Berita Terbaru
- Daftar Penginapan di Sekitar Kampus Unpad Bandung dan Jatinangor
- Tanpa Persepektif Sosial dan Lingkungan, Pembangunan Berkelanjutan Menemui Jalan Buntu
- Unpad dan UIN Sunan Gunung Djati Tanda Tangani Memorandum of Understanding
- Penerimaan Calon Pekerja PT Pertamina EP Tahun 2012
- Program Scheme for Academic Mobility and Exchange (SAME)
Cum Laude dengan IPK 3,99, Elza Syarief Ingin Kembangkan Ilmu Hukum
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 26/05] Pengacara terkenal Elza Syarief yang meraih gelar doktor pada 13 Februari silam mengaku lega dan senang melewati seluruh prosesi Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2008/2009 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, Selasa (26/05). Elza mengatakan bahwa gelar doktor yang disandangnya tersebut menuntut tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan ilmu yang ditekuninya saat ini.
“Penelitian yang saya lakukan sangat erat kaitannya dengan bidang ilmu yang saya jalani selama menjadi pengacara. Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu yang saya pilih itu,” ujar wanita kelahiran 1957 ini saat ditemui usai pelaksanaan wisuda.
Elza mengungkapkan bahwa pemilihan Unpad sebagai tempatnya menimba ilmu program pascasarjana melalui pertimbangan tersendiri. Istri Laksda TNI (Purn.) H. Yuswaji, S.IP., MBA. ini mengatakan bahwa dalam mentranfer ilmu, dosen-dosen di Unpad selalu datang ke kelas dan tidak pernah mewakilkan kehadirannya pada dosen lain. Dengan demikian, ujar Elza, ilmu tersebut diperolehnya dari seorang yang memang profesional di bidangnya. “Jadi, langsung dari pakarnya,” ujar Elza yang belakangan turut aktif berpolitik bersama Partai Hanura.
Kesibukannya sebagai pengacara ternyata tidak menghalangi wanita pemilik Konsultan Hukum “Elza Syarief and Partners” itu untuk meraih predikat cum laude, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99. Ketika ditanya mengenai hal ini, Elza mengatakan bahwa dalam mengerjakan sesuatu dirinya selalu bersungguh-sungguh. Ia mengaku bahwa praktik hukum yang ia tekuni selama ini memberikan wawasan sehingga dapat lebih mudah memahami ilmu yang diberikan dalam pendidikan doktoralnya.
Wanita yang pernah mendapat Anugerah Kharisma Kartini Indonesia 1999 itu kini juga semakin sibuk karena tergabung dalam anggota tim kampanye salah satu pasangan capres/cawapres yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia 2009. Menurutnya, dunia politik perlu dilakukan secara demokratis. Hukum, tambah Elza juga harus berperan dalam politik, sehingga kecurangan dalam pemilihan umum tidak perlu terjadi. “Hukum harus jadi panglima di suatu negara,” ungkap pengacara yang namanya mulai berkibar sejak dipercaya menangani kasus putera bungsu mantan Presiden Soeharto. (eh)*
![]() |
![]() |
![]() |




