Kandidat Dosen Penerima Beasiswa Dibekali Kemampuan Bahasa Inggris

09 November 2009

Laporan oleh: Anton Sumantri

[Unpad.ac.id, 9/11] Menyikapi UU Guru dan Dosen Tahun 2005, Unpad terus mendorong tenaga pendidiknya untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya. Menurut UU tersebut seorang dosen minimal harus lulusan magister. Demi pemenuhan hal itu, melalui berbagai beasiswa dari dalam dan luar negeri, Unpad membuka lebar kesempatan melanjutkan pendidikan bagi para dosennya.

Sebelum melanjutkan studi ke luar negeri, dosen akan dibekali kemampuan bahasa Inggris (Foto: Tedi Yusup)

Sebelum melanjutkan studi ke luar negeri, dosen akan dibekali kemampuan bahasa Inggris (Foto: Tedi Yusup)

Salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut, Unpad melakukan placement test bahasa Inggris bagi tenaga pendidik yang akan melanjutkan pendidikannya. Placement test ini diselenggarakan Senin (9/11) di RSG Lt.3, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung. Menurut Direktur Pengembangan SDM Unpad, Handarto, S.TP., M.Agr., Ph.D., placement test dilakukan untuk melihat tingkat kemampuan bahasa Inggris dosen kandidat penerima beasiswa.

“Setiap universitas di luar negeri memiliki persyaratan skor tertentu untuk TOEFL atau IELTS. Paling tidak para kandidat harus mengantongi skor 550 untuk TOEFL. Placement test ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan persiapan tenaga pendidik Unpad yang akan berangkat ke luar negeri untuk studi lanjutan,” papar Handarto, Ph.D.

Menurut informasi yang disampaikannya, paling tidak terdapat 3 segi yang menjadi pertimbangan keberangkatan para dosen menimba ilmu ke luar negeri. Pertama, dari segi usia, universitas-universitas di luar negeri mengambil kebijakan bahwa kandidat harus berusia maksimal 40 tahun untuk S3 dan maksimal 37 tahun untuk S2. “Bahkan di Jepang sekarang ada kebijakan bahwa kandidat harus 35 tahun pada saat berangkat untuk S3,” tegasnya.

Pertimbangan kedua adalah waktu. Waktu keberangkatan yang paling dekat adalah untuk kandidat Beasiswa Dikti gelombang 3 yang akan dilaksanakan pada Januari 2010. Pertimbangan ketiga, nilai hasil placement test yang diadakan hari ini. “Skor placement test hari ini akan menentukan para kandidat untuk berada di kelas mana untuk les bahasa Inggris. Apakah itu advance, intermediate, atau basic,” ujarnya.

Kelas bahasa Inggris yang diperuntukkan bagi para kandidat dosen penerima beasiswa akan dilakukan setelah placement test dilakukan. Kelas tersebut akan dilaksanakan sekira 5 minggu secara intensif atau setara dengan 60 jam perkuliahan. Kelas bahasa Inggris akan dilaksanakan di kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung. Setelah mengikuti kelas bahasa inggris, kandidat akan diujikan kembali untuk mendapatkan nilai TOEFL dan/atau IELTS.

Unpad akan menyeleksi kandidat menurut ketiga segi pertimbangan sebelumnya. Mereka yang termasuk dalam daftar kandidat pada Beasiswa Dikti gelombang 3, berusia sekitar 38-40 tahun (untuk S3) dan hampir 37 tahun (untuk S2), telah mendapatkan Letter of Acceptance dari universitas tujuan, skor bahasa inggris yang cukup dan memenuhi syarat beasiswa lainnya, akan segera diberangkatkan.

Sementara itu jika dari ketiga pertimbangan tadi, kandidat masih memiliki waktu yang cukup untuk melengkapi persyaratan seperti nilai TOEFL dan/atau IELTS yang harus ditingkatkan, usia yang relatif masih muda, akan menempuh program reguler kelas bahasa Inggris. Program ini rencananya akan dibuka pada tahun 2010.

“Untuk kandidat yang telah berusia di atas 50 tahun, kami juga memfasilitasi untuk kuliah S3 di dalam negeri. Program reguler akan dilakukan selama 3 bulan. Pelatihannya bersifat intensif. Ini untuk mengejar nilai TOEFL dan/atau IELTS yang dipersyaratkan universitas tujuan,” ungkap Handarto Ph.D.

Ia juga menambahkan bahwa tidak hanya tenaga pendidik saja yang memiliki kesempatan kuliah di luar negeri, tenaga kependidikan pun berkesempatan sama. “Tolong catat pernyataan saya, tenaga kependidikan pun memiliki kesempatan untuk studi lanjutan di luar negeri, baik yang bergelar maupun non-gelar. Yang harus diperhatikan adalah bidang kajian yang akan dipelajari harus sesuai dengan unit kerja dia di Unpad,” tegasnya. (eh)*