Mahasiswa Pascasarjana FH Unpad Kunjungi Kantor Perwakilan WIPO Asia Pasifik

[unpad.ac.id, 2/5/2019] Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran bidang kajian utama Hukum Kekayaan Intelektual melakukan kunjungan belajar ke kantor World Intellectual Property Organization (WIPO) Regional Asia Pasifik, Singapura, 27-28 Maret lalu. Sebanyak lima mahasiswa dari satu dosen pendamping melakukan kunjungan tersebut.

Suasana kunjungan belajar mahasiswa Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ke kantor World Intellectual Property Organization (WIPO) Regional Asia Pasifik, Singapura, 27 Maret lalu

Lima mahasiswa tersebut terdiri dari 4 mahasiswa program Magister antara lain Bagus Fauzan S.H.,Afrizal Musdah S.H.,Intan Amalia S.H.,Ardian Harefa S.H., dan Widia Prathami S.H., serta satu mahasiswa program Doktor Isti Noviant S.H.,M.H. Adapun dosen pembimbing yang ikut dalam kunjungan tersebut yaitu Miranda Risang Ayu Palar,S.H.,LL.M.,Ph.D.

Kunjungan ini sedikit berbeda dari kunjungan belajar pertama pada tahun 2017 lalu. Karena, selain mahasiswa dan dosen pendamping, kunjungan ini juga mengikutsertakan  beberapa mitra diskusi (counterpart) dari kalangan praktisi hukum.

Mengangkat tema kunjungan “WIPO  role, Royalti management and the new emerging Intellectual Property Rights”, acara dibuka secara resmi oleh Direktur WIPO Singapore Office Denis Croze dan Deputi Direktur WIPO Singapore Office Candra Darusman. Dalam kesempatan tersebut, Candra juga memapakan tajuk pengkajian tentang “’History of World Intellectual Property Organization’dan ‘WIPO roles of Royalti Management”.

Selain Candra, turut hadir WIPO Associate Legal Officer Chiara Accornero yang memaparkan tentang peran WIPO sebagai media alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan dalam bidang hukum kekayaan intelektual.

Kunjungan juga diisi dengan diskusi kelompok terpumpun dengan dimoderatori Miranda Risang Ayu. Pada sesi ini, mahasiswa dihadapkan pada sejumlah topik hangat mengenai problematika royalti yang sedang terjadi di lapangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kajian komprehensif dan intensif ini, para peserta studi diharapkan saling memperkaya diri dengan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman yang lebih detail, luas dan matang.

Adapun empat mitra diskusi yang ikut dalam kunjungan tersebut adalah staf nonkomisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Rina Puspitasari, advokat artis musik Diana Silviani dan Fadhil Achmat, serta paktisi senior Lembaga Manajemen Kolektif Wahana Musik Indonesia Meidi Ferialdi.*

Rilis/am