Teliti Kuda Lokal Timor, Sivitas Akademika Fakultas Peternakan Lakukan Ekspedisi Timor

[unpad.ac.id, 7/3/2018] Tim Ekspedisi Timor Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran melakukan penelitian di Fulan Felan, Desa Dirun, Kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur, 20 Februari sampai 1 Maret lalu. Penelitian ini dilakukan dalam rangka pengembangan kuda lokal asal Timor dan kuda yang digunakan untuk menjaga wilayah perbatasan.

Tim Ekspedisi Timor Fakultas Peternakan Unpad sedang meneliti kuda lokal timor di Fulan Fehan, Desa Dirun, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Ekspedisi Timor dilakukan sivitas akademika Fapet Unpad dalam rangka pengembangan kuda lokal asal Timor agar tetap lestari di tengah modernitas.*

Tim ekspedisi tersebut terdiri dari empat guru besar, empat dosen, dan enam mahasiswa. Secara geografis, Fulan Fehan atau bermakna “Kampung Bulan” berada di lembah kaki Gunung Lakaan. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Belu.

Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi ukuran tubuh kuda lokal timor serta aspek sosial dari kegunaan kuda lokal tersebut. Jika dilihat karakteristiknya, kuda timor memiliki tinggi badan tidak lebih dari 122 cm. Ini membedakan dengan kuda lokal lainnya yang ada di Indonesia.

Kuda timor pada umumnya digunakan masyarakat sebagai kuda pengangkut bertonase mencapai 160 kilogram. Kuda yang berada di area padang rumput Fulan Fehan hampir seluruhnya milik warga setempat. Namun, kuda ini tidak dikandangkan dan dibiarkan berkeliaran bebas di padang rumput.

Dari hasil penelitian ini, tim menemukan masalah penurunan populasi kuda timor. Ini disebabkan adanya adanya modernisasi alat angkut. Jika semula kuda timor menjadi andalan untuk mengangkut, kini fungsinya digantikan oleh kendaraan bermotor. Modernisasi ini menjadikan banyak kuda timor yang dijual pemiliknya.

Ancaman penurunan populasi tersebut menyebabkan tingkat mortalitas kuda timor meninggi. Ini disebabkan menurunnya manajemen pemeliharaan kuda. Padahal, jika dipertahankan, kuda timor memiliki potensi sebagai daya tarik agrowisata di Fulan Fehan.

Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melestarikan populasi kuda lokal timor. Penelitian juga diharapkan dapat mempertahankan budaya masyarakat terkait fungsi kuda timor.

Tim ekspedisi tersebut terdiri dari Prof. Dr. Ir. Sri Bandiati Komar Prajoga, Prof. Dr. Ir. H. Dedi Rahmat, M.S., Dr. Ir. Siti Wahyuni., Dr. Ir. Denie Heriyadi, S.U., Toha, Dina Amalia, M.Pt., Muhammad Yunizar Hadiansyah, S.Pt., Handi Subhandiawan, S.Pt., Veronica Yuneriati Beyleto, M.Sc., M. Ihsan Mursyid, Eka Putra Pratama, Dea Ayu Fauziyah, Luthfi Khaerul Azhari, Darin Nisrina, dan Fauzan Erlangga Rizqullah Garsadi.*

Fapet Unpad/am