Graduate Institute Jenewa Tawarkan 200 Beasiswa Setiap Tahunnya
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 19/11] Sebanyak 200 beasiswa ditawarkan setiap tahunnya oleh The Graduate Institute of International and Development Studies (IHEID), Jenewa, Swiss dari 800 kursi mahasiswa yang disediakan. Sesuai namanya, IHEID menyelenggarakan pendidikan pascasarjana, mulai dari program master bergelar MA dan program doktor bergelar Ph.D.
Penjelasan tersebut disampaikan perwakilan IHEID, Dominic Eggel, di hadapan mahasiswa Unpad di Ruang Serba Guna, Gedung Lama Rektorat Lantai 3, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung. Turut hadir dalam presentasi tersebut Direktur Kerja Sama, Ramdan Panigoro, dr., Ph.D., Staf Ahli Kantor Kerja Sama, Urip Purwono, Ph.D, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum Unpad, Rudi M. Rizki, SH., LL.M.
Dalam presentasinya dijelaskan bahwa IHEID menyediakan empat disiplin ilmu, yaitu International Economics, International History and Politics, International Law, dan International Relations/Political Science. Ia juga menjelaskan bahwa di IHEID tersedia pula dua program interdisipliner, yaitu International Affairs dan Development Studies. “Program master ditempuh dalam dua tahun atau empat semester dengan 120 Sistem Kredit Semester (SKS),” jelas Dominic.
Selain program master, IHEID juga menyediakan program doktor untuk empat disiplin ilmu yang sama. Sementara untuk program interdisipliner, IHEID menawarkan program Development Studies. “Ini merupakan program empat tahun penuh. Tapi, jika Anda memang benar-benar brilian, program ini bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun,” katanya.
Ia memaparkan bahwa sistem pendidikan di IHEID sebagian besar menggunakan bahasa Inggris. Meskipun, kata Dominic, ada beberapa mata kuliah yang menggunakan bahasa Perancis. “Walaupun begitu, saya pikir tidak akan menjadi masalah selagi yang bersangkutan mampu berbahasa Inggris. Mereka masih dapat belajar dari buku teks yang mayoritas berbahasa Inggris,” ungkap Dominic.
Namun, ia mengakui bahwa mengetahui kata-kata percakapan dasar dalam bahasa Perancis akan sangat membantu mahasiswa di kehidupan sehari-hari. “Jangan khawatir. Kami juga menyediakan fasilitas gratis kursus bahasa Perancis yang diselenggarakan dua kali dalam seminggu,” ujar Dominic.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk memperoleh beasiswa ini seseorang cukup mengisi formulir secara online dan melampirkan sejumlah dokumen yang diperlukan, seperti transkrip akademik, personal motivation, dan letters of recommendation. “Hal yang perlu diketahui bahwa bagi mereka yang akan melanjutkan ke empat disiplin ilmu yang kami tawarkan tadi, mereka harus memiliki latar belakang pendidikan yang sama dengan program yang akan dipilih,” jelas Dominic.
Dijelaskan Dominic bahwa seorang penerima beasiswa akan diberikan 18.000 SFR atau setara dengan 17.820 dolar AS. Biaya pendidikan setiap semester sebesar 2.500 SFR. Itu artinya, penerima beasiswa menerima 8.000 SFR sebagai biaya hidup selama menempuh pendidikan.
“Memang biaya hidup di Swiss cukup mahal, tapi itu tergantung pada gaya hidup Anda. Kalau waktu Anda habiskan di perpustakaan, saya yakin dana tersebut cukup bagi Anda,” kata Dominic seraya menambahkan bahwa mahasiswa juga diizinkan untuk mengambil kerja paruh waktu. (eh)*
Sebelumnya
- Foto Bisa Jadi Sumber Inspirasi - 18 November 2009
- Faisal Basri, “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terseok” - 18 November 2009
- Mahasiswa Peternakan Berwirausaha Jual Hewan Kurban - 18 November 2009
- Risiko Osteoporosis Dapat Terjadi pada Siapa Saja - 17 November 2009
- Mahasiswa FH Gali Pengalaman Alumni di Next Generation - 17 November 2009
Sesudahnya
- Mengintip Peluang Beasiswa di Edufest BEM Kema Unpad - 09 Februari 2010
- Universiti Utara Malaysia Kunjungi Jurusan Hubungan Internasional Unpad - 09 Februari 2010
- Tahun Ini, Daftar Ulang SMUP Sebelum Pelaksanaan SNMPTN - 05 Februari 2010
- Chemistry Fun Days 2010, Upaya Promosi Jurusan Kimia Kepada Pelajar SMA - 05 Februari 2010
- Galeri Foto: Gending Karesmen "Nyuuh" - 04 Februari 2010





