Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Budaya
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Tanpa Persepektif Sosial dan Lingkungan, Pembangunan Berkelanjutan Menemui Jalan Buntu
 

Berita Terbaru

  • Festival Budaya Arab & Islam 2012
  • Invasi Barat ke Tanah Arab Munculkan Sekulerisme
  • KSH International Education Exhibition 2012
  • Talk Show Hak Cipta “Ciptaku Bukan Ciptamu”
  • Bantu Identifikasi Korban Sukhoi SJ100, Ahli Forensik Unpad Bergabung dengan Tim DVI Polri

Tanpa Persepektif Sosial dan Lingkungan, Pembangunan Berkelanjutan Menemui Jalan Buntu

[Unpad.ac.id, 03/02/2012] The 2nd Congress of East Asian Association of Environmental and Resource Economics (EAAERE 2012) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad telah bergulir. Selama kegiatan ini, ratusan ahli ekonomi se-Asia Timur dari 16 negara akan membahas isu-isu penting terkait dengan lingkungan serta hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi lingkungan dan sumber daya alam. Lebih jauh, terdapat harapan yang besar akan kongres ini untuk dapat menemukan alternatif baru penyelesaian masalah yang sedang dihadapi dunia saat ini.

Prof. Emil Salim saat menjadi keynote speech di Kongres EAAERE 2012 di Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung (Foto: Tedi Yusup)*

Acara pembukaan digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (03/02) dan secara resmi dibuka oleh Dekan FEB, Prof. Ernie Tisnawati Sule. Turut hadir pula memberikan sambutan pada acara pembukaan, Presiden EAAERE, Prof. Kazuhiro Ueta, mantan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. Emil Salim, dan ahli ekonomi lingkungan, Prof. Thomas Sterner dari Gothenburg University, Swedia, selain Dr. Arief Anshory Yusuf selaku ketua pelaksana EAAERE 2012. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari para peneliti, para profesional, pembuat kebijakan, serta perwakilan organisasi internasional.

Saat menyampaikan keynote speech, Prof. Emil mengatakan bahwa upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan yang telah disuarakan sejak puluhan tahun lalu ternyata menemui jalan buntu, atau dapat dikatakan gagal. Hal ini karena orientasi pembangunan nyatanya masih bersifat ekonomistis tanpa memasukkan perspektif sosial dan lingkungan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kenapa sulit menyatukannya? Karena nyatanya pada level global pun terbagi ke dalam sektor-sektor hingga di level nasional. Setiap sektor hanya berorientasi pada goalnya masing-masing tanpa berpikir untuk memasukkan konteks sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan EAAERE 2012 menurut Prof. Emil merupakan momen yang tepat untuk secara serius dan kritis mengkoreksi apa yang terjadi dengan pembangunan saat ini sehingga mendapatkan pemahaman umum untuk selanjutnya melakukan sedikit perubahan.

“Momen ini lebih dari sekedar kongres. Arah baru pembangunan berkelanjutan akan kita capai disini. Kita sama-sama berharap. Saya melihat peluang pencapaian pembangunan berkelanjutan itu dari sini,” harapnya.

Pengharapan yang sama datang dari  Arief untuk EAAERE 2012. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini semoga masyarakat Indonesia khususnya pelaku ekonomi untuk merubah cara pandangnya dari hanya mementingkan pencapaian ekonomi saja dengan memasukkan aspek sosial dan lingkungan kedalam arahan pembangunan.

“Green economy saat ini telah banyak digembar-gemborkan. Namun apakah itu hanya semangatnya saja tanpa melihat kondisi? Nyatanya pembangunan berkelanjutan yang diharapkan masih jauh dari kata berhasil. Kita harus sudah merevitalisasi pandangan ekonomi kita saat ini dengan memasukkan aspek sosial dan lingkungan,” jelasnya.

Selama dua hari kedepan hingga Sabtu (4/02), ratusan peserta akan mendiskusikan hasil penelitian mereka kedalam beberapa isu besar, diantaranya isu tentang climate change, pembangunan dan lingkungan, pangan dan pertanian, pemerintahan, lahan dan air, pertambangan dan energi, instrumen kebijakan, pencemaran dan recycling serta energi terbarukan.  *

Laporan oleh: Malikkul Shaleh | | | eh*

Sebelumnya

  • Unpad dan UIN Sunan Gunung Djati Tanda Tangani Memorandum of Understanding
  • Sebanyak 12 Mahasiswa Unpad Ikuti London International MUN
  • Galeri Foto: Raker dan Outbound Pimpinan Unpad

Sesudahnya

  • Invasi Barat ke Tanah Arab Munculkan Sekulerisme
  • Bantu Identifikasi Korban Sukhoi SJ100, Ahli Forensik Unpad Bergabung dengan Tim DVI Polri
  • Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad Gelar Perlombaan Vokal Grup Jaipongan se-Jawa Barat

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube