Pemkot Bandung Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan FEB Unpad

[unpad.ac.id, 13/10/2017] Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung sebagai penasehat Bappelitbang dalam mengawal kebijakan ekonomi. Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan kerjasama tim ahli ekonomi dan bisnis.

Dekan FEB Unpad Nurry Efendi, SE, MA, Ph.D (ketiga dari kiri) dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto menandatangi kerjasama Pendampingan dalam Pembangunan Ekonomi dan Bisnis di Kota Bandung (Foto : Adil Mukti/FEB)*

Kerja sama ini ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Nury Effendi, SE, MA, Ph.D di sela gelaran “Think Bandung 3.0 Road to Bandung 2020” di Ballroom Savoy Homann Bidakara Hotel, Selasa, (26/09) lalu. Pemkot dan FEB memulai kerja sama pendampingan dalam pembangunan ekonomi dan bisnis di Kota Bandung.

Usai penandatanganan kerjasama, Yossi menyampaikan kolaborasi ini memulai babak baru proses optimalisasi kebijakan pemerintah kota. Pemkot Bandung merasa perlu lebih serius menangani persoalan ekonomi untuk merespons bonus demografi pada 2030 mendatang.

“Kita perlu mempersiapkan generasi kita agar lebih kompetitif, agar bonus demografi itu bisa menjadi kekuatan kita, juga melakukan serangkaian program pemantapan ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang tinggi ini bisa terus memberi kesejahteraan kepada masyarakat,” kata Yossi.

Ia mengatakan, salah satu hasil inovasi Unpad yang sudah terealisasi adalah program Kartu Bandung Juara (KBJ). Kartu ini diperuntukan untuk membeli pakaian, buku, sepatu dan alat bagi anak-anak kurang mampu di sekolah negeri maupun swasta.

“Menurut perhitungan Unpad, anak-anak yang mendapat KBJ, orang tuanya dapat mempergunakan uangnya untuk membeli peralatan sekolah, untuk meningkatkan tabungan atau kualitas ekonominya,” terang Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Selain program KBJ, pria yang akrab disapa Emil ini juga menjelaskan berbagai program untuk membangun masyarakat ekonomi menengah ke bawah, seperti kredit melati, kredit mesra, hingga program bertajuk Little Bandung. Program ini sebagai upaya mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandung.

Emil pun berharap dengan adanya kerjasama dengan FEB Unpad dapat memberi masukan agar anggaran belanja daerah dapat mempunyai hasil yang bermanfaat.

“Sekarang ‘kan ada e-budgeting, aplikasi ini dapat mengetahui program-program yang tidak berdampak. Saya bisa menghemat  1 Triliun, dari program yang tidak berdampak dan dananya dipergunakan untuk penguatan program-program yang berdampak positif,” ucapnya.

Ke depannya, lanjut Emil, Unpad juga akan memberikan masukan dan kajian terhadap ekonomi makro dan mikro di Bandung. Selama ini, Bandung banyak mengupayakan berbagai kebijakan ekonomi yang berpihak pada keseimbangan, baik kepada usaha mikro kecil menengah maupun investasi skala besar.

“Tapi tidak mungkin pertumbuhan ekonomi hadir tanpa investasi. Makanya investasi triliunan juga kita kejar,” kata Ridwan.

Arini, D.Wahdani/FEB/am