Mawapres 1 FKG Unpad 2016 Didelegasikan ke Hiroshima University untuk Mengikuti Student Exchange Short Stay Program

[fkg.unpad.ac.id, 21 Februari 20147] Neilah Nurjannah, gadis kelahiran Garut, 11 Oktober 1995 ini merupakan mahasiswa berprestasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran tahun 2016 yang mendapatkan peringkat ke-1. Berkat pencapaian besarnya di tahun 2016 kemarin, Neilah berhasil terpilih sebagai salah satu delegasi mahasiswa untuk mengikuti Student Exchange Short Stay Program ke Hiroshima University, Jepang, beberapa waktu yang lalu. Program pertukaran pelajar ini merupakan kali pertamanya diadakan oleh FKG Unpad karena menjalin kerjasama dengan Hiroshima University, perguruan tinggi yang dikenal sebagai kampus penghasil guru.

Neilah Nurjannah *

Neilah Nurjannah *

Selama berada di Hiroshima University, Neilah mengikuti kegiatan belajar bersama profesor dan mahasiswa dari universitas tersebut. Selain itu, dalam program yang berlangsung di periode musim dingin itu, Neilah dan delegasi lainnya melakukan orientasi kampus serta rumah sakit. Perjalanan berharga tersebut berhasil Neilah dapatkan karena perjuangannya memupuk prestasi selama berkuliah di Unpad.

Neilah dinobatkan sebagai Mawapres 1 FKG Unpad 2016 dengan berbagai prestasinya. Di antaranya adalah Juara 1 lomba esai Forsi Unpad kategori saintek 2016, tiga besar PKM Forsi Unpad kategori KC 2016, tujuh besar lomba PKM Padjadjaran Berprestasi 2015, penerima hibah dana Dikti kategori PKM-KC 2015, sepuluh besar lomba esai nasional UNJ 2014 dan tujuh besar esai terbaik dari FKG tugas pra-PKM Prabu Unpad 2013. Dengan mewakili fakultasnya sebagai mawapres, Neilah pun berhasil masuk kategori sepuluh besar mahasiswa berprestasi tingkat Unpad pada tahun 2016.

“Perjuangannya sebenarnya dimulai saat saya menjadi mahasiswa baru, saya pertama kali mengetahui adanya program mahasiswa berprestasi saat adanya kakak tingkat yang diberi penghargaan mawapres ketika prosesi penerimaan maba, dari sana mimpi saya dimulai,” tutur Neilah saat ditanya mengenai awal perjuangannya menjadi mawapres. Berdasarkan pengakuannya juga, saat tingkat dua ia banyak bertanya kepada kakak tingkat mengenai proses penyeleksian mawapres. Sehingga saat tingkat tiga, ia memberanikan diri untuk mendaftar dengan membuat karya tulis bertemakan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Menurut mahasiswi jebolan SNMPTN ini, beberapa kunci agar sukses menjadi mawapres adalah dengan berani keluar dari zona nyaman, mencoba tantangan baru, percaya diri dengan kemampuan sendiri, berdoa dan meminta restu dari kedua orangtua. Di samping itu, kiat-kait yang disebutkan Neilah untuk menjadi mawapres adalah dengan mempertahankan IPK di atas 3.00, rajin berlatih membuat karya tulis, mengikuti organisasi, rajin mengikuti lomba dan tentunya berlatih berbahasa Inggris. Karena pada proses penyeleksian mawapres, mahasiswa akan diminta mempresentasikan karya tulis menggunakan bahasa Inggris.

Saat ini, Neilah sendiri menjabat sebagai ketua Dentistry Research Group FKG Unpad, sebuah perkumpulan mahasiswa yang bergerak di bidang penelitian. Ia memiliki target untuk mempresentasikan karya tulisnya di kancah internasional. Beberapa organisasi lain yang pernah ditekuni Neilah selain Dentistry Research Group yaitu Fosikagi FKG Unpad, PSMKGI, DSV FKG Unpad serta Pamasagi Unpad. Menurutnya, menjadi ketua dalam suatu organisasi dapat mempermudah proses penyeleksian mawapres. Neilah berharap mawapres generasi selanjutnya bisa lebih baik dan lebih berprestasi lagi dari pada dirinya.*