Saatnya Mahasiswa Unpad Dukung Hak-hak Penyandang Disabilitas

[unpad.ac.id, 28/11/2017] Penyandang disabilitas seyogyanya berhak memiliki akses setara dalam berbagai hal, termasuk kesempatan menempuh studi di pendidikan tinggi. Nyatanya, akses penyandang disabilitas di perguruan tinggi masih terbatas, sehingga kesempatan untuk menjadi mahasiswa masih terhambat.

Suasana acara “Disabilitas Goes to Campus” yang digelar di ruang seminar kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad, Jatinangor, Jumat (24/11).*

Mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas, program studi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan Komunitas Disabilitas Bergerak menggelar kegiatan “Disabilitas Goes to Campus” di ruang seminar kampus FISIP Unpad, Jatinangor, Jumat (24/11).

Mengusung tema “Unpad Menuju Universitas yang Inklusif”, acara ini bertujuan mengajak mahasiswa Unpad untuk mendukung hak-hak penyandang disabilitas. Sosialisasi yang digelar di lingkungan kampus, pemerintahan, dan komunitas pada akhirnya akan meningkatkan pemahaman tentang disabilitas kepada masyarakat.

Pemahaman tentang pendidikan inklusif dibutuhkan oleh masyarakat. Pendidikan ini menekankan pada perubahan pola pikir. Jika pola pikir tentang disabilitas sudah berubah, maka kebutuhan sarana dan prasarana akan mengikuti sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.

Acara ini diisi dengan pemaparan dari Irfan selaku aktivis komunitas Disabilitas Bergerak dan Kustini selaku perwakilan HWDI. Para aktivis penyandang disabilitas sepakat menilai, Unpad merupakan perguruan tinggi yang sudah ramah disabilitas.

Berdasarkan pengamatan para aktivis, beberapa lokasi gedung di Unpad sudah berupaya untuk ramah disabilitas. Namun, jika fasilitas ini tidak melibatkan pihak penyandang disabilitas, maka tidak akan memberi manfaat bagi mereka.

Mengacu pada Undang-undang Penyandang Kecacatan Tahun 2007 dan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, penyandang disabilitas harus mendapat jaminan untuk memperoleh pendidikan layaknya kelompok nondisabilitas. Untuk itu, dalam rangka mengejar world class university, ketersediaan akses bagi penyandang disabilitas yang komprehensif perlu dipertimbangkan oleh Unpad.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan simulasi. Usai simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi kelompok sesuai dengan jenis disabilitas.*

Irf/FISIP/am