Fishtipal Bertabur Produk Inovasi Berbahan Dasar Hasil Perikanan

[Unpad.ac.id, 5/12/2013] Lebih dari 40 inovasi produk pangan baru olahan hasil perikanan hadir di “Fishtipal”, yang digelar di Gerbang Lama kampus Unpad Jatinangor, Rabu (4/12) kemarin.  “Fishtipal” merupakan acara launching  produk berbahan dasar perikanan yang digelar oleh mahasiswa semester 7 program studi Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad.

Suasana Fishtipal di Gerbang Lama kampus Unpad Jatinangor, Rabu (4/12) yang menghadirkan produk inovasi berbahan dasar hasil perikanan (Foto oleh: Arief Maulana)*
Suasana Fishtipal di Gerbang Lama kampus Unpad Jatinangor, Rabu (4/12) yang menghadirkan produk inovasi berbahan dasar hasil perikanan (Foto oleh: Arief Maulana)*

Acara ini merupakan acara tahunan sebagai tugas utama Mata Kuliah Praktikum Pengembangan Produk Baru, dengan bahan dasar yang selalu berbeda setiap tahunnya.  Tahun ini, tema launching produk yang diangkat yaitu “Pengembangan Produk Pangan Berbasis Hasil Perikanan”.

“Ikan merupakan sumber protein dan memiliki potensi juga untuk dikembangkan sebagai produk pangan,” ungkap Dosen Koordinator Mata Kuliah Praktikum Pengembangan Produk Baru dari FTIP Unpad, Herlina Marta, STP., M.Si. saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Persiapan sebelum launching produk ini  dilakukan selama 6 bulan. Dimulai dari survey ke pasaran untuk melihat produk-produk yang sudah ada, kemudian membuat konsep produk, hingga uji di laboratorium. Launching dapat dilakukan setelah produk mereka dinilai layak untuk dipasarkan. Selain produk baru, juga dihadirkan berbagai produk yang memang sudah ada di pasaran, namun telah dimodifikasi sehingga bertambah nilai.

Selain menerapkan ilmu teknik pengolahan pangannya, Herlina mengharapkan dengan digelarnya kegiatan ini para mahasiswa juga dapat ditumbuhkan jiwa kewirausahaannya. “Jadi nanti setelah lulus mampu membuat usaha sendiri,” harapnya.

Beberapa produk yang disajikan diantaranya adalah Cendo Likan (Dawet Ikan), Takolikan (Tahu Kol Ikan), Fish Doughnut Ring (Donat Ikan), kornet patin, Sadelle (Sate Perkedel Lele), pudding ikan, soes kering ikan, Milele (Mie Lele), kerupuk cumi, spaghetti ikan cumi, dan masih banyak lagi yang ditampilkan dalam 19 stan.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM, 4 Dosen dan 1 Tenaga Kependidikan Unpad Lakukan Internship di Monash University

Salah satu stan misalnya, menampilkan sejumlah makanan hasil olahan ikan lele. Yang menarik, beberapa produk yang dihasilkan adalah makanan dengan rasa yang manis, seperti pudding dan bakpau. “Lele ini kaya protein, tetapi banyak yang enggak suka karena rasanya amis. Jadi kita bikin manis. Dengan ini, kita mengangkat lele untuk dijadikan produk sehingga memberi nilai tambah dan meningkatkan nilai jual,” tutur salah satu mahasiswa FTIP Unpad, Muzhoffar Busyro.

Setelah acara launching produk ini, Busyro mengaku tertarik untuk melanjutkan usaha dan memasarkan produk-produk tersebut secara lebih luas. Selama ini, ia mengaku mendapatkan tanggapan positif terhadap produk-produk yang ia buat. Temannya yang tidak suka lele misalnya, mengaku pudding buatan Busyro sangat enak dan tidak berbau amis.

Senada dengan Busyro, Ashiani yang juga menampilkan berbagai produk hasil olahan ikan lele di stannya ini mengungkapkan bahwa ikan lele dapat dijadikan berbagai kreasi olahan pangan. “Banyak yang gengsi juga makan lele, padahal lele punya protein yang sangat tinggi.  Lele juga punya tekstur yang halus. Kalau dijadikan adonan cepat kalis,” tutur salah satu mahasiswi yang berkreasi menciptakan Letik (Lele on Stick), Mumule (Muffin-muffin Lele), dan Milele ini.

Sementara peserta lain, yang menyajikan fish burger, tomyam, dan rolade dari ikan nila di stannya mengungkapkan bahwa ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang harganya murah namun memiliki gizi tinggi. Saat ini, pengelolaan ikan nila di pasaran masih kurang sehingga kelompok ini berusaha meningkatkan nilai jual dengan melakukan inovasi produk. *

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *

Share this: