Berita Terbaru
Dharma Wanita Persatuan Unpad Gelar Penyuluhan Bagi Kader Posyandu
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 4/03] Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unpad menggelar penyuluhan bagi para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) hasil binaan fakultas-fakultas di lingkungan Unpad, Selasa (3/03) di Saung Meeting di kawasan Kampus Unpad, Jatinangor. Penyuluhan ini merupakan kegiatan rutin tiga bulanan yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan para ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan posyandu.

Ketua DWP Unpad (baju pink) dan ibu-ibu kader posyandu sedang memperhatikan penyuluhan (Foto: Tedi Yusup)
Sekretaris DWP Unpad, Linda Dicky menyatakan, tema yang diambil dalam penyuluhan kali ini adalah “Penghijauan Lingkungan Hidup” oleh Prof. Dr. Denny Kurniadi, Ir., M.Sc. Tema tersebut dipilih sebagai bagian dari pelaksanaan program seksi kesejahteraan sosial dan budaya DWP Unpad dan turut mendukung program pemerintah dalam hal penghijauan.
Dijelaskan Linda, untuk periode 2008/2009 ini, posyandu yang dibina DWP Unpad mencapai 35 buah yang terdiri dari 1.872 bayi dan balita. “Setiap fakultas yang ada di lingkungan Unpad membina dua Posyandu dan program kali ini dilakukan pembagian seragam, meja tulis, dan pohon roselle untuk setiap posyandu yang kami bina,” ujar Linda.
Selain itu, kata Linda, diadakan pula demo pembibitan tanaman yang dilakukan oleh dosen Fakultas Pertanian Unpad, Hadi Mulyono, S.P. dihadapan sekitar 70 kader peserta penyuluhan. Dalam demo tersebut, Hadi menjelaskan cara menanam dan merawat tanaman juga petunjuk praktis seputar perawatan tanaman tersebut. Usai penjelasan, para peserta juga dibawa ke tempat pembibitan tanaman.
Ketua DWP Unpad, Yatti Ganjar Kurnia, SH. mengatakan, tema kegiatan penyuluhan ini sengaja disusun berdasarkan permintaan para kader Posyandu yang disesuaikan dengan kebutuhan. “Penyuluhan tiga bulan lalu membahas mengenai penyakit demam berdarah, karena saat itu sedang ramai dibicarakan. Sekarang, kami sesuaikan dengan kebutuhan ibu-ibu tentang pentingnya penghijauan dan keterampilan menanam pohon roselle,” lanjut Yatti.
Istri Rektor Unpad ini mengatakan, setiap kader yang hadir akan diberikan dua bibit sayuran yang telah disemai dan kompos seberat 5 kg. Selain itu, mereka juga diberikan pohon roselle yang dikenal sebagai tanaman yang memberikan manfaat untuk kesehatan. Bibit-bibit tanaman ini akan ditanam di rumah masing-masing.
Ia menambahkan, setiap fakultas yang membina 35 posyandu itu memberikan santunan sebesar Rp 35.000 per bulan. Santunan yang terkumpul sebesar Rp 1.225.000 setiap bulan ini digunakan untuk bantuan tambahan makanan sehat bagi bayi dan balita. Yatti mengharapkan melalui kegiatan penyuluhan ini, kader-kader yang diundang dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya kepada ibu-ibu di wilayah posyandu masing-masing. (eh)*
![]() |
![]() |



