Berita Terbaru
Raditya Dika Berbagi Pengetahuan Menulis
Laporan: Erman
[Unpad.ac.id, 1/06] Ide untuk menulis bisa datang dari mana saja, bahkan kejadian sehari-hari yang mungkin kita anggap biasa saja, sebenarnya dapat menjadi materi tulisan yang menarik bagi banyak orang. Hal terpenting yang perlu ditumbuhkan adalah minat serta kebiasaan dalam menulis.
Hal tersebut terungkap dalam acara bertema “Write Your Life: Curahkan Semua dalam Tulisan” yang menghadirkan nara sumber seorang penulis novel, Raditya Dika, yang diselenggarakan mahasiswa tingkat I Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad di Ruang Serba Guna Gedung Baru Rektorat Unpad, Bandung, Senin (1/06).
“Saya mulai menulis sejak kelas 4 sekolah dasar, saya menulis di diary (buku harian). Isinya kebanyakan tentang cewek, dan seluruhnya tragedi,” ujar Raditya yang kini telah menghasilkan 4 novel dan cukup laris di pasar. Bahkan, salah satu novelnya yang terbit tahun 2005 berjudul “Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh” telah difilmkan.
Sejak tahun 2003, Raditya mulai melirik media blog di internet sebagai tempat menuangkan keinginannya menulis. Di blog itu pun dia sekadar menceritakan kejadian sehari-hari, segala hal yang dia alami bersama keluarga dan teman-temannya. “Dari tulisan di blog itu, ternyata ada beragam komentar dari pembaca. Orang-orang menganggap cerita yang ada di blog saya itu lucu dan membuat mereka tertawa,” ujar Raditya yang kini dikenal sebagai salah satu penulis komedi Indonesia.
Menyadari tulisannya dibaca orang, Raditya pun mencoba menawarkan tulisannya ke penerbit, dan akhirnya diterbitkan. Setelah sukses dengan novel Kambingjantan, Raditya setiap tahun menerbitkan satu buku, masing-masing Cinta Brontosaurus (2006), Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (2007), dan Babi Ngesot: Datang tak Diundang, Pulang tak Berkutang (2008).
Sementara Ketua Panitia, Ardi Pramudito, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menumbuhkan minat menulis di kalangan generasi muda. “Kami melihat, kesadaran menulis dari generasi sekarang mulai kurang. Untuk itu, kami memilih tema ini. Target pesertanya adalah pelajar SMA dan mahasiswa, makanya kami memilih Raditya Dika sebagai narasumber agar lebih pas dengan peserta,” ujar Ardi Pramudito, sambil menambahkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai pelengkap dari salah satu mata kuliah mereka di Fikom Unpad. (eh)*
![]() |




