Selain Sebagai Pemilih, Mahasiswa Diajak Aktif Awasi Pelaksanaan Pemilu

[Unpad.ac.id, 5/12/2013] Indonesia akan kembali menghadapi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif pada tahun 2014 mendatang. Agar sesuai dengan azas “jujur dan adil”, maka sosialisasi Pemilu pun harus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok pemilih pemula yang telah mendapatkan hak pilihnya.

Seminar Nasional Menuju Gerakan Satu Juta Relawan, Kamis (05/12) di Hall Basketball Bale Santika Unpad Kampus Jatinangor. (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Seminar Nasional Menuju Gerakan Satu Juta Relawan, Kamis (05/12) di Hall Basketball Bale Santika Unpad Kampus Jatinangor. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Mahasiswa sebagai pemilih pemula di Indonesia jumlahnya hampir sekitar 30–40%. Peran pemilih pemula sangat dominan karena ikut serta berkontribusi dan berpartisipasi melaksanakan pemilu yang jurdil,” ucap Nasrullah, S.H., pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI saat Seminar Nasional Menuju Gerakan Satu Juta Relawan, Kamis (05/12) di Hall Basketball Bale Santika Unpad Kampus Jatinangor.

Seminar nasional yang bertema “Peran Partisipasi Pengawas Pemilu bagi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2014 Bersih, Berkualitas, dan Bermartabat” ini digelar oleh Bawaslu RI bekerja sama dengan Unpad. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu Unpad, Prof. Dr. Sam’un Jaja Raharja, drs., M.Si.

Di hadapan para mahasiswa, Nasrullah menerangkan bahwa bentuk partisipasi mahasiswa selain menyuarakan hak pilihnya adalah ikut mengawasi jalannya pemilu agar sesuai asas yang ada. Sebab, pemerintah melalui Bawaslu memiliki keinginan untuk melaksanakan pemilu yang jujur, transparan, dan adil.

“Bawaslu punya tugas melakukan pengawasan terhadap seluruh rangkaian pemilu, apakah pemilu sekarang sudah terlepas dari pragmatis transaksional atau tidak,” ungkap Nasrullah.

Oleh karena itu, Nasrullah pun mengajak para mahasiswa Unpad untuk ikut serta dalam Program 1 Juta Relawan Pemilu 2014 yang dicetuskan oleh Bawaslu. Program ini bertujuan untuk mengajak pemilih pemula untuk berpartisipasi aktif, baik sebagai pemilih maupun sebagai pengawas, dalam pemilu 2014 mendatang.

Hal tersebut juga didukung penuh oleh Angota Komisi II DPR RI, Nu’man Abdul Hakim. Menurutnya, pemilihan umum di Indonesia itu cenderung unik, karena berada di tangan rakyat dan ada kecenderungan terjadi penyimpangan apabila tidak diawasi dengan baik. “Sekarang KPU dan Bawaslu sudah kuat, apalagi ditambah partisipasi aktif oleh para mahasiswa sebagai pemilih pemula,” ujarnya.

Baca juga: Unpad Akan Kembali Lakukan Uji Klinis Fase III untuk Vaksin Rekombinan Covid-19 Anhui

Sebagai generasi pemimpin di masa depan, Nu’man pun mengingatkan para mahasiswa untuk aktif dan selektif memilih calon pemimpin Indonesia.

“Tahun 2014 adalah momentum yang harus kita pegang betul, kalau kita memilih pemimpin yang jelek, dalam 5 tahun ke depan negara kita juga akan jelek. Inilah yang harus dimulai dari kaum mahasiswa dan terus didorong di kampus lainnya,” papar Nu’man yang juga alumni Unpad.

Selain Nasrullah dan Nu’man, hadir juga dua pembicara lainnya, yaitu Irman Putra Sidin, pakar Tata Negara, dan Dr. Asep Sumaryana, M.Si., dosen FISIP Unpad.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

Share this: