Universitas Padjadjaran Raih Peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

[Unpad.ac.id, 6/02/2014] Proses akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) Unpad yang berlangsung hingga akhir tahun 2013 lalu berbuah manis. Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) No. 013/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2014 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, yang ditetapkan pada 16 Januari 2014, Unpad mendapat peringkat A (sangat baik). Akreditasi ini berlaku selama 5 tahun sejak tanggal ditetapkan.

rektoratMenurut Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia, predikat A tersebut sangat membanggakan bagi civitas Unpad dan menunjukkan pengakuan publik kepada Unpad. “Ini menggambarkan kualitas dan sosok Unpad yang diakui oleh lembaga resmi dan menjadi daya tarik Unpad di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/2) ini.

Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai predikat A tersebut, setidaknya Unpad harus memenuhi tujuh standar yang telah ditetapkan oleh BAN PT. Standar pertama adalah terkait visi, misi, tujuan dan strategi pencapaian. Terkait hal tersebut Rektor menjelaskan bahwa selama ini Unpad mengharapkan seluruh capaian Unpad tersebut dapat terukur. “Di Unpad setiap item itu harus terukur, ada target yang jelas, ada Indikator Kinerja Kunci (IKK),” tuturnya.

Standar kedua adalah tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu. Rektor menyampaikan bahwa pengelolaan Unpad saat ini hampir semuanya berbasis Teknologi Informasi, termasuk pengelolaan keuangan. “Sistem ini lebih efektif, efisien. Dari segi kepemimpinan, dapat memudahkan mengambil keputusan karena berbasis data,” lanjutnya.

Hal lain yang menjadi penilaian adalah mahasiswa. Yang dinilai antara lain dari sisi keketatan termasuk lulusannya. Terkait lulusan, Rektor menjelaskan bahwa Unpad menjalankan sistem tracer study, yaitu menghitung dan mengecek berapa lama lulusan Unpad mendapat pekerjaan pertamanya. Hal ini akan memperhitungkan kapasitas dan kualitas lulusan Unpad. “Saat ini rata-rata lulusan Unpad mendapat pekerjaan 4 bulan setelah lulus. Idealnya paling lama 3 bulan. Tapi ada juga yang belum lulus sudah diterima kerja,” ujar Rektor.

Standar berikutnya adalah sumber daya manusia (SDM). Hal yang menjadi fokus dalam bidang SDM ini antara lain adalah rasio dosen dan mahasiswa. Rektor menjelaskan bahwa setiap fakultas harus meningkatkan jumlah dosen yang berpendidikan S-3. Untuk itu, setiap fakultas menargetkan berapa banyak dosen yang akan mengambil S-3 dan berapa banyak yang akan lulus dalam setiap tahun. Selain itu, untuk meningkatkan jumlah profesor, Unpad juga telah mendorong  dari sisi administrasi termasuk memberi insentif kepada para dosen untuk menulis di jurnal internasional.

BAN PT juga menyoroti bidang kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik di perguruan tinggi. Hal tersebut dievaluasi secara terus menerus dan dikembangkan lebih luas lagi. Rektor mencontohkan pada penyelenggaraan seminar internasional, pihak universitas juga membantu sisi pendanaannya. Dari sisi kurikulum, Unpad juga saat ini sedang gencar-gencarnya mengembangkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) termasuk mengusahakan rasio dosen dan mahasiswa yang ideal.

Standar selanjutnya adalah terkait pembiayaan, sarana prasarana dan sistem informasi. Dalam bidang pembiayaan, Rektor mengatakan bahwa Unpad telah mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian dalam hal pelaporan keuangan selama dua tahun berturut-turut. Dalam hal sarana prasarana, saat ini Unpad terus mengembangkan berbagai hal, antara lain pengadaan alat praktikum untuk pengembangan laboratorium baru.

“Di bidang TI, Unpad tidak hanya mengembangkan software tapi juga hardware. Unpad sudah membangun jaringan serat optik dan hotspot serta meningkatkan bandwith internet,” ujar Rektor.

Standar terakhir adalah penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerja sama. Dari sisi penelitian, semakin banyak dosen Unpad yang mendapat hibah penelitian. Penelitian Unpad juga banyak diarahkan dalam berbagai roadmap penelitian dalam bidang-bidang tertentu. Penelitian di Unpad harus menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga semakin ditingkatkan. Dalam bidang kerja sama, Unpad banyak meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Hasil dari kerja sama tersebut antara lain adalah meningkatnya dana penelitian Unpad. Saat ini, Unpad telah mengucurkan dana penelitian sebesar lebih dari Rp12 Miliar.

“Akreditasi ini bukan tujuan, kita bekerja , dinilai orang, baru diakreditasi. Bekerja yang bagus, orang juga akan menilai,” pungkasnya.

Menanggapi hasil akreditasi tersebut, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS., mengatakan bahwa nilai akreditasi A ini diharapkan menjadi pemicu bagi program studi terutama yang belum terakreditasi A untuk meningkatkan akreditasinya.  Saat ini, baru sekira 50% program studi di Unpad yang meraih akreditasi A.

Dari sisi penilaian tersebut, ia menyampaikan bahwa Unpad banyak melakukan perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan di berbagai bidang. Misalnya dalam hal tata kelola, efisiensi struktur dan fungsi yang dipertajam berbanding dengan aset yang dimiliki. Pengembangan dari sisi SDM, dalam hal pembinaan juga semakin ditingkatkan. “Kita sudah on the right track. Tinggal tingkatkan basis data dan penjaminan mutu internal kita,” imbuhnya. *

Laporan oleh: Marlia / eh *