Kuatkan Sektor Usaha Perbibitan, Perguruan Tinggi Diminta Hasilkan Inovasi

[unpad.ac.id, 23/2/2018] Kegiatan usaha di bidang perbenihan dan pembibitan di Indonesia cenderung stagnan dengan nilai usaha sekitar 10,9 Triliun Rupiah. Nilai ini masih kalah jauh jika dibandingkan dengan usaha di bidang kosmetik yang mencapai 15 Triliun Rupiah.

Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Unpad menggelar acara Seminar dan Talkshow “MPPI Goes to Campus Roadshow” di Bale Sawala Gedung Rektorat Jatinangor, Kamis (15/2) lalu.*

“Kekayaan biodiversitas yang dimiliki Indonesia seharusnya sudah cukup memenuhi segala kebutuhan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Dr. Muhammad Dimyati.

Saat menyampaikan pidato kunci dalam acara Seminar dan Talkshow “MPPI Goes to Campus Roadshow” di Bale Sawala Gedung Rektorat Jatinangor, Kamis (15/2) lalu, Dimyati mengatakan, peningkatan usaha di bidang perbenihan dan pembibitan dapat dilakukan jika inovasi dan sinergi koordinasi hulu ke hilir ditingkatkan.

Dilansir dari laman Genera Fakultas Pertanian Unpad, inovasi yang dilakukan harus dimulai dengan menganalisis kebutuhan konsumen di pasar. Ini dilakukan karena tingkat penjualan suatu komoditas sangat bergantung pada perilaku konsumen di pasar.

Dimyati mengutarakan, setelah analisis inovasi dilakukan, barulah sinergi dilakukan. Sinergi terbangun atas kerja sama setiap sektor, mulai perguruan tinggi, pemerintah, dan pihak BUMN maupun swasta.

Perguruan tinggi memiliki andil dalam penguatan inovasi. Namun, kata Dimyati, penguatan inovasi ini juga harus didukung penuh oleh Kementerian Pertanian maupun pihak terkait seperti Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI).

Setelah inovasi ditemukan, inovasi dapat dibumikan ke masyarakat melalui produk-produk usaha. Di sinilai sektor usaha perbenihan maupun perbibitan memiliki peran.

Dimyati juga mendorong peran aktif generasi muda untuk menjadi bagian dalam sinergi penguatan usaha perbibitan dan perbenihan, dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.

Acara ini digelar oleh Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Unpad. Ketua MPPI Herman Khaeron berharap, ada partipasi aktif antar instansi terkait untuk dapat mewujudkan masyarakat perbenihan dan pembibitan yang sinergi.

Seminar ini juga diisi oleh pemaparan dari 4 narasumber, yaitu Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. M. Syakir, M.S., Dirut PT. Pertani (Persero) Dr. Ir. Wahyu, M.M., Dirut PT. East West Seed Indonesia Glenn Pardede, serta Dekan Faperta Unpad Dr. Ir. Sudarjat, M.P.*

Rilis/am