP asal Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dalam presentasi hasil kegiatan magangnya mengutarakan bahwa selama kegiatan magang, kegiatan dari LPPM menurut mereka sangat penting dan berguna. Kebanggaan tersendiri dari Unpad yang mereka rasakan adalah diberikannya pelatihan budi pekerti kepada mereka pada saat kegiatan magang berlangsung.
“Kami merasa beruntung karena setelah kami konfirmasi ke teman-teman peserta magang yang lain ternyata hanya di Unpad ada pelatihan budi pekerti dan kegiatan ekstrakulikuler kunjungan berkeliling Bandung. Terima kasih,” ungkapnya.
Afrianto, S.S asal STBA Teknokrat Lampung pun mendapatkan pengalaman lain di luar aktivitasnya di dalam kampus selama kegiatan magang berlangsung. Afrianto menjadi lebih mengenal karakter orang-orang dan kebudayaan Sunda yang ternyata sangat lembut dan ramah berbeda dengan dirinya yang berasal dari tanah Sumatra. Apresiasi pun sengaja dipersiapkan oleh Afrianto dan teman-temannya dengan persembahan tari dan lagu khas Sunda.
“Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Mereka (orang Bandung) sangat lembut. Saya telah coba beradaptasi dengan lingkungan disini, dan ini hasilnya. Tidak ada kata yang bisa diungkapkan kecuali tepuk tangan untuk Unpad,” jelasnya disusul riuh bunyi tepuk tangan.
Peserta kegiatan magang yang berjumlah 14 orang ini sendiri merupakan perwakilan dari 14 perguruan tinggi dan sekolah tinggi di seluruh Indonesia. Keragaman latar belakang dan budaya seolah mewakili Indonesia dari Sabang hingga Merauke karena ada peserta yang berasal dari Universitas Yapis, Papua dan Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat. *



