Ketahui Peran Apoteker dalam Menghadapi Tantangan Peningkatan Layanan Kesehatan

[unpad.ac.id, 8/01/2018] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Ikatan Alumni Farmasi Unpad menyelenggarakan kegiatan “Career Development Program 2017” dengan tema “Confidence, Creative and Career” di Gedung Pemasaran PT. Biofarma, Bandung, Sabtu (30/12/2017) lalu.

Para pembicara dalam kegiatan “Career development program 2017” dengan tema “Confidence, Creative and Career” di Gedung Pemasaran PT. Biofarma, Bandung, Sabtu (30/12/2017) lalu yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dan Ikatan Alumni Farmasi Universitas Padjadjaran.

Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Profesi Apoteker Unpad khusus bagi para mahasiswanya sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja. Para mahasiswa tersebut diberikan berbagai informasi seputar dunia kerja dari para alumni Farmasi Unpad yang telah sukses di bidangnya.

Adapun pembicara yang hadir pada acara ini diantaranya, Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., Direktur Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI Dra. R. Dettie Yuliati, Apt., para alumni Farmasi Unpad yang sukses menjadi praktisi di berbagai perusahaan farmasi dan kesehatan, serta Ketua Ikatan Alumni Farmasi Unpad Drs. Wahyuli Syafari, Apt.

Acara dimulai dengan sambutan Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof. Dr. Ajeng Diantini, M.Si., Apt. Dalam sambutannya, Prof. Ajeng menyampaikan, acara ini digelar guna memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa Apoteker sebelum terjun dan memberikan kemanfaatan untuk masyarakat. Dibutuhkan kemampuan diri, komunikasi, dan kepercayaan diri.

Sementara Wahyuli Syafari dalam sambutannya mengatakan, berbagai tantangan di masa depan harus sigap dihadapi oleh seorang apoteker. Untuk itu, seorang apoteker harus memiliki bekal kemampuan yang cukup serta kepercayaan diri yang kuat untuk siap andil dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi tersebut.

Dettie Yuliati dalam pemaparannya mengatakan, apoteker harus mampu mengoptimalkan manajemen pengobatan dalam rangka peningkatan luaran pelayanan kesehatan yang positif. Apoteker juga harus dapat menjalin kerja sama dengan tenaga kesehatan lain terutama dalam hal tanggung jawab terhadap outcome terapi.

Selain itu, apoteker berperan sebagai edukator dan pemberdaya masyarakat dalam menggunakan obat dengan benar.

Dettie juga mengemukakan, standar pelayanan kefarmasian harus diterapkan dengan baik sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Penerapan formularium nasional (fornas) sebagai kendali mutu dan kendali biaya akan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih bermutu.

“Peran serta, koordinasi intensif, dan sinergitas antar pemangku kepentingan terkait juga penting dilakukan,” ujar Dettie.

Selanjutnya, acara diisi dengan berbagai pemaparan dari para alumni terkait bagaimana meningkatkan peran dan kompetensi apoteker dalam menghadapi tren globalisasi masa depan.*

Rilis: Farmasi/am