Dosen Ilmu Kelautan FPIK Unpad Berhasil Mendapatkan Hibah DDRG-LIPI

[www.unpad.ac.id, 30/4/2018] Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Noir Primadona Purba, M.Si.,berhasil memenangkan salah satu hibah yang digagas oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)-Bank Dunia dengan topik DDRG (Demand-Driven Research Grant)-LIPI yang secara khusus diarahkan untuk menyelesaikan masalah (problem-based).

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Noir Primadona Purba, M.Si.*

Hibah ini berhasil didapat setelah melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang. Pada akhirnya dipilih 13 peneliti yang berasal dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan hibah tersebut.

Noir selaku pimpinan riset menyatakan bahwa penelitian ini sendiri akan berlangsung selama 2 tahun dengan topik sampah laut di Perairan Laut Sawu. Topik ini sejalan dengan tema yang diusung oleh LIPI yakni “Pengendalian Pencemaran Laut dan Pesisir”. Permasalahan pencemaran lingkungan pesisir merupakan hal serius yang terus mendapat perhatian masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa bahan pencemar yang dikategorikan persisten, bioakumulatif, dan beracun. Pencemaran oleh bahan berbahaya dan beracun mengancam keberlanjutan produk perikanan laut yang aman dikonsumsi.

Dampak negatif pencemaran tersebut tidak hanya membahayakan biota dan lingkungan pesisir, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan bahkan menyebabkan kematian. Selain itu, pencemaran juga dapat mengurangi atau merusak nilai estetika lingkungan pesisir serta merugikan secara sosial-ekonomi.

Pentingnya penelitian ini dikarenakan isu sampah laut merupakan isu global. Selain itu, Indonesia sebagai negara yang berada pada jalur sirkulasi dunia berpotensi mendapat kiriman sampah dari negara lain dan juga pengirim sampah ke negara lainnya di samudra Hindia.

Laut Sawu sangat penting karena merupakan salah satu Taman Nasional yang berada di perbatasan Indonesia Australia. Biodiversitas ekosistem dan biota di wilayah ini sangat tinggi. Pada akhirnya penelitian ini akan membangun database sampah laut di Indonesia sehingga nantinya kebijakan/aturan yang ada dapat berbasis riset.

Riset ini juga menekankan pada aspek survei lapangan yang didukung oleh data sekunder, kuisioner, dan FGD. Selanjutnya untuk meningkatkan peran masyarakat maka dilakukan edukasi terkait sampah laut. Kegiatan ini akan berlangsung dalam rentang waktu 2 tahun dimana pada tahun pertama fokus pada pengambilan data lapangan dan pada tahun kedua adalah rekomendasi naskah akademik untuk RAN sampah laut.

Penelitian ini dikerjasamakan dengan banyak pihak seperti Manta Watch International, Diver Clean Action, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BKKPN Kupang, Pusat Riset kelautan, Indonesia Waste Platform, dan Dinas Hidro-Oseanografi. Anggota peneliti utama yang terdiri dari Yudi N. Ihsan, Ibnu Faizal, dan Putri Gita dan dari berbagai sektor diatas.

Rilis:FPIK/ijs