Lustrum XI Fakultas Kedokteran Unpad, Bagi Masyarakat untuk Dunia yang Lebih Sehat

[Unpad.ac.id, 21/09/2012] Di usia yang telah menginjak angka 55 tahun, Fakultas Kedokteran (FK) Unpad terus bertekad untuk dapat mengembangkan tridharma perguruan tinggi yang diemban ke arah yang lebih baik. Tekad itu juga sejalan dengan tujuan hadirnya institusi ini guna berkontribusi besar bagi dunia kesehatan.

Dekan FK Unpad, Prof.Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., ketika memberikan pidato berkenaan dengan perayaan Lustrum XI, Dies Natalis ke-55 FK Unpad, Jumat (21/09). (Foto: Indra Nugraha)

“Kewajiban untuk mengarahkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada usaha-usaha untuk mengatasi prioritas masalah kesehatan masyarakat baik di daerah atau di negara ini bahkan di regional kita dan seluruh dunia itu menjadi amanat untuk dilayani,” ujar Dekan FK Unpad, Prof.Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.,  ketika memberikan pidato berkenaan dengan perayaan Lustrum XI, Dies Natalis ke-55 FK Unpad di Auditorium Lt. 2 Gedung RS Pendidikan Unpad-RSHS, Jl. Prof Eijkman No. 38 Bandung, Jumat (21/09).

Sejak berdiri di tahun 1957, salah satu fakultas tertua di Unpad ini terus tumbuh dan berkembang mengusung komitmen untuk melahirkan tenaga-tenaga profesional yang memiliki peran kunci dalam pembangunan. FK Unpad sendiri terus bersemangat dalam mengusung sebuah misi yang dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Nilai-nilai kemanusiaan tersebut senantiasa dijadikan penunjuk arah dalam road map pengembangan dan penguatan institusi pendidikan ini.

Nilai-nilai kemanusiaan tersebut terus dipelihara hingga kini guna menjauhkan FK Unpad dari sifat egosentris yang memutuskan pencapaian dan tolak ukur keberhasilan institusi hanya dalam bidang akademik dan riset semata. ”Sinergi antara pencapaian intelektual dan pengabdian kepada masyarakat dalam kebersamaan merupakan fitrah yang melekat erat pada FK Unpad,” tutur Prof. Tri Hanggono.

Perayaan Lustrum XI FK Unpad di tahun ini sendiri mengambil tema “Science For Society From West Java To The World For Global Health”. Didasari atas kearifan dan berpijak pada pondasi yang telah dibangun para founding father, satu persatu warisan karya institusi ini mampu hadir dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Baca juga: Unpad Gelar Sosialisasi Pajak Bagi Aktivitas Penelitan

Berbagai macam pencapaian telah berhasil diraih oleh FK Unpad di usianya sekarang. Diantaranya menjadi pionir dalam penerapan era baru pendidikan kedokteran melalui terselenggaranya operasionalisasi kurikulum berbasis kompetensi yang berinteraksi dengan masyarakat, serta peningkatan mutu postgraduate program dengan menerapkan integrasi anatra proses pendidikan dengan riset.

FK Unpad juga telah berperan aktif dalam pembuatan kebijakan pendidikan kedokteran di Indonesia. Selain itu, ia juga menjadi pemain kunci dalam proses pengembangan uji kompetensi dokter Indonesia. Hal penting lainnya yang menjadikan institusi ini terus maju kea rah yang lebih baik  adalah dengan bertambahnya program studi yang terakreditasi dan meningkatnya nilai akreditasi dari program studi.

“Hal tersebut menunjukan kapasitas keunggulan dari institusi ini dalam bidang pendidikan yang menjadi pijakan untuk menangkap peluang di era globalisasi,” tambah Prof. Tri Hanggono.

Selain menyampaikan berbagai macam pencapaian positif, Prof. Tri Hanggono juga mengakui bahwa kedepan terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi oleh FK Unpad. Era globalisasi telah memberikan berbagai macam tantangan yang semakin kompleks. Untuk dapat berperan aktif dalam antisipasi perubahan dunia kesehatan tersebut, dibutuhkan kesadaran akan pentingnya penguasaan ilmu, membangun jejaring data dan kerjasama yang sinergis, serta integrasi di berbagai bidang ilmu dan profesi dengan landasan etika dan prilaku yang kuat serta karakter pengabdian yang unggul.

Perayaan Dies Natalis ke-55 FK Unpad diisi juga oleh Kuliah Kehormatan 70 tahun salah satu guru besar mereka, Prof. Dr. Ponpon S. Idjradinata, dr., SpAK., yang menyampaikan kuliah dengan judul “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak melalui Upaya Pencegahan Defisiensi Besi pada Anak”. Secara garis besar kuliah kehormatan tersebut mengangkat tentang pentingnya mikronutrien besi guna peningkatan kualitas anak Indonesia di masa depan.

Baca juga: Rektor Unpad, “Lokalisasi Pengelolaan Zakat Lebih Efektif di Dalam Mendistribusikan Zakat”

Penghargaan juga diberikan pada beberapa orang staf pengajar FK Unpad yang telah melakukan penelitian dan menuliskannya ke dalam jurnal ilmiah. Sementara itu, Anugerah FK Unpad pada tahun ini diberikan kepada Andre Meheus, Emeritus Professor, MD., PhD., DPH. dari University of Antwerp, Belgium atas kontribusinya terhadap perkembangan FK Unpad hingga bisa seperti sekarang.

Pada kesempatan tersebut, FK Unpad juga mempersembahkan karya dan bakti mereka pada masyarakat berupa beberapa buah buku yang berkaitan dengan dunia kedokteran. Selain itu, di bidang teknologi FK Unpad telah meluncurkan Sistem Informasi Kesehatan (Sistem Informasi Seurveilans Data Gizi Masyarakat), serta beberapa jurnal ilmiah yang telah terangkum dalam website jurnal di situs resmi FK Unpad.

Di tempat dan hari yang sama FK Unpad juga meresmikan pameran FK Unpad di Lantai 3 Gedung RS Pendidikan Unpad-RSHS, serta meresmikan Masjid Asy-Syifa 3 di Lantai 1 gedung yang sama. Acara juga diisi dengan peninjauan Laboratorium Farmakokinetik, laboratorium FK Unpad yang pada Lustrum ini meraih sertifikat ISO 9001:2008 atas penerapan sistem manajemen mutu yang baik.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar*

Share this: