<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Universitas Padjadjaran &#187; Berita</title> <atom:link href="http://www.unpad.ac.id/arsip/berita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.unpad.ac.id</link> <description>To Be Recognized as World Class University</description> <lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 04:06:33 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>Optimalkan Masa Kuliah Demi Masa Depan</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22083</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22083#comments</comments> <pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:35:51 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22083</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 10/03] Sebagai mahasiswa, jangan mau menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Isilah masa-masa kuliah tersebut dengan berbagai kegiatan yang positif, seperti mengikuti kegiatan kemahasiswaan atau membuat usaha, belajar berwirausaha. Dari dua kegiatan tersebut  mahasiswa akan belajar berpikir kreatif dan memperluas jaringan.
Demikian antara lain intisari talkshow alumni Fakultas Ekonomi yang diselenggarakan oleh BEM [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Marlia</p><p>[Unpad.ac.id, 10/03] Sebagai mahasiswa, jangan mau menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Isilah masa-masa kuliah tersebut dengan berbagai kegiatan yang positif, seperti mengikuti kegiatan kemahasiswaan atau membuat usaha, belajar berwirausaha. Dari dua kegiatan tersebut  mahasiswa akan belajar berpikir kreatif dan memperluas jaringan.</p><div
id="attachment_22089" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/wirausaha.jpg"><img
class="size-medium wp-image-22089" title="wirausaha" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/wirausaha-300x200.jpg" alt="wirausaha" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Tubagus Fiki Chikara Satari saat memaparkan materi kewirausahaan (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>Demikian antara lain intisari talkshow alumni Fakultas Ekonomi yang diselenggarakan oleh BEM FE Unpad di Bale Rumawat Padjadjaran, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (10/03). Acara bertajuk <em>Principle: Empowered by The Inspiration of Creative Successful People </em>menghadirkan Tubagus Fiki Chikara Satari SE., MM., Dipl.AE., selaku pemilik dan direktur Airplanesystm Clothing, Endang Pitaloka selaku <em>Production Assistant</em> Sinemart Picture, dan Heriyaldi selaku dosen PAAP FE Unpad yang pernah bekerja di Astra International. Acara  ini dipandu oleh Pembantu Ketua III PAAP Unpad Harlan Dimas S.E., M.A.</p><p>Tubagus Fiki Chikara Satari (Manajemen 1994) yang menjadi pembicara pertama menjelaskan bahwa dirinya telah terjun berwirausaha sejak awal kuliah. Bersama dengan teman-teman SMA-nya, dia membuka usaha warnet dan menjadi distributor susu kemasan ke sekolah-sekolah. Berbekal pengalamannya merintis usaha tersebut, ia mulai mengembangkan usahanya ke bidang yang lain. Dengan pengalamannya berbisnis <em>clothing</em>, pria yang akrab disapa Fiki ini dianggap sebagai sebagai salah penggiat industri kreatif di kota Bandung.</p><p>Menurutnya, modal utama industri kreatif adalah ide, desain dan jaringan. Ide itu bisa datang dari mana saja. Kejelian kita melihat suatu fenomena akan memunculkan berbagai ide kreatif. Sedangkan desain, bukan hanya berkaitan dengan menggambar saja. Desain memiliki pengertian yang lebih luas, antara lain bagaimana merancang suatu usaha, mengemas suatu usaha atau produk. Desain harus bisa mentranslasi dan mempersonalisasi ide yang akan kita tuangkan. Sementara itu, jejaring bisa didapatkan di mana saja. Ia mengingatkan bahwa semakin banyak jaringan, akan semakin memperluas usaha kita.</p><p>“Optimalkan status kita. Dengan menjadi mahasiswa, kita bisa belajar banyak hal di bangku kuliah. Bila kalian memiliki usaha, manfaatkan status mahasiswa kalian untuk berkonsultasi dengan para dosen di kelas tentang masalah yang kalian hadapi dalam berbisnis. Bila kalian memiliki usaha yang berkaitan dengan dunia mahasiswa, teman-teman anda adalah pasar anda. Dan perbanyaklah jejaring,” jelasnya.</p><p>Sementara itu, Endang Pitaloka (ESP 2001) yang bekerja sebagai <em>Production Assistant</em> dan pernah menjadi <em>script writer</em> untuk beberapa tayangan sinetron di televisi, menjelaskan bahwa pekerjaannya saat ini membutuhkan kejelian yang sangat tinggi. Ia harus melakukan estimasi anggaran yang harus dikeluarkan untuk memproduksi sebuah film. Saat ia menjadi script editor, ia harus teliti dalam membaca suatu skenario agar layak dan menarik untuk ditonton. Pengalamannya yang paling berkesan adalah saat memproduksi film Ketika Cinta Bertasbih, yang disebut-sebut sebagai megafilm karena menghabiskan anggaran produksi yang sangat besar dan membutuhkan waktu produksi yang cukup lama.</p><p>“Kita harus bisa merencanakan suatu tayangan atau acara sedetail mungkin. Kita harus belajar secara detail, merencanakan sesuatu seefektif dan seefisien mungkin. Selain itu, kita juga harus punya wawasan luas, jangan hanya terfokus pada bidang ilmu kita saja,” tuturnya.</p><p>Pada acara tersebut, Heriyaldi (ESP 1994) menjelaskan bahwa setiap orang harus mempunyai target yang jelas. Lakukan tahap demi tahap menuju target tersebut dan nikmati seluruh tahapan tersebut. “Untuk mencapai target tersebut, ada kalanya kita mendapat hambatan atau kegagalan. Itu tidak menjadi masalah. Semua orang pasti mengalaminya. Yang penting jangan mengulangi kesalahan yang sama,” tuturnya.</p><p>Pria yang pernah dua tahun berturut-turut menjadi karyawan teladan di Astra International ini menjelaskan bahwa pengalamannya sejak di bangku kuliah hingga bekerja saat ini, menjadikan ia banyak belajar untuk mencapai prestasi dan kesuksesan. “Dalam berkarir, tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam ilmu kita, tapi <em>soft skill</em> seperti kepemimpinan, kemampuan berbahasa Inggris dan ketrampilan komunikasi sangat dibutuhkan,” jelas mantan Ketua Senat FE ini.</p><p>Selain talkshow alumni ini, BEM FE Unpad juga menggelar <em>Crown: Carrier Recruitment &amp; Talk Show</em> Alumni. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai hari ini, Rabu (10/3) bertempat di Lorong C FE Unpad. Disana tersedia stand-stand yang menawarkan program magang di berbagai perusahaan, khususnya untuk mahasiswa FE Unpad. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22083/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Social Day ESP Unpad Targetkan 100 Labu Darah</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22071</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22071#comments</comments> <pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:50:59 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22071</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Marlia
[Unpad. ac.id, 10/03] Untuk yang keempat kalinya Himpunan Mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan (ESP) FE Unpad menyelenggarakan kegiatan sosial. Kegiatan kali ini tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus saja, tapi juga dilakukan di luar kampus.  Kegiatan yang bertajuk Social Day 2010 ini diharapkan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Unpad saja, tapi oleh seluruh sivitas [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Marlia</p><p>[Unpad. ac.id, 10/03] Untuk yang keempat kalinya Himpunan Mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan (ESP) FE Unpad menyelenggarakan kegiatan sosial. Kegiatan kali ini tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus saja, tapi juga dilakukan di luar kampus.  Kegiatan yang bertajuk <em>Social Day 2010</em> ini diharapkan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Unpad saja, tapi oleh seluruh sivitas akademika Unpad dan masyarakat umum.</p><div
id="attachment_22091" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/donordarah2.jpg"><img
class="size-medium wp-image-22091" title="donordarah2" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/donordarah2-300x200.jpg" alt="donor darah" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Salah seorang pendonor dalam kegiatan Social Day 2010 yang diselenggarakan ESP Unpad (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>Ketua Panitia <em>Social Day 2010</em>, Andjar Adhie Nugraha (ESP 2008) menjelaskan bahwa kegiatan ini terbagi menjadi dua penyelenggaraan. Kegiatan pertama adalah donor darah dan b<em>one scan</em> secara gratis pada hari Rabu (10/3) yang berlangsung di Hall C FE Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung. Khusus untuk donor darah, kegiatan ini juga berlangsung di Tony Jack’s BIP, Jln. Merdeka Bandung. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00-15.00 WIB.</p><p>“Kami dan PMI menargetkan minimal 100 labu darah kita kumpulkan hari ini di dua tempat tersebut. Untuk menarik pendonor, kami bekerja sama dengan Tony Jack’s menyediakan paket makanan dan minuman gratis untuk 50 orang pendonor pertama di dua tempat tersebut,” jelas Andjar.</p><p>Untuk itu, Andjar mengundang seluruh sivitas akademika Unpad dan masyarakat umum untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Bagi yang berminat untuk mendonorkan darahnya atau melakukan <em>bone scan</em>, dapat langsung mendaftar ke Hall C FE Unpad. “Untuk seluruh kegiatan<em> Social Day 2010</em> ini, kami didukung penuh oleh CSR PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, Tony Jack’s, PMI dan Anlene,” tuturnya.</p><p>Di Unpad, acara ini juga diwarnai dengan hiburan kesenian, antara lain berupa penampilan akustik band dari Unpad, ITB  dan Unpar serta <em>bazaar</em> makanan bertempat di Lapangan Parkir Selatan Unpad Jln. Dipati Ukur no. 35 Bandung.</p><p>Kegiatan berikutnya adalah aksi sosial bertempat di Desa Margamulya, Pangalengan Jawa Barat, yang direncanakan akan berlangsung pada 13-14 Maret 2010. Kegiatan ini meliputi <em>live in</em> di desa tersebut dan pembuatan saluran air bersih sepanjang 1 Km untuk masyarakat setempat.</p><p>“Di desa tersebut, para panitia akan menginap semalam, bergaul dengan penduduk setempat. Kami juga membuat berbagai acara untuk penduduk di sana, seperti malam keakraban, pengobatan gratis, permainan anak-anak dan pembagian sembako,” lanjutnya.<em> (eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22071/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Tenaga Akuntansi, Kategori Baru di Pemilihan Akademi Berprestasi</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22066</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22066#comments</comments> <pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:22:10 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22066</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 10/03] Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional kembali mengadakan Pemilihan Akademisi Berprestasi tahun 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya memilih enam kategori, yaitu mahasiswa, dosen, kepala program studi, pustakawan, laboran dan tenaga administrasi, tahun ini Dikti menambah satu kategori yaitu tenaga akuntasi.
Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof. Fasli [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Marlia</p><p>[Unpad.ac.id, 10/03] Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional kembali mengadakan Pemilihan Akademisi Berprestasi tahun 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya memilih enam kategori, yaitu mahasiswa, dosen, kepala program studi, pustakawan, laboran dan tenaga administrasi, tahun ini Dikti menambah satu kategori yaitu tenaga akuntasi.</p><div
id="attachment_22068" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/vicon.jpg"><img
class="size-medium wp-image-22068" title="vicon" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/vicon-300x200.jpg" alt="akademisi berprestasi" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Suasana video conference dengan Dikti di Unpad (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof. Fasli Jalal dalam acara Sosialisasi Akademik Berprestasi 2010 yang diselenggarakan oleh Dikti melalui <em>video conference</em> dan diikuti oleh perguruan tinggi negeri dan Kopertis se-Indonesia. Selain Prof. Fasli, hadir juga Direktur Akademik Ditjen Dikti, Illah Sailah dan para juri pemilihan akademik berprestasi tersebut.</p><p>Di Unpad, acara tersebut diselenggarakan di Executive Lounge, Gedung Baru Rektorat Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (9/03) dan diikuti oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti, para Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas di lingkungan Unpad.</p><p>Prof. Fasli menjelaskan, penambahan kategori tenaga akuntasi berprestasi tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk memberi apresiasi kepada para tenaga akuntansi, pengelola keuangan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga menghasilkan laporan keuangan yang wajar tanpa syarat, sebagaimana yang diharapkan.</p><p>“Pemilihan ini bertujuan untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang bekerja lebih dari panggilan tugasnya. Semoga ini menjadi sumber inspirasi bagi yang lain. Diharapkan pemilihan ini dilakukan secara berjenjang dan akuntabel,” jelasnya.</p><p>Illah yang juga menjadi pembicara saat itu juga menjelaskan penambahan kategori tersebut dan jadwal seleksi. Menurut rencana, Dikti menjadwalkan tanggal 17 Mei 2010, seluruh berkas wakil dari tiap perguruan tinggi negeri dan Kopertis telah dikumpulkan di DIKTI. Setelah pemberkasan, tanggal 27-28 Mei 2010, berkas tersebut akan diberikan kepada tim juri.</p><p>“Pendaftaran dilakukan melalui internet. Informasi lebih lanjut dan untuk mengunduh formulir, dapat membuka situs Direktorat Akademik, <a
href="http://akademik.dikti.go.id">http://akademik.dikti.go.id</a> dengan link akademisi berprestasi. Panduan pemilihan ini telah diberikan kepada Rektor dan Koordinator Kopertis pada saat acara Rembug Pendidikan Nasional,” jelasnya.</p><p>Selanjutnya ia juga menyampaikan bahwa pada tanggal 13-16 Juli 2010 akan dilakukan seleksi di Jakarta. Seluruh peserta yang terdiri atas satu orang perwakilan per kategori dari setiap perguruan tinggi negeri dan dua orang per kategori dari satu Kopertis, akan berkumpul di Jakarta untuk mengikuti tes psikologi, wawancara dan presentasi dihadapan tim juri. Untuk tim juri ini, masing-masing kategori terdiri dari lima orang juri.</p><p>Dari Unpad, yang terpilih menjadi juri di tingkat nasional adalah Prof. Dr. Rina Indiastuti yang saat ini menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, sebagai juri untuk kategori tenaga akuntansi dan Prof. Dr. Ir. Nurpilihan Bafdal, M.Sc., yang saat ini menjabat sebagai Direktur Cisral Unpad dan mantan Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian, sebagai juri untuk kategori tenaga laboran. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22066/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Indonesia Perlu Lebih Banyak Pelaku Wirausaha</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22056</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22056#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:24:25 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22056</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Rina Yesicca
[Unpad.ac.id, 9/03] Saat ini kita sering melihat di media massa banyak mahasiswa Indonesia yang berorasi dan berdemo menuntut pemerintah melakukan perubahan. Tapi berapa banyak mahasiswa yang melakukan tindakan dan memulai perubahan tersebut dari diri mereka terlebih dahulu?
Hal tersebut di atas disinggung oleh Devid, perwakilan dari Young Entrepreneur Academy dalam Creative Business Expo [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Rina Yesicca</p><p>[Unpad.ac.id, 9/03] Saat ini kita sering melihat di media massa banyak mahasiswa Indonesia yang berorasi dan berdemo menuntut pemerintah melakukan perubahan. Tapi berapa banyak mahasiswa yang melakukan tindakan dan memulai perubahan tersebut dari diri mereka terlebih dahulu?</p><p>Hal tersebut di atas disinggung oleh Devid, perwakilan dari Young Entrepreneur Academy dalam <em>Creative Business Expo 2010</em>. Bangsa yang sejahtera, lanjut Devid, adalah bangsa yang 2% penduduknya memiliki usaha sendiri. Saat ini hanya 0.6% penduduk Indonesia yang membuka usaha.</p><p>“Kami berharap mahasiswa Indonesia tidak hanya bisa demo dan mengkritisi pemerintah, tetapi mampu melakukan usaha yang nyata. Bila semula mahasiswa berpikir setelah lulus mereka akan bekerja sebagai karayawan di perusahaan, kini mahasiswa akan berpikir untuk menjadi <em>entrepreneur</em>. Menjadi karyawan memang baik, tetapi memiliki usaha sendiri jauh lebih baik,” jelas Devid.</p><p><em>Creative Business Expo 2010</em> merupakan acara yang diselenggarakan oleh Event Organizer Club yang dibawahi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Unpad. Acara ini juga terselenggara atas kerja sama Hima Manajemen Unpad dengan Young Entrepreneur Academy. <em>Creative Business Expo </em>ini diadakan bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak muda kota Bandung.</p><p>Acara <em>business expo</em> ini diisi dengan pameran berbagai macam produk bisnis kreatif dengan harga murah, juga <em>talkshow </em>dari praktisi yang sudah berpengalaman. Praktisi tersebut adalah Bapak Wiwied yang merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan C59, dan Jaya Setiabudi yang memiliki julukan “Provokator Wirausaha” sekaligus penulis buku <em>The Power of Kepepet</em>.</p><p>Bapak Hendra dari PT PLN Persero yang menjadi salah satu pengisi stand dalam acara ini mengharapkan agar kegiatan ini bisa diangkat ke tingkat propinsi. “Saat ini tidak cukup hanya kreativitas. Tapi kita juga perlu tahu bagaimana cara memasarkan produk-produk pengusaha lokal ini.”</p><p>Selain narasumber di atas, hadir juga M. Rezky yang merupakan marketing dari Seba Shoes. Seba Shoes merupakan salah satu merk sepatu yang terkenal di kalangan kaum muda kota Bandung. Rezky membagikan pengalamannya saat merintis usaha pembuatan sepatu bersama rekannya yang juga pemilik perusahaan Seba Shoes, Sebastinus Reza.</p><p>“Modal awal saya dan rekan saya hanyalah kreativitas dan marketing yang efektif. Marketing yang efektif saya dapatkan melalui penyebaran keberadaan produk kami dari mulut ke mulut. Kita cari tahu apa yang menjadi minat konsumen. Dengan kreativitas, kita mencari modal dan mencari bahan-bahan yang dibutuhkan,” jelas Rezky.</p><p>Acara yang diadakan selama 2 hari pada tanggal 9-10 Maret 2010 ini juga dimeriahkan dengan hiburan, <em>acoustic performance</em>, pembagian <em>voucher</em>, dan setiap pengunjung yang datang berkesempatan memenangkan <em>doorprize</em> berupa <em>handphone</em>. Stand yang terdapat dalam acara ini berasal dari berbagai UKM dan tempat usaha. Ada yang menjual aksesoris, dekorasi, konveksi, <em>handmade </em>paper, makanan, kerajinan tangan, makanan, dan lain-lain. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik perhatian investor dan pengunjung yang ingin ikut berwirausaha. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22056/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Pemimpin Bukan Soal Kekuasaan Belaka</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22052</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22052#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:00:46 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22052</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Artanti Hendriyana
[Unpad.ac.id, 9/03] Menjadi pemimpin dalam organisasi dapat diibaratkan seorang nahkoda yang sedang mengendarai kapalnya. Hendak kemana ia akan membawa kapal itu dan bagaimana cara ia membawanya. Menjadi pemimpin, bukan hanya sekedar mencari kekuasaan, tetapi harus menjadi “pelayan” yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.
Untuk semakin mengembangkan bakat kepemimpinan di kalangan mahasiswa, departemen Kesejahteraan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Artanti Hendriyana</p><p>[Unpad.ac.id, 9/03] Menjadi pemimpin dalam organisasi dapat diibaratkan seorang nahkoda yang sedang mengendarai kapalnya. Hendak kemana ia akan membawa kapal itu dan bagaimana cara ia membawanya. Menjadi pemimpin, bukan hanya sekedar mencari kekuasaan, tetapi harus menjadi “pelayan” yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.</p><div
id="attachment_22053" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/scholex2.jpg"><img
class="size-medium wp-image-22053" title="scholex2" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/scholex2-300x200.jpg" alt="Leadership Seminar" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Para narasumber di seminar bertajuk &quot;New Role of Leadership&quot; yang digelar BEM FE Unpad (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>Untuk semakin mengembangkan bakat kepemimpinan di kalangan mahasiswa, departemen Kesejahteraan Masyarakat BEM FE Unpad menggelar acara yang bertajuk “<em>New Role of Leadership</em>” .Acara ini berlangsung di Bale Rumawat, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (9/3). Hadir sebagai pembicara adalah Sapto Waluyo, manajer bidang media PPSDMS dan Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Unpad. Herdis Chandra Poernama, SE., MM.</p><p>Menurut Herdis, untuk menjadi pemimpin itu harus ada kompetensi dan kompetisi. Kompetisi terjadi karena tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Untuk memenangkan kompetisi, maka harus mempunyai kompetensi yang lebih dari orang lain. Sebagai mahasiswa, banyak cara yang dilakukan demi mendapatkan kompetensi yang optimal, salah satunya adalah dengan mengikuti  dan membuat berbagai kegiatan kemahasiswaan.</p><p>“Dengan mengikuti UKM-UKM, kompetensi mahasiswa dapat bertambah. UKM dapat dijadikan sebagai ladang meniti diri. Dengan UKM, seorang mahasiswa dapat bergaul dengan teman-teman yang berasal dari berbagai fakultas. Dengan begitu, mahasiswa akan memperoleh berbagai ilmu dari fakultas-fakultas lain, minimal sesuatu yang generalis.”jelas Herdis.</p><p>Memiliki pengalaman, pengetahuan, dan pikiran yang selalu terbuka merupakan modal penting yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. “Kita tidak bisa melakukan sesuatu yang biasa apabila ingin menjadi seseorang yang luar biasa,” pesan Herdis. Selain itu, memahami dengan baik tentang organisasi, perusahaan, atau kelompok yang dipimpin dengan baik merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. “Kita harus membekali diri dengan pemahaman tentang organisasi yang kita pimpin. Tiap-tiap organisasi membutuhkan kriteria pemimpinnya masing-masing,” tutur Herdis.</p><p>Sementara Sapto menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan resultan dari hubungan sosial. “Seorang pemimpin harus pandai dalam bersosialisasi,” tegasnya. Sapto mengambil contoh fenomena politik yang terjadi di Indonesia, yaitu sebelum seseorang mendapatkan jabatan, maka harus ada dukungan publik yang sebanyak-banyaknya, dalam hal ini adalah dukungan suara.</p><p>“Meski modal terbatas dan produk biasa, namun bila jejaringnya luas dan kepercayaan diri tinggi maka dapat menaikan nilai lebih ketimbang produk yang limited edition tapi hanya segelintir orang yang tahu. Tidak ada yang bisa mencapai tujuannya sendiri,” lanjutnya.</p><p>Untuk menemukan kompetensi yang pas pada posisi yang pas pula, Sapto memiliki pendapatnya sendiri, “Kenali siapa anda. <em>Who am I</em>? atau <em>Who are we</em>?” Kenali dulu diri sendiri sebelum menentukan apa yang akan kita capai pada masa yang akan datang. “Apa yang kita capai adalah apa yang kita gariskan,” jelasnya.</p><p>Sebelum menyudahi acara, masing-masing narasumber memberikan pesannya, “Leader itu tidak instant, tapi berproses. Bekali diri dengan <em>soft skill</em> dan pengetahuan yang banyak. Menjadi mahasiswa itu jangan hanya mengandalkan IPK tinggi,” pesan Herdis. Selain itu, Sapto pun memberikan pesannya,”Kita hidup di tengah perubahan, oleh karena itu lakukan tindakan-tindakan kreatif, bukan hanya berdasarkan <em>text book</em> belaka. Sekarang dan masa depan adalah milik Anda. Maka berbuatlah seoptimal mungkin, tapi tentu harus dengan hati-hati.” <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22052/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sertifikasi Dosen Tingkatkan Kinerja Secara Terukur</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22046</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22046#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Mar 2010 06:47:01 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22046</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 9/03] Melalui program sertifikasi dosen yang diselenggarakan pemerintah setidaknya ada dua manfaat yang bisa didapatkan. Pertama, sertifikasi secara keseluruhan berkolerasi positif pada kinerja. Kedua, seluruh kegiatan dan output yang dihasilkan dosen tersebut dapat terekam dengan baik sehingga rekam jejak para dosen tersebut dapat diketahui oleh orang lain, dan hal tersebut menguntungkan baik [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Marlia</p><p>[Unpad.ac.id, 9/03] Melalui program sertifikasi dosen yang diselenggarakan pemerintah setidaknya ada dua manfaat yang bisa didapatkan. Pertama, sertifikasi secara keseluruhan berkolerasi positif pada kinerja. Kedua, seluruh kegiatan dan <em>output </em>yang dihasilkan dosen tersebut dapat terekam dengan baik sehingga rekam jejak para dosen tersebut dapat diketahui oleh orang lain, dan hal tersebut menguntungkan baik untuk dosen tersebut, maupun institusinya.</p><div
id="attachment_22049" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/serdos.jpg"><img
class="size-medium wp-image-22049" title="serdos" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/serdos-300x200.jpg" alt="sertifikasi dosen Unpad" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Suasana kegiatan Penyamaan Persepsi Calon Asesor Sertifikasi Dosen Unpad (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>“Sertifikasi dosen ini dapat meningkatkan kinerja secara terukur. Diharapkan para dosen yang bersangkutan dapat memberikan laporan yang jujur, jangan berbuat plagiat,” jelas Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, pada acara &#8220;Penyamaan Persepsi untuk Calon Asesor Sertifikasi Dosen Unpad tahun 2010&#8243;. Acara ini diikuti oleh calon asesor dan tim asesor dari seluruh fakultas, yang berlangsung di Aula Magister Manajemen (MM) FE Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 46 Bandung, Selasa (9/03).</p><p>Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan bahwa dalam laporan dari Dikti, Unpad menduduki peringkat ke-5 dalam bidang penelitian. Ada tujuh kategori yang menjadi penilaian, yaitu paten/varietas/desain industri, publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, buku, <em>prototype</em>/model pembelajaran, pertemuan ilmiah, dan laporan penelitian yang tidak dimanfaatkan untuk kategori-kategori sebelumnya.</p><p>Selain itu, Rektor juga terus mengingatkan kepada para dosen yang hadir untuk selalu meningkatkan peringkat Webometrics Unpad. Caranya adalah dengan meningkatkan kunjungan, pemanfaatan fasilitas <em>e-book</em>, <em>e-journal </em>dan <em>e-learning</em>.</p><p>Berdasarkan peringkat Unpad pada laporan dari Dikti dan peringkat Webometrics tersebut, Rektor menegaskan untuk berusaha lebih keras meningkatkan kualitas Unpad. “Kita tidak bisa terus- menerus mengandalkan nama besar Unpad, karena perguruan tinggi yang lain juga berusaha keras untuk bersaing meraih posisi yang terbaik,” jelasnya.</p><p>Senada dengan sambutan Rektor, Ketua Tim Sertifikasi Dosen Nasional, Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono HM yang menjadi salah satu narasumber acara tersebut menyampaikan bahwa para asesor merupakan ujung tombak dari kualitas universitas, baik dari sisi sertifikasi dosen maupun penilaian beban kerja. “Para asesor memegang amanah yang sangat penting terkait kualitas perguruan tinggi tersebut. Mereka memegang dua amanah penting, yaitu amanah kesejahteraan dan amanah kualitas,” jelasnya.</p><p>Dalam amanah kesejahteraan, para asesor inilah yang akan menilai seorang dosen berhak lolos sertifikasi dosen atau tidak. Bagi yang lolos, mereka berhak mendapat peningkatan tunjangan profesi pendidikan, yang besarnya adalah satu kali gaji pokok. Peningkatan kesejahteraan ini merupakan domain kewajiban pemerintah. Sedangkan dalam amanah kualitas, untuk menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan era globalisasi yang semakin kompetitif. Ini merupakan domain yang diserahkan pemerintah kepada perguruan tinggi.</p><p>Dalam pemaparannya, Prof. Djoko juga menyampaikan beberapa hal yang berubah terkait substansi penilaian yang akan dilakukan oleh asesor. Poin-poin yang berubah tersebut antara lain, landasan hukum yang dipakai, persyaratan terkait umur dan masa kerja, dosen tugas belajar, deskripsi diri dan kriteria lulus secara keseluruhan. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22046/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Mengintip Peluang Beasiswa di Scholarship Expo BEM FE Unpad</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/22042</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/22042#comments</comments> <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 09:10:32 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=22042</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 8/03] Saat ini, kesempatan mendapatkan beasiswa semakin terbuka lebar. Berbagai penawaran beasiswa ditawarkan tidak hanya untuk melanjutkan kuliah saja, tapi juga untuk bantuan penulisan tugas akhir, bahkan mengikuti berbagai pelatihan di luar negeri yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga penyedia beasiswa.
Salah satu yang memfasilitasi kegiatan tersebut adalah BEM Fakultas Ekonomi Unpad, yang menyelenggarakan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Marlia</p><p>[Unpad.ac.id, 8/03] Saat ini, kesempatan mendapatkan beasiswa semakin terbuka lebar. Berbagai penawaran beasiswa ditawarkan tidak hanya untuk melanjutkan kuliah saja, tapi juga untuk bantuan penulisan tugas akhir, bahkan mengikuti berbagai pelatihan di luar negeri yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga penyedia beasiswa.</p><div
id="attachment_22044" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/scholex.jpg"><img
class="size-medium wp-image-22044" title="scholex" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/scholex-300x200.jpg" alt="Scholarship Expo" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Sejumlah peminat beasiswa mendatangi salah satu meja penyedia beasiswa (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>Salah satu yang memfasilitasi kegiatan tersebut adalah BEM Fakultas Ekonomi Unpad, yang menyelenggarakan Scholarship Expo 2010, yang menghadirkan pameran beasiswa dan seminar serta presentasi dari berbagai lembaga penyedia beasiswa. Acara tersebut berlangsung di Ruang Serba Guna lantai 4 Gedung Rektorat Baru, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, sejak Senin (8/3) hingga esok. Pamerannya sendiri berlangsung di sepanjang Lorong B dan Lorong C FE Unpad.</p><p>Pada sesi pertama presentasi ini menghadirkan perwakilan dari Erasmus Mundus, <em>The Indonesian International Education Foundation</em> (IIEF) dan alumni penerima beasiswa Popy Rufaidah, SE. MBA. PhD., yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Manajemen FE Unpad.</p><p>Ayu Putri Wulandari yang mewakili Erasmus Mundus, menjelaskan bahwa beasiswa ini merupakan hibah dari Komisi Uni Eropa. Beasiswa ini tersedia untuk lulusan S-1 yang akan melanjutkan S-2 di negara Eropa, dan untuk kalangan akademisi, yaitu program khusus selama 3 bulan di Eropa. Untuk informasi lebih lanjut, dapat dilihat di http://emundus.wordpress.com.</p><p>Pada kesempatan tersebut, Ayu juga menjelaskan beberapa keuntungan menjadi penerima beasiswa ini. Dengan menerima beasiswa ini, setiap penerima tidak hanya mendapat kesempatan kuliah di satu universitas saja, tapi minimal di dua universitas di dua negara anggota Uni Eropa. Selain itu, penerima akan mendapat ijazah <em>double degree</em> atau <em>joint degree</em>.</p><p>Kemampuan bahasa pun akan semakin meningkat, tidak hanya bahasa Inggris, tapi juga bahasa asing sesuai dengan negara tempat kuliah.<br
/> “Selain itu, yang menarik adalah, beasiswa ini tidak ada ikatan dinas dan tidak hanya kuliah, tapi juga dapat bertamasya ke negara-negara Eropa lainnya, karena jaraknya berdekatan,” lanjutnya.</p><p>Pada paparan selanjutnya dari perwakilan IIEF, Wiati Rahayu menjelaskan bahwa lembaganya tidak hanya mengelola berbagai beasiswa dalam dan luar negeri dari berbagai sponsor, tapi juga menyelenggarakan berbagai tes bahasa seperti TOEFL, ITP, GRE dan SAT, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai program beasiswa bagi para mahasiswa S-1 untuk melanjutkan studi dan penyusunan tugas akhir.</p><p>Dari berbagai beasiswa yang ditawarkan, khususnya beasiswa ke luar negeri, yang selalu menjadi persyaratan utama adalah kemampuan bahasa Inggris. Popy yang pernah mendapat mendapat beasiswa <em>Master of Business Administration</em> di  MSU, Kentucky Amerika Serikat dari World Bank dan program Doctoral di University of New South Wales, Sydney, Australia dari ADS Usaid memaparkan pengalamannya berkaitan dengan kemampuan bahasa Inggris ini.</p><p>“Kemampuan bahasa Inggris harus menjadi perhatian khusus. Beasiswa selalu mensyaratkan nilai TOEFL atau IELTS yang cukup. Untuk itu persiapkan diri dengan baik, belajar berkomunikasi dengan baik dan belajar bahan kuliah melalui berbagai buku teks berbahasa Inggris sebagai latihan,” tuturnya.</p><p>Selain itu, ia menekankan bahwa selain kemampuan bahasa, sebagai mahasiswa dituntut untuk aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia menyampaikan bahwa hal tersebut bisa menambah wawasan dan pergaulan, selain kecapakan berorganisasi. “Ikutilah kegiatan kemahasiswaan secara proporsional. Bertemanlah dengan teman-teman yang sukses agar kita pun termotivasi untuk sukses,” tuturnya. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/22042/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Ayo Bikin Blog di Server Unpad</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/20573</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/20573#comments</comments> <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 00:10:05 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=20573</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Erman
[Unpad.ac.id, 17/02] Satu lagi layanan teknologi informasi tersedia bagi keluarga besar Unpad. Setelah Oktober 2009 lalu meluncurkan“Forums Unpad” sebagai ruang komunikasi dan informasi, Dcistem Unpad kini meluncurkan layanan “Blogs Unpad” yang akan memfasilitasi mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni Unpad dalam membuat web blog.“Setiap mahasiswa, dosen, karyawan dan alumni bisa membuat blog dengan mendaftarkan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Erman</p><p>[Unpad.ac.id, 17/02] Satu lagi layanan teknologi informasi tersedia bagi keluarga besar Unpad. Setelah Oktober 2009 lalu meluncurkan“Forums Unpad” sebagai ruang komunikasi dan informasi, Dcistem Unpad kini meluncurkan layanan “Blogs Unpad” yang akan memfasilitasi mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni Unpad dalam membuat web blog.</p><div
id="attachment_20574" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/02/blogsunpad.jpg"><img
class="size-medium wp-image-20574" title="blogsunpad" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/02/blogsunpad-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Blogs Unpad *</p></div><p>“Setiap mahasiswa, dosen, karyawan dan alumni bisa membuat blog dengan mendaftarkan diri ke <a
href="http://blogs.unpad.ac.id">http://blogs.unpad.ac.id</a>. Setiap pendaftar bisa mendapatkan blog yang siap diisi dengan kapasitas mencapai 100 MB per blog. Isi blog boleh bebas tergantung minat dari pendaftarnya, asalkan tidak melanggar norma yang berlaku umum dan aturan di web Unpad,” ujar Administrator Blogs Unpad, Pupung Budi Purnama.</p><p>Lebih lanjut Pupung menjelaskan, blog di <em>server </em>Unpad ini menggunakan mesin blog Wordpress yang cukup mudah digunakan oleh awam sekalipun. Dcistem Unpad menyediakan berbagai <em>themes </em>yang bisa dipilih untuk mempercantik tampilan blog di server Unpad.</p><p>Kehadiran fasilitas blog ini diharapkan dapat menjadi salah satu media aktualisasi, terutama bagi mahasiswa dan dosen Unpad, dalam menuangkan karya dan gagasannya. Blog ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap website Unpad dan menambah jumlah pengunjung setia website Unpad setiap harinya.</p><p>Selain memiliki tambahan fasilitas blog, web Unpad kini juga bisa diakses secara <em>mobile </em>melalui <a
href="http://m.unpad.ac.id">http://m.unpad.ac.id</a>. Namun belum seluruh rubrik bisa diakses secara <em>mobile</em>. “Saat ini, baru rubrik Berita, Agenda, dan pengecekan herregistrasi saja yang bisa dilakukan secara <em>mobile</em>,” ujar Pupung. *</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/20573/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Oftalmologi Komunitas untuk Peningkatan Kualitas Hidup</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/21979</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/21979#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Mar 2010 09:41:22 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=21979</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 5/03] Adanya kenyataan bahwa selama 20 tahun terakhir  jumlah orang buta di dunia meningkat dari 30 juta (1980) menjadi 50 juta (2000) melatarbelakangi inisiatif global untuk menghapus kebutaan di masa datang. Visi kesehatan mata dunia tersebut adalah Vision 2020, The Right to Sight, yang di Indonesia program ini diterapkan dengan menggunakan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Marlia</p><p>[Unpad.ac.id, 5/03] Adanya kenyataan bahwa selama 20 tahun terakhir  jumlah orang buta di dunia meningkat dari 30 juta (1980) menjadi 50 juta (2000) melatarbelakangi inisiatif global untuk menghapus kebutaan di masa datang. Visi kesehatan mata dunia tersebut adalah Vision 2020, <em>The Right to Sight</em>, yang di Indonesia program ini diterapkan dengan menggunakan pendekatan oftalmologi komunitas.</p><div
id="attachment_21980" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/prof-faridasirlan.jpg"><img
class="size-medium wp-image-21980" title="prof-faridasirlan" src="http://www.unpad.ac.id/files/data/2010/03/prof-faridasirlan-300x200.jpg" alt="Prof. Dr. dr. Farida Sirlan, SpM" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Prof. Dr. dr. Farida Sirlan, SpM (Foto: Tedi Yusup)</p></div><p>“Dengan bertambahnya penduduk usia lanjut dari 320 juta (1988) menjadi 500 juta (2008) dan bila tidak disertai dengan peningkatan pelayanan kesehatan mata, maka jumlah kebutaan ini diproyeksikan meningkat sampai 75 juta pada tahun 2020. Data tersebut dapat mengatakan bahwa setiap 5 detik seorang penduduk dunia menjadi buta dan seorang anak menjadi buta setiap menit,” jelas Prof. Dr. dr. Farida Sirlan, SpM., dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Peran Oftalmologi Komunitas dalam Mencapai Tujuan –<em>Vision 2020 The Right To Sight</em>- Guna Meningkatkan Kualitas Hidup. Orasi tersebut dibacakan dalam acara Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam bidang ilmu Kesehatan Mata pada Fakultas Kedokteran Unpad, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (5/3).</p><p>Menurut Prof. Farida, pendekatan oftalmologi komunitas digunakan untuk membantu seluruh anggota masyarakat mencegah gangguan penglihatan dan melakukan promosi kesehatan mata sehingga dapat mempertahankan kualitas hidup pada tingkat terbaik yang paling memungkinkan.</p><p>“Prioritas tahap pertama di negara kita adalah buta katarak, kelainan refraksi, dan buta pada anak serta promosi kesehatan mata, kemudian dilanjutkan pada tahap kedua yaitu <em>glaucoma </em>dan <em>retinopati diabetika</em>. Intervensi ini dilakukan secara terintegrasi dan terpadu dalam sistem kesehatan yang ada,” lanjut mantan Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.</p><p>Beberapa upaya yang dilakukan melalui pendekatan oftalmologi komunitas untuk menganalisa efektivitas intervensi penyakit seperti buta katarak. Upaya tersebut antara lain dituangkan dalam kegiatan bedah katarak massal yang dilakukan dengan berbagai lembaga sosial yang ditujukan kepada masyarakat yang tidak mampu. Selain itu melalui pendekatan pelayanan yang mencakup kegiatan promosi dan penyuluhan kesehatan mata, dan seterusnya, penggunaan teknologi tepat guna dan peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis terkait, serta monitoring dan evaluasi.</p><p>Dalam orasinya, Prof. Farida juga menjelaskan, kelainan refraksi pada orang dewasa yang tidak dikoreksi akan menurunkan produktivitas dan kualitas hidupnya. Namun, kelainan refreksi yang tidak dikoreksi pada anak akan menyebabkan gangguan penglihatan seumur hidupnya akibat gangguan perkembangan fungsi penglihatannya. “Hal ini akan berdampak pada turunnya kualitas hidup generasi mendatang,” tegas Prof. Farida yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Mata Aini Jakarta.</p><p>Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang serius untuk mengangani hal tersebut. Upaya yang bisa dilakukan antara lain dengan melatih guru sekolah dasar untuk melakukan screening murid setahun 2 kali, menyediakan kacamata yang dibutuhkan, dan meningkatkan cakupan pemakaian kacamata serta melakukan kegiatan terintegrasi dalam sistem yang ada, terjangkau dan tersedia dengan mempertimbangkan anak dari keluarga kurang mampu.</p><p>“Kegiatan ini memerlukan kerja sama lintas sector antara instansi kesehatan, instansi pendidikan dan instansi profesi lain serta lembaga swadaya masyarakat dengan melakukan perannya masing-masing,” tutur Prof. Farida.</p><p>Prof. Farida juga menyampaikan, dalam mengatasi kebutaan pada anak dibutuhkan upaya pencegahan yang harus dilakukan di semua tingkat pelayanan, dari tingkat komunitas sampai ke tingkat pelayanan kesehatan mata tersier. Upaya tersebut antara lain penyadaran tentang kesehatan dasar yang baik, penyadaran pentingnya imunisasi dasar, deteksi dini kesehatan mata, penguasaan identifikasi dan penanggulangan berbagai penyakit mata dan dibentuknya Pediatrik Oftalmologi yang mampu memberikan pelayanan terpadu dan komprehensif. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/21979/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>The FED Ciptakan Budaya Kritis Mahasiswa</title><link>http://www.unpad.ac.id/archives/21976</link> <comments>http://www.unpad.ac.id/archives/21976#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:58:19 +0000</pubDate> <dc:creator>erman</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid
isPermaLink="false">http://www.unpad.ac.id/?p=21976</guid> <description><![CDATA[Laporan oleh: Nafielah Mahmudah
[Unpad.ac.id, 4/03] Mengasah cara berpikir dan mengungkapkan pendapat dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan berdebat. Untuk itu, Departemen Kajian Strategis BEM Fakultas Ekonomi Unpad mengadakan lomba debat antar fakultas se-Unpad, The Faculty of Economy Debate (The FED). Acara ini dimulai dengan babak penyisihan yang berlangsung sejak Jumat (26/2) pekan lalu.
Kemudian [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laporan oleh: Nafielah Mahmudah</p><p>[Unpad.ac.id, 4/03] Mengasah cara berpikir dan mengungkapkan pendapat dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan berdebat. Untuk itu, Departemen Kajian Strategis BEM Fakultas Ekonomi Unpad mengadakan lomba debat antar fakultas se-Unpad, <em>The Faculty of Economy Debate</em> (The FED). Acara ini dimulai dengan babak penyisihan yang berlangsung sejak Jumat (26/2) pekan lalu.</p><p>Kemudian setelah mendapatkan dua finalis, babak final diadakan di Bale Rumawat Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (4/3). FE dan FISIP bertanding memperebutkan gelar juara. Final debat mengangkat tema “Parlemen mendukung calon Independen”. Tim FISIP berperan sebagai pemerintah yang mendukung adanya calon independen pada pemilu di Indonesia. Sementara tim FE berperan sebagai kubu yang kontra terhadap isu calon independen.</p><p>Tim positif menyampaikan bahwa, setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih, selain itu calon independen dapat dijadikan alternatif pilihan, di tengah ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik dan maraknya golput di pemilu. Menyanggah tim positif, tim negatif mengatakan bahwa golput terjadi bukan berarti ada rasa ketidakpercayaan, namun bisa saja terjadi karena masalah teknis dan lainnya. Dengan demikian tidak ada alasan untuk menerima calon independen dalam pemilu selanjutnya.</p><p>Lomba debat ini berlangsung cukup hidup, karena masing-masing tim menyampaikan penguatan sikap mereka dan mematahkan pendapat lawan. Hadir sebagai juri, beberapa dosen dari berbagai fakultas dan juri mahasiswa yang memiliki kemampuan dan pengalaman di lomba debat.</p><p>Setelah melalui beberapa sesi , FISIP akhirnya keluar menjadi pemenang lomba. Disusul oleh FE sebagai juara kedua dan Fikom pada posisi ketiga. Selain pemenang lomba debat, juri juga memberikan penghargaan kepada Mayang Puspita Bastian dari FISIP, sebagai best speaker pada lomba debat kalo ini.</p><p>Menurut ketua pelaksana The FED, Harris Subhan Riparev,  acara ini diadakan untuk menciptakan budaya kritis mahasiswa di Unpad. “Melalui program ini, diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berargumentasi dalam menyikapi berbagai permasalahan,” tambah Harris. <em>(eh)*</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.unpad.ac.id/archives/21976/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This site's performance optimized by W3 Total Cache. Dramatically improve the speed and reliability of your blog!

Learn more about our WordPress Plugins: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)
Database Caching 8/10 queries in 0.007 seconds using disk

Served from: padjadjaran.unpad.ac.id @ 2010-03-11 23:48:50 -->