Program Strategis: Riset Unggulan

Program strategis RIP Unpad dituangkan dalam pelaksanaan riset unggulan, riset “non unggulan”, riset nasional, penguatan riset  internasional dan riset tindakan (reseach action, partisipatory research).  Riset Unggulan Unpad direncanakan secara semi  top down dan ditentukan berdasarkan Borang Dikti 2010 dengan memperhatikan Payung Riset dan unggulan setiap Fakultas, serta kebijakan tentang riset di tingkat Nasional, regional dan tingkat universitas yaitu “Kesejahteraan Global melalui Pengembangan Ipteks Inovatif berbasis Biodiversitas dan Budaya Lokal”.

Seluruh riset unggulan Unpad adalah kajian interdisiplin yang berorientasi kepada dan berkontribusi nyata dalam penyelesaian sebagian masalah nasional maupun Jawa Barat. Riset Unggulan Unpad berorientasi pada kemandirian ekonomi dan pengentasan kemiskinan untuk Kesejahteraan Masyarakat (Gambar 1). Untuk tahun 2012-2016, Unpad menentukan lima bidang Riset Unggulan  yaitu:

1.    Pangan:

         Pangan Lokal untuk Pangan Nasional

2.    Lingkungan Hidup:

        Perlindungan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup

3.    Kesehatan :

         Infeksi, Onkologi dan Obat Herbal

4.    Energi:

        Diversifikasi dan Konservasi Energi

5.    Kebijakan, Budaya dan Informasi:

      Peningkatan Kualitas Hidup dan Harmonisasi Sosial

 

 

Kelima bidang riset unggulan Unpad tersebut, secara rinci topik riset dan ruang lingkupnya sebagai berikut :

1. Pangan: Pangan Lokal untuk Pangan Nasional

Topik riset  mencakup:

  1. Biodiversitas plasma nutfah tanaman, ternak  dan ikan  sebagai sumber pangan potensial
  2. Etnobotani dan budaya pangan masyarakat (pengentasan kemiskinan, kesempatan kerja dan kualitas sumber daya manusia )
  3. Pemuliaan tanaman, ternak dan ikan unggul tahan cekaman lingkungan biotik dan abiotik
  4. Rekayasa teknologi budidaya serta produksi bibit  tanaman, ternak dan ikan unggul
  5. Pengembangan IPTEK pascapanen dan peningkatan nilai tambah produk hasil pertanian
  6. Rekayasa dan penguatan kelembagaan untuk peningkatan daya saing pangan lokal unggul di pasar domestik dan global
  7. Teknologi  remediasi lahan pertanian

 

Topik riset pangan dirumuskan berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki Unpad dan isu-isu strategis lokal maupun nasional yang berkaitan dengan Pangan Lokal dan Pangan Nasional (Tabel 1). Secara garis besar fishbone diagram penelitian unggulan  pangan dapat dilihat pada Gambar 2.

Isu-isu StrategisKonsep PemikiranPemecahan MasalahTopik Riset yang Diperlukan
1.      Indonesia sebagai negara mega- biodiversity memiliki beragam jenis tanaman, ikan dan ternak1.      Re-orientasi kebijakan pangan dari pendekatan ‘nasional’ menjadi ‘lokal’1.        Riset dasar dan terapan di bidang biodiversitas tanaman/ternak/ ikan sebagai sumber karbohidrat dan protein1.      Biodiversitas plasma nutfah tanaman /ternak/ ikan lokal sebagai sumber pangan potensial
2.      Budaya pemenuhan pangan (food habit, food policy) Indonesia masih tergantung beras2.      Re-orientasi makanan pokok berdasarkan pendekatan kearifan lokal untuk mengurangi ketergantungan beras2.        Penggalian jenis pangan ‘padi lokal’ atau jenis tanaman non-padi lain sebagai sumber karbohidrat2.      Etnobotani dan budaya pangan masyarakat
3.      Adanya ancaman fenomena perubahan iklim dan lingkungan terhadap keamanan pangan3.      Peningkatan kualitas agro-ecosystem tanaman/ternak/ikan3.        Pemuliaan tanaman/ternak/ikan untuk antisipasi perubahan iklim3.      Pemuliaan tanaman/ternak/ ikan unggul tahan cekaman lingkungan biotik dan abiotik
4.      Produksi benih tanaman, ternak dan Ikan unggul masih rendah4.      Pendekatan spesifik wilayah dalam produksi benih tanaman/ikan/ ternak unggul4.        Teknologi produksi bibit tanaman/ternak/ ikan unggul dan spesifik wilayah4.      Rekayasa teknologi budidaya dan produksi bibit tanaman/ternak/ ikan unggul
5.      Kualitas makanan5.      Pengolahan hasil pertanian lokal untuk pemenuhuan gizi dan estetika5.        Perbaikan nilai gizi dan estetika olahan pangan5.      Pengembangan iptek pasca panen dan peningkatan nilai tambah produk hasil pertanian
6.      Era pasar bebas membanjirnya produk/jenis pangan ke pasar domestik6.      Peningkatan kualitas jenis pangan lokal untuk menangkal produk import6.        Penguatan kelembagaan dan pasar serta teknologi pangan untuk peningkatan kualitas produk pangan lokal6.      Rekayasa dan penguatan kelembagaan untuk peningkatan daya saing pangan lokal unggul di pasar domestik dan global
7.      Degradasi kualitas lahan akibat pencemaran dan salah kelola mengancam produksi tanaman pangan7.      Peningkatan kualitas lahan dapat meningkatkan produktivitas lahan7.        Inventarisasi penyebab lahan terdegradasi7.      Remediasi lahan pertanian

fishbone pangan

2. Lingkungan Hidup: Perlindungan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup

Topik riset  mencakup:

  1. Layanan ekosistem dan keanekaragaman hayati
  2. Sistem  dan  pengelolaan agroforestri
  3. Ekologi akuatik  dan  manajemen sumberdaya air
  4. Toksikologi lingkungan dan pengelolaan limbah
  5. Rehabilitasi ekosistem tercemar dan rusak
  6. Ekowisata
  7. Kebijakan dan perlindungan hukum bidang lingkungan
  8. Kelembagaan untuk mengembangkan produk budaya  dan pelestarian lingkungan
  9. Pemetaan dan dokumentasi informasi  kearifan lokal, ekosistem dan keanekaragaman hayati
  10. Perlindungan dan pengelolaan sumberdaya geologi dan kebencanaan
  11. Green economy melalui internalisasi dan valuasi ekonomi ekayaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup

 

Topik riset pangan dirumuskan berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki Unpad dan dan isu-isu strategis lokal maupun nasional yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup (Tabel 2). Secara garis besar fishbone penelitian unggulan bidang Lingkungan Hidup dapat dilihat  pada Gambar 3.

Isu-isu StrategisKonsep PemikiranPemecahan MasalahTopik Riset yang Diperlukan
1.        Isu-isu lokal, nasional dan global terkait Lingkunan Hidup: perubahan iklim (pemanasan global), deforestasi dan desertifikasi, penurunan kehati, pencemaran dan kerusakan lingkungan, kemiskinan1.      Reorientasi arah pembangunan nasional (pemanfaatan SDA-LH yang berkelanjutan sebagai modal pembangunan)1.        Riset dasar dan terapan yang bersifat multi- dan interdisiplin di bidang perlindungan dan pengelolaan SDA-LH1.        Layanan ekosistem dan keanekaan hayati:
·          Pemetaan dan dokumentasi informasi kearifan lokal, ekosistem dan keanekaragaman hayati
·          Perlindungan dan pengelolaan sumberdaya geologi dan kebencanaan
2.        Ecodevelopment menjadi mainstream pembangunan nasional2.        Ketidakpastian fenomena dan respon alam akibat pemanfaatan SDA-LH2.   Ekologi perdesaan, Sistem dan pengelolaan agroforestri
·          Ekologi akuatik dan Manajemen sumber daya air
3.        Era pasar bebas yang mengutamakan sistem produksi bekelanjuitan (ramah lingkungan)3.        Pola pikir sistemik daripada parsial (‘the whole is more than the sum of its parts’)3.        Pendidikan lingkungan bagi semua kalangan dan pembinaan SDM peneliti bidang perlindungan dan pengelolaan SDA-LH3.   Rehabilitasi ekosistem terganggu (tercemar dan rusak)
4.        Komitmen Indonesia dalam perjanjian global bidang perlindungan dan pengelolaan SDA-LH (mis. A21, CBD, REDD+)4.        Membangun masyarakat “melek lingkungan”4.        Aplikasi hasil-hasil riset di bidang perlindungan dan pengelolaan SDA-LH4.   Kebijakan dan perlindungan hukum bidang lingkungan
5.        Indonesia sebagai negara megadiversity5.   Ekowisata

fishbone lingkungan hidup

 

3. Kesehatan: Infeksi, Onkologi dan Obat Herbal

Topik riset mencakup:

  1. Upaya pencegahan, diagnosis dan pengelolaan penyakit yang komprehensif
  2. Pendalaman pada mekanisme timbulnya penyakit (patofisiologi) untuk pencegahan yang lebih efektif
  3. Pengembangan bahan biologis  dan material maju untuk kebutuhan alat diagnosis, obat dan vaksin
  4. Pengembangan obat herbal menjadi obat alternatif yang lebih rasional untuk TB, HIV,  kanker, anti DM dan material kedokteran gigi
  5. Kebijakan dan perlindungan hukum dalam bidang  kesehatan dan obat herbal

 

Topik riset Kesehatan dirumuskan berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki Unpad dan dan isu-isu strategis lokal maupun nasional yang berkaitan dengan Kesehatan (Tabel 3). Garis besar penelitian unggulan kesehatan Unpad dalam bentuk fishbone dapat dilihat pada Gambar 4.

Isu-isu StrategisPemecahan MasalahTopik Riset yang Diperlukan
1.       Upaya pencegahan masih sangat lemahRiset terapan yang membuktikan:1.       Model upaya pencegahan yg komprehensif dan efektif (cohort of people at risk)
2.       Deteksi dan pengelolaan penyakit belum terintegrasi1.       manfaat dari upaya pencegahan yg komprehensif.2.       Efektifitas dan manfaat deteksi dini serta pengelolaan penyakit yang terintegrasi (cohort of patients)
3.       Penerapan ilmu dan teknologi terkini belum optimal2.       Manfaat dari deteksi dan pengelolaan penyakit yang terintegrasi3.       cost-effectiveness study dari ilmu dan teknologi terkini yang dievaluasi dalam infrastruktur 1 dan 2
3.       Manfaat dari penerapan ilmu dan teknologi terkini
1.       Masih kurangnya pengetahuan mekanisme terjadinya penyakit shg pencegahan masih belum bisa optimalRiset yang:1.       Dasar imunologi dan genetika penyakit
2.       Masih belum ditemukan pengobatan yang jangka pendek (TB) dan menyembuhkan (HIV)1.       Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit2.       Pencarian bahan herbal, obat dan rejimen terapi yang baru dan lebih efektif
3.       Masih kurang pengetahuan mengenai faktor resiko terjadinya penyakit tsb2.       Mengeksplorasi berbagai upaya dan penerapan pengobatan3.       Uji preklinik dan uji klinik untuk butir no. 2 di atas
3.       Mengidentifikasi faktor resiko terjadinya penyakit serta mekanismenya
1.       Belum adanya mekanisme pengumpulan bahan biologis (sampel pasien, isolat patogen) yang sistematis1.       Menyusun suatu biobank yang berkualitas dan sistematis1.       Deteksi dan karakterisasi patogen yang ditemukan di A.1 dan A.2
2.       Kurangnya upaya pengembangan bahan biologis untuk digunakan untuk pengembangan alat diagnosis serta obat yang digunakan sendiri2.       Riset terapan yang dapat memanfaat bahan biologis yang disimpan untuk kebutuhan sendiri dan dapat komersialisasi2.       Riset eksperimental lab menilai efektifitas, manfaat bahan biologis yang dimiliki
3.       Belum adanya upaya pengembangan vaksin3.       Riset dasar untuk mengevaluasi bahan biologis yang potensial untuk pengembangan vaksin3.       Pengembangan bahan biologis (Ag) lebih lanjut untuk kebutuhan pengembangan vaksin
4.       Pengembangan material maju
Efek jangka panjang obat-obat kimia dan harga obat kimia yang semakin meningkatMendapatkan senyawa bioaktif dari tanaman1.       Isolasi dan identifikasi senyawa bioaktif
2.       Kajian keamanan melalui uji pra klinik
3.       Modifikasi struktur molekul senyawa bioaktif menjadi senyawa yang lebih efektif dan aman

fishbone kesehatan

 

4. Energi: Diversifikasi dan Konservasi Energi

Topik riset mencakup

  1. Energi berbasis biomassa: biofuel (etanol, metanol, biodiesel) dan biogas
  2. Lampu hemat energi
  3. Polimer dan nanomaterial sel surya
  4. Pengelolaan sumber daya energi
  5. Pengembangan energi panas bumi dan mikrohidro
  6. Kebutuhan energi dalam pembangunan ekonomi dan instrumen pengembangan bauran energi yang optimal

 

Topik riset Energi dirumuskan berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki Unpad dan dan isu-isu strategis lokal maupun nasional yang berkaitan dengan Energi (Tabel 4). Garis besar penelitian unggulan Energi Unpad dalam bentuk fishbone  dapat dilihat pada Gambar 5.

Isu-isu StrategisKonsep PemikiranPemecahan MasalahTopik Riset yang Diperlukan
1.        Menurunnya tingkat produksi energi fosil yang menjadi andalan nasional1.      Penggunaan energi berbasis fosil mendominasi energi baru dan terbarukan (EBT) berbasis biomassa dengan emisi lebih rendah1.    Optimalisasi potensi biomassa sebagai alternatif pengganti energi fosil1.        Identifikasi, pemetaan biomassa potensial sebagai sumber EBT
2.        Pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca dari kendaraan pengguna energi fosil2.      Produksi biomassa menurunkan emisi CO2 karena berfotosintesis dan melepaskan O22.    Mengembangkan sumber EBT berbasis biomasa2.        Teknologi produksi biomassa dan energi berbasis biomasa untuk biogas dan biofuel (etanol, metanol, biodiesel)
3.    Pemenuhan kebutuhan masyarakat dan peningkatan kegiatan ekonomi di daerah penghasil sumber EBT berbasis biomasa3.        Kajian tekno-ekonomi, aspek finansial, dan analisis keberlanjutan
4.        Diseminasi informasi kepada konsumen dan produsen untuk penggunaan energi berbasis biomasa
1.        Ketersediaan energi yang semakin menipisMempromosikan masa depan energi yang berkelanjutan melalui LHE berbasis LED (solid state lighting, SSL).1.      Ilmu dasar dan rekayasa bahan Sistem instrumentasi dan kontrol serta desain device1.        Rekayasa partikel phosphor, film elektro-luminisensi, dye dan polimer hibrid
2.        Masuknya lampu dan komponen lampu hemat energi (LHE) ke Indonesia2.      Memfokuskan riset komponen LHE, mengembangkan riset analisis ekonomi dan promosi litbang LHE2.        Rancang bangun alat karakerisasi cahaya dan
3.        Desain devais SSL
4.        Analisis ekonomi terhadap produk SSL
5.        Optimisasi sistem dan komponen
6.        Kebijakan dan diseminasi penggunaan SSL
1.        Menurunnya tingkat produksi energi fosil yang menjadi andalan nasionalTenaga surya, panas bumi dan mikrohidro tidak bersifat polutif seperti energi fosil dan relatif melimpah di Indonesia1.     Riset material untuk sel surya1.        Polimer dan nanomaterial sel surya
2.        Kelangkaan Energi2.     Pengembangan energi panas bumi dan mikrohidro2.        Pengembangan teknologi sesuai dengan hasil mapping potensi sumber energi panas bumi dan mikrohidro
3.        Bauran energi nasional tidak optimal3.        Kajian tekno-ekonomi, aspek finansial, dan analisis keberlanjutan
4.        Pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca dari kendaraan pengguna energi fosil
1.       Eksploitasi sumber daya energi yang tidak selaras lingkunganKonservasi sumber energi mempertahankan bauran energi yang optimalOptimasi bauran energi1.        Pengelolaan seluruh sumber daya energi dengan optimal dan bekelanjutan
2.       Bauran energi tidak optimal2.        Kebutuhan energi dalam pembangunan ekonomi dan instrumen pengembangan bauran energi yang optimal

fishbone energi

5. Kebijakan, Budaya dan Informasi: Peningkatan Kualitas Hidup dan Harmonisasi Sosial

Topik riset mencakup

  1. Pemahaman kelestarian lingkungan berbasis keragaman masyarakat
  2. Persepsi dan perilaku masyarakat terhadap berbagai obat berbasis keragaman hayati
  3. Pola pencarian informasi di bidang kesehatan lingkungan pada masyarakat multikultur
  4. Kebijakan ketahanan pangan, energi, kesehatan dan lingkungan hidup
  5. Penguatan kelembagaan lokal dalam pelestarian lingkungan hidup
  6. Kemitraan untuk pengembangan produk pangan, energi dan obat-obatan berbasis keragaman hayati
  7. Media dan sistem informasi keragaman hayati dan kearifan lokal dalam aspek pangan, energi dan obat-obatan
  8. Perlindungan hukum, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
  9. Efektivitas, keberpihakan dan akuntabilitas pendapatan dan pengeluaran publik

 

Topik riset Kebijakan, Budaya ddan Informasi dirumuskan berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki Unpad dan dan isu-isu strategis lokal maupun nasional (Tabel 5). Garis besar penelitian unggulan kebijakan, budaya dan informasi  Unpad dalam bentuk fishbone dapat dilihat pada Gambar 6.

Kompentensi KeilmuanIsu-isu StrategisKonsep PemikiranPemecahan MasalahTopik Riset yang Diperlukan
Anthropologi dan sosiologi budaya1.        Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan1.      Keterlibatan aktif seluruh komponen bangsa akan mencegah kerusakan alam dan melestarikan lingkungan.1.    Pemetaan kearifan lokal dalam melestarikan lingkungan.Pemahaman kelestarian lingkungan berbasis keragaman masyarakat
2.        Produksi dan konsumsi tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.2.      Keterlibatan aktif menimbulkan kesadaran dan pemahaman.2.    Revitaliasi dan menghidupkan kembali kearifan lokal pelestarian lingkungan yang ada di masyarakat.
3.        Meningkatnya intensitas terjadinya bencana alam3.      Setiap kelompok masyarakat memiliki cara yang beragam dalam melestarikan lingkungan.3.    Mobilisasi gaya hidup ramah lingkungan
4.        Lemahnya kepedulian dan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan
Komunikasi kesehatan dan lingkungan1.        Berkembangnya penemuan obat berbasis kekayaan hayati (herbal)1.      Obat herbal lebih aman dan murah dibandingkan obat kimiaMelakukan kajian tentang respon masyarakat terhadap terhadap berbagai obat herbalPersepsi dan perilaku masyarakat terhadap berbagai obat herbal
2.        Sosialisasi penemuan dan penggunaan obat herbal belum efektif.2.      Pengembangan obat herbal mendorong penanaman kembali dan pelestarian tanaman obat yang hampir punah.
3.        Penerimaan masyarakat terhadap obat herbal mendukung pelestarian lingkungan3.      Budidaya tanaman obat dapat meningkatkan pendapatan daerah/Negara jika dikelola secara tepat.
1.        Penyebaran informasi kesehatan lingkungan belum terencana dan tertata baik.1.      Diperlukan perencanaan dan penataan penyebaran informasi kesehatan lingkungan yang efektif.1.    Pemetaan pola pencarian informasi di bidang kesehatan pada berbagai suku.Pola pencarian informasi di bidang kesehatan lingkungan pada masyarakat multikultur
2.        Keragaman berbagai media informasi belum dimanfaatkan secara optimal2.      Media informasi yang beragam dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyalurkan informasi tentang kesehatan lingkungan.2.    Model penyebaran informasi berbagai media dalam kesehatan lingkungan
3.        Kurangnya aksesibilitas masyarakat menjangkau informasi kesehatan lingkungan3.      Kesehatan lingkungan pada masyarakat multikultur dapat tercipta melalui pemberian informasi yang terpola dan terus menerus.
4.        Masyarakat mencari sendiri informasi kesehatan secara sporadis
Formulasi, implementasi dan evaluasi kebijakanKebijakan-kebijakan tentang ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan lingkungan hidup belum diimplementasikan secara efektif1.      Diperlukan kebijakan-kebijakan yang efektif untuk mengatur, mengontrol dan memayungi program bidang ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan lingkungan hidupSinkronisasi, harmonisasi, dan peninjauan kembali kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan lingkungan hidup.Kebijakan ketahanan pangan, energi, kesehatan dan lingkungan hidup
2.      Diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang pangan, energi, kese-hatan dan lingkungan hidup
Capacity building1.        Potensi dan eksitensi kelembagaan lokal belum teridentifikasi1.      Keberadaan dan potensi kelembagaan lokal harus diketahui dan dioptimalkan.Penguatan kelembagaan lokal dalam menciptakan dan mengembangkan keanekaragaman hayati, pelestarian budaya, dan lingkungan hidupPenguatan kelembagaan lokal dalam menciptakan keanekaragaman hayati, pelestarian budaya dan lingkungan hidup
2.        Kelembagaan lokal belum dilibatkan secara maksimal dalam menciptakan dan mengembangkan keanekaragaman hayati, pelestarian budaya, dan lingkungan hidup2.      Kelembagaan lokal merupakan mitra penting pemerintah
3.        Lemahnya kelembagaan lokal menciptakan keanekaragaman hayati, pelestarian budaya, dan lingkungan hidup3.      Partisipasi kelembagaan lokal dapat meningkatkan akselerasi produk keanekaragaman hayati, melestarikan budaya, dan lingkungan hidup
Pengembangan bisnis produk pangan, energi, dan obat-obatan berbasis keragaman hayati1.        Produk pangan, energi, dan obat berbasis keragaman hayati belum dikembangkan dan dikelola secara maksimal.Dibutuhkan kemitraan dalam mengembangkan bisnis produk pangan, energi, dan obat-obatan berbasis keragaman hayatiPengembangan kemitraan dalam pengembangan bisnis produk pangan, energi, obat-obatan berbasis keragaman hayatiKemitraan untuk pengembangan produk pangan, energi dan obat-obatan berbasis keragaman hayati
2.        Pengembagan potensi dan proses bisnis produk pangan, energi, dan obat berbasis kergaman hayati belum efektif &efisien.
3.        Keterbatasan kemampuan dan kapasitas institusi.
Keragaman Media1.        Masih kurangnya peran media dalam menyebarluaskan keragaman hayati dan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia dalam aspek pangan, energi, dan obat-obatan.Optimasi penggunaan berbagai media sebagai alat utama untuk menyebarluaskan keragaman hayati dan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia dalam aspek pangan, energi, dan obat-obatanMengembangkan content media dan sistem informasi dibidang keragaman hayati dan kearifan lokal dalam aspek pangan, energi, dan obat-obatan.Media dan sistem informasi keragaman hayati dan kearifan lokal dalam aspek pangan, energi dan obat-obatan
2.        Sistem informasi keragaman hayati dan kearifan lokal dalam aspek pangan, energi, dan obat-obatan belum efektif dan sinergis.
Gender, traficking dan perlindungan hukum1.        Kasus kekerasan di rumah tangga, perdagangan orang (perempuan dan anak), dan pekerja anak di bawah umur semakin meningkat.1.     Kaum marginal perlu memperoleh perlindungan hukum yang memadai.1.   Mengupayakan keadilan hukum dan sosial dengan a) Meningkatkan perlindungan hukum terutama untuk perempuan dan anak-anak, b) mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.Perlindungan hukum, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
2.        Beberapa kebijakan pemerintah bias gender2.     Diperlukan upaya pencegahan terjadinya kekerasan dan perdagangan orang secara melembaga dan sistemik.2.   Peninjauan kembali kebijakan pemerintah yang bias gender.
3.        Kurangnya perlindungan hukum terhadap kelompok marjinal;3.   Penanganan dan rehabilitasi korban pasca kekerasan dan perdagangan orang
4.        Kesenjangan sosial dan ekonomi
Community development and entepreneurshipKetidakmampuan masyarakat mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimilikinyaPeningkatan kapasitas SDM dan institusi lokal menjadi mandiri secara ekonomi, sosial dan budaya.1.   Efektivitas kebijakan ekonomi pemerintahEfektivitas, keberpihakan dan akuntabilitas pendapatan dan pengeluaran publik
2.   Benefit insidence analysis program/kebijakan
3.   Pengembangan entrepreunership

fishbone kebijakan

Setiap Topik Riset Unggulan Unpad memiliki Road Map dalam bentuk Fish Bone untuk mencapai sasaran riset. Pendekatan interdisiplin dalam menentukan topik riset unggulan Unpad memberi kesempatan  kepada setiap unit penelitian untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan setiap topik riset unggulan. Dalam operasionalisasinya, Riset Unggulan Unpad akan dilaksanakan di tingkat Fakultas dan  Pusat-Pusat Riset di bawah koordinator LPPM.