Yuyun Hidayat, PhD, Hasilkan Prediksi Akurat Tentang Data Kasus Covid-19 di Indonesia

Laporan oleh Arif Maulana

statistika

Yuyun Hidayar, M.SIE., PhD.*

[unpad.ac.id, 29/6/2020] Ilmu statistika berkontribusi krusial dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Statiskawan berperan memberikan prediksi total kasus dan kasus aktif secara nasional. Hasil prediksi dapat memberikan gambaran untuk menilai sejauh mana efektivitas kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Statiskawan Universitas Padjadjaran Yuyun Hidayat, M.SIE., PhD, mengungkapkan, prediksi kasus aktif sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat Indonesia. Prediksi memungkinkan otoritas terkait untuk melakukan tindakan preventif. Berbagai kasus penolakan pasien terkonfirmasi Covid-19 akibat penuhnya kapasitas rumah sakit menjadi salah satu alasan mengapa prediksi harus dilakukan.

Bersama tim, Yuyun menghitung prediksi total angka kasus dan kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Penghitungan ini dilakukan sejak kasus pertama Covid-19 terjadi di Indonesia hingga saat ini. Setiap minggu, prediksi diperbarui, agar prediksi  tetap bisa menjadi bahan pertimbangan otoritas dalam menangani kasus .

“Jika prediksi aktif melampaui kapasitas bed di rumah sakit rujukan Covid-19, otoritas memiliki tenggang waktu selama 2 minggu untuk melakukan penyesuaian terhadap kapasitas rumah sakit agar tidak terjadil penolakan pasien oleh rumah sakit dengan alasan penuh,” papar Yuyun.

Prediksi yang dilakukan Yuyun Hidayat dan tim menggunakan model auto-regresif modifikasi (modified auto-regressive). Model ini merupakan salah satu metode peramalan sederhana dalam ilmu statistika. Meski demikian, model ini divalidasi secara masif. Dikatakan masif, karena model dites mengikutsertakan data dari 20 negara lain yang memiliki dinamika tren yang mirip dengan Indonesia.

Selain divalidasi secara masif, data yang digunakan juga dikontrol mutunya menggunakan acceptance sampling plan 30% dengan pengembalian, sehingga dapat mereduksi fenomena garbage in garbage out (GIGO), atau masuknya data “sampah” yang bisa menghasilkan prediksi menyesatkan. “Sehingga saya memiliki confidens mengenai akurasi dan presisi model prediksi ini,” paparnya.

Secara sederhana, penghitungan dilakukan dengan mencari koefisien regresi dari data yang ada. Pencarian koefisien dilakukan dengan sistem komputerisasi.

Tidak hanya di Indonesia, Yuyun juga mengetes data dari negara lain dengan menggunakan model serupa. Data tersebut memiliki kemiripan dari segi dinamika tren dengan Indonesia. Hal ini dilakukan agar model ini benar-benar presisi dalam meramal angka kasus Covid-19 di Indonesia.

Akurat

Yuyun Hidayat menjelaskan, model autoregresif modifikasi terbukti memiliki presisi dan akurasi yang baik dalam memprediksi angka kasus Covid-19. Tercatat, sudah empat kali data aktual berada dalam kisaran prediksi Yuyun dan tim.

Ketepatan prediksi pertama terlihat pada rentang 31 Mei – 6 Juni. Yuyun memprediksikan angka total kasus berkisar antara 29.053 – 32.585, sedangkan angka aktual yang disampaikan pemerintah adalah 30.514. Begitu pula prediksi kasus aktif berkisar antara 16.601 – 21.916 dan angka aktualnya sebesar 18.806.

Prediksi kedua dilakukan pada 7 Juni – 13 Juni. Prediksi total kasus berada pada 34. 344 – 37.626, sedangkan aktualnya 37.420. Prediksi angka kasus aktif berada pada 18.772 – 23.838, aktualnya 21.553. Sementara prediksi ketiga dilakukan pada 14 Juni – 20 Juni memperoleh angka prediksi total kasus 41.236 – 45.345 (aktual: 45.029) dan angka prediksi kasus aktif 20.640 – 27.201 (aktual: 24.717).

Terakhir, prediksi keempat yang dilakukan pada 21 – 27 Juni kembali akurat. Prediksi total kasus berada pada 50.595 – 56.589 (aktual: 52.812), sedangkan angka prediksi kasus aktif 23.098 – 32.818 (aktual: 28.183).

Setiap 1 – 2 minggu, data terus dilakukan pembaruan. Di hari Sabtu, tim mengevaluasi akurasi dari angka prediksi dengan data aktual yang dikeluarkan pemerintah. Evaluasi ini kemudian menjadi bahan untuk penghitungan prediksi di minggu selanjutnya.

“Kalau prediksinya benar terus ini bermanfaat bagi policy maker,” selorohnya.

Yuyun menerangkan, hasil prediksi untuk minggu ke-16 dan 17 mengenai total kasus dan kasus aktif menunjukkan tren kenaikan secara signifikan. Hal ini menunjukkan penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum bisa diredam.

Karena itu, berdasarkan informasi prediksi yang dihasilkan Yuyun dan tim dalam 2 minggu ke depan (11 Juli) diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah. Prediksi ini bisa menjadi informasi strategis untuk mengevaluasi kebijakan untuk menurunkan angka penularan Covid-19 ataupun evaluasi mengenai kecukupan kapasitas rumah sakit.

“Pemantauan angka prediksi mingguan yang saya buat bersifat penting dalam kerangka menghindari resiko korban jiwa yang sangat tidak diharapkan,” kata Yuyun.

Doktor Statistika dari Malaysia ini mengatakan, ilmu statistika bisa menjadi cermin bagi pemerintah untuk menilai sejauh mana efektivitas kebijakan bisa mampu menurunkan angka kasus Covid-19. Informasi dari para statistikawan diharapkan menjadi navigasi bagi pemerintah dalam menetapkan arah kebijakan.*