Kemahasiswaan
Program Studi | Fasilitas | Kerja Sama | Kemahasiswaan | Prestasi | Prospek Kerja
Lembaga kemahasiswaan di Fakultas Sastra Unpad terdiri atas lembaga tingkat fakultas yang dapat menampung semua elemen mahasiswa Fakultas Sastra Unpad seperti Majelis Permusyaratan Mahasiswa (MPM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Badang Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan lembaga-lembaga yang hanya dapat menampung elemen mahasiswa sesuai dengan program studi masing-masing yang dikenal dengan nama “Himpunan”.
Himpunan Mahasiswa di Fakultas Sastra Unpad:
- Gema Sastra
Himpunan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia diberi nama Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia, yang lebih ngetop dengan sebutan Gema Sastra. Penggagas beridirinya Gema Sastra ialah Kang Ade Kosmaya (Alm.), dosen nyentrik Fakultas Satra yang sekaligus sastrawan Bandung. Gema Sastra didirikan dengan maksud mengakomodasi dan menyalurkan bakat dan minat mahasiswa Sastra Indonesia, terutama yang berhubungan dengan kegiatan ektrakurikuler. - Pamass
Mahasiswa Jurusan Sastra Daerah (Sunda) tidak suka dengan kata-kata “himpunan” pada nama organisasi mereka. Mereka lebih memilih kata paguyuban daripada himpunan. Dengan paguyuban, rasa kekeluargaan lebih terasa, sedangkan kata-kata lain terasa terlalu formal dan kaku. Maka organisasi ini dinamanan Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass), telah mulai berdiri sejak 16 September 1964. - Himse
Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah mendirikan himpunan mereka pada 4 Desember 1960 yang mereka beri nama Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himse). Aktivis-aktivis pendiri Himse kala itu antara lain A. Mansur Suryanegara, Makmun Salim, dan Maryoto Trisuputra. Maksud dan tujuan pendirian Himse merupakan wadah aspirasi mahasiswa Jurusan Sejarah; menjadi media komunikasi keluarga besar Jurusan sejarah, baik antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan alumni, ataupun mahasiswa dan alumni dengan staf pengajar; melaksanakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, khususnya kegiatan yang bersifat khas Jurusan Sejarah. - Gemasi
Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris mendirikan Gemasi (Gelanggan Mahasiswa Sastra Inggris) tahun 1964. Di antara pendiri Gemasi adalah A. Prijo Utomo dan Djuhaeri. Pada era 80-an Gemasi sering menampilkan drama-drama berbahasa Inggris terkenal di Gedung Kesenian Rumintang Siang. - Himaper
Mahasiswa Jurusan Sastra Perancis mendirikan Himpunan Mahasiswa Sastra Perancis (Himaper) pada tahun 1960. Pendirinya adalah Budiman Saleh dan kawan-kawan seangkatan. Tujuan didirikannya Himaper adalah agar mahasiswa dapat berkarya dalam suatu organisasi kemahasiswaan supaya dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain di luar Jurusan Perancis. Manfaat organisasi ini ialah mahasiswa belajar bersosialisasi dan belajar berjuang bersama-sama mahasiswa lain, serta mengajarkan cara-cara untuk bersatu dalam suatu wadah. - Himade
Himpunan Mahasiswa Djepang (ejaan lama) diberi nama Himade, yang diambil dari kata-kata dalam Bahasa Jepang, yaitu hi ‘matahari’ made ‘sampai’. Jadi himade bermakna ‘sampai ke matahari’ atau ‘belajar sampai ke Jepang, negeri matahari terbit’. Penggagas Himade adalah Itang Koernaedi dikembangkan pada tahun 1977 oleh para aktivis ketika itu yang kini menjadi dosen-dosen, yaitu Nandang Rahmat dan Maman Suratman. Himade didirikan dengan tujuan untuk menggalang kebersamaan dan kekeluargaan sesama anggota dalam upaya melengkapi kekurangan pada diri mahasiswa dan menyalurkan hobi, minat, dan bakat mahasiswa yang tidak dapat tersalurkan dalam himpunan lain. Himade Banzai ! - Himarus
Himpunan Mahasiswa Sastra Rusia (Himarus) berdiri pada tahun 1977. Dirintis oleh Kang Ibing, Dadang Iskandar, Sully Zein, Bagio, dan Asep Dayat secara legal dan formal, meski saat itu kuantitas mahasiswa relatif sedikit, namun tetap berupaya eksis berhimpun secara aktif, komunikatif, dan partisipasif. Tahun 1980 Himarus semakin progresif dan produktif dalam kancah dunia kemahasiswaan, yang didukung oleh, antara lain, Upik Rapida dan Susi Machdalena. Hingga sekarang Himarus tetap hidup dalam merealisasikan dan mengaktualkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. - Himasad
Himpunan Mahasiswa Sastra Djerman (ejaan lama) disingkat Himasad, didirikan pada tahun 1972 dengan tujuan untuk mengkonsolidasikan seluruh sivitas akademika Jurusan Sastra Jerman. Himasad memiliki fungsi sebagai wadah bagi seluruh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman untuk melakukan kegiatan-kegiatan akademis yang merupakan aplikasi dari ilmu dan pengetahuan yang ada di wailayah bahasa asing. Dengan Himasad diharapkan seluruh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman dapat menyalurkan segala ide yang ada yang pada akhirnya dimaterialkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang harus memberikan pengaruh positif bagi lingkungan masyarakat yang ada di sekitarnya. - Himasa
Himpunan Mahasiswa Sastra Arab (Himasa) secara historis berdiri seiring dengan dibukanya Jurusan Sastra Arab di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran pada 4 Oktober 1964. Himasa merupakan salah satu himpunan mahasiswa yang berprestasi. Pada Oktober 1988 di Yogyakarta Himasa ditunjuk sebagai motor penggerak dan pusat informasi kegiatan mahasiswa sastra Arab tingkat nasional. Pada Juli 2000 Himasa berhasil mengumpulkan himpunan mahasiswa sastra Arab seluruh Indonesia di kampus Jatinangor dan berhasil mendirikan Impabasasi, yaitu ikatan mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Arab seluruh Indonesia, dan pada Februari 2002 ini berhasil meng-goal-kan program kerja periode 2001/2002-nya, yaitu berhasil mendirikan ikatan mahasiswa bahasa Arab Bandung (Imaba), yang mewadahi tiga universitas negeri di Bandung: Unpad, UPI, dan IAIN Sunan Gunung Djati. (Sekarang UIN) - Himasie
Himasie adalah singkatan dari Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Ekstensi (sekarang Kelas Reguler Sore). Himpunan ini didirikan pada tanggal 23 Maret 2002, dengan dasar pemikiran bahwa belum ada suatu wadah yang bisa memfasilitasi para mahasiswanya dalam berkreasi. Tujuan pendirian himpunan itu adalah untuk menyalurkan aspirasi para mahasiswanya ke dalam sebuah kegiatan yang terorganisasi serta untuk mengembangkan kemampuan para mahasiswa dalam berorganisasi. Anggota Himasie adalah seluruh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Kelas Reguler Sore Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Sekretariat Himasie kampus Fakultas Sastra Jl. Dago Pojok No. 23 Bandung. - Kameja
Himpunan mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang dibentuk dengan musyawarah yang diadakan pada 24 April 2002. Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa himpunan mereka diberi nama Kameja, yaitu singkatan dari keluarga mahasiswa ekstensi (Kelas Reguler Sore) Jepang. Visi Kameja ialah menjadi forum kekeluargaan dalam pengembangan ide dan kreativitas mahasiswa Kelas Reguler Sore Jepang, sedangkan misinya ialah mempererat kekeluargaan mahasiswa sesuai dengan visinya agar dapat membantu Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran menghasilkan lulusan yang beriman, cerdas, mandiri, dan berbudaya. - Hima Editing D-III
Mahasiswa Program Studi Editing membentuk himpunan mahasiswa pada tahun 1992, yang diberi nama Hima Editing, yaitu Himpunan Mahasiswa Editing. Kekeluargaan dalam himpunan ini sangat terasa sehingga banyak sekali alumnusnya dapat bekerja pada perusahaan yang sama dan keakraban dalam himpunan tetap terjalin di tempat-tempat mereka bekerja. - Himasid D-III
Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris membentuk himpunan mahasiswa pada bulan September tahun 1987 yang diberi nama Himasid, yaitu Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Diploma. Beberapa tahun setelah berdiri, himpunan ini terkenal dengan studi bandingnya ke universitas-universitas. Pada saat studi banding ke Universitas Nasional Jakarta, mereka disambut oleh Prof. Sutan Takdir Alisahbana (Alm.) dan diberi kuliah umum mengenai betapa pentingnya arti sebuah bahasa bagi suatu bangsa. - Himade D-III
Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Program Diploma 3 diberi nama Himade juga, yang diambil dari kata-kata dalam bahasa Jepang, yaitu hima ‘waktu’ dan de ‘luang’. Jadi, himade bermakna pekerjaan di waktu luang, waktu bagi mahasiswa berkumpul untuk membicarakan hal-hal di luar rutinitas mengikuti perkuliahan. Himade didirikan pada tahun 1988 oleh Faturahman dan kawan-kawan. Tujuan mendirikan Himade ialah untuk menggalang kebersamaan dan kekeluargaan mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Program Diploma 3 dalam upaya melengkapi proses belajar mengajar dan menyalurkan minat dan bakat mahasiswa yang tidak dapat disalurkan pada himpunan lain. - Kamapa D-III
Mahasiswa Program Studi Studi Usaha Perjalanan Wisata membentuk himpunan mahasiswanya pada tahun 1998 yang diberi nama Kamapa, singkatan Keluarga Mahasiswa Pariwisata. Sekalipun anak bawang, anggota Kamapa terkenal di seantero Unpad lantaran satu-satunya yang setiap hari ke kampus berseragam rapi dan berdasi. Soal berpariwisata, mereka memang jagonya, dan lantaran itu pula mereka punya program kerja mengunjungi pelosok tujuan wisata. Sekarang setelah punya gerai layanan tiketing garuda, semakin sibuk saja.
Berikut ini adalah lembaga-lembaga kemahasiswaan di Fakultas Sastra Unpad yang bergerak di bidang Minat, Bakat dan Penalaran:
- DKM Al-Muslih
DKM Al Muslih Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran didirikan pada hari Rabu 19 September 1991. Visi DKM Al Muslih ialah menjadi wadah pendidikan dan pembinaan umat Islam di kalangan sivitas akademika Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, sedangkan misi DKM Al Muslih ialah melaksanakan kegiatan sesuai dengan visinya agar dapat membantu Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran menghasilkan lulusan yang beriman, cerdas, mandiri, dan berbudaya Kegiatan-kegiatan DKM Al Muslih: penerimaan aktivitas muda, pelatiahan proyek proposal, pelatihan proyek penjualan, mentoring pendidikan agama Islam, studi islam intensif, studi dasar islam, bakti sosial, dan lain-lain. - Bluehikers
Alam terkembang memberi cinta karena alam yang begitu luasnya penuh dengan keindahan dan keindahan tersebut memberi cinta bagi kita semua karena cinta merupakan suatu hal yang universal. Demikian motto Blue Hikers, yang berdiri 30 September 1994, berawal dari kegelisahan mahasiswa Fakultas Sastra mencari cinta sejati. Blue Hikers terdiri atas tiga divisi, yaitu divisi alam bebas (out door) yang meliputi kegiatan alam bebas, hutan dan gunung, dan panjat dinding, divisi seni budaya yang meliputi kegiatan teater dan seni sastra, dan divisi fotografi. - Kemas
Kesenian Mahasiswa Sastra (Kemas) Gentra Pakwan yang didirikan pada tanggal 13 Maret 1998 oleh Samson, Suwarman, dan kawan-kawan merupakan wadah bagi mahasiswa-mahasiwa yang mencintai kesenian Sunda. Bidang yang menjadi perhatian utama Kemas adalah tari tradisional seperti jaipongan dan karawitan sebagai alat pengiringnya. Bidang seni lain adalah suling, rampak kendang, rampak jaipongan, degung, dan dangdut Sunda.


