Berita Terbaru
Apresiasi Budaya Lewat Pasanggiri Tembang Sunda
Laporan oleh: Anton Sumantri
[Unpad.ac.id, 11/02] Sebagai universitas yang lahir dari rakyat dan tatar Sunda, Unpad sangat memperhatikan perkembangan budaya Sunda. Berbagai kegiatan mulai dari ranah wacana hingga bentuk nyata kegiatan telah banyak dilakukan Unpad. Salah satu kegiatan pemeliharaan dan pengembangan budaya Sunda yang dilakukan Unpad ialah mengapresiasi tembang-tembang Cianjuran. Acara tersebut dilaksanakan di Bale Rumawat Padjadjaran, Jl. Dipati Ukur 35 Bandung. Apresiasi tersebut terbingkai dalam Sosialisasi dan Diskusi Lagu-lagu Pasanggiri Tembang Sunda.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, dan Steering Committee Pasanggiri Tembang Cianjuran 2009, sedangkan dari pihak seniman Sunda, hadir Euis Komariah, Enip Sukandar, Zachir Zahri, Ubun R. Syah, Yus Wiradiredja, Aam Amilia, dll. Kegiatan ini merupakan upaya sosialisasi dan diskusi lagu-lagu yang akan dibawakan dalam Pasanggiri Tembang Cianjuran 2009. Menurut panitia, Pasanggiri akan dilaksanakan sekira Juni 2009. Dalam sosialisasi, sekitar 25 lagu yang terbagi dalam Laras Pelog, Sorog, Mandalungan dan Salendro diperdengarkan.
Berbagai masukan datang dari komentator yang hadir, yaitu Gugum Gumbira, Heri Herdini, dan Rina Usman. Menurut Gugum Gumbira, lagu-lagu yang diperdengarkan memenuhi syarat dan layak dibawakan ketika Pasanggiri nanti. Sementara itu, menurut Heri Herdini, ciri khas tembang Cianjuran ialah strukturnya cenderung melangkah, sangat jarang tembang cianjuran yang melodinya meloncat. Ia pribadi membuat formulasi kriteria tembang Cianjuran, yaitu: memiliki tingkat kesulitan yang relatif tinggi, sinkronisasi, karakter tembang Cianjuran tampak menonjol dan memiliki harmonisasi. Ia menilai, lagu-lagu yang diperdengarkan telah memenuhi syarat untuk dibawakan dalam Pasanggiri nanti. (eh)*



