[Unpad.ac.id, 7/05/2014] Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budi Daya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar Forum Inovasi Teknologi Akuakultur ke-VI tahun 2014. Kegiatan yang digelar pada Selasa (6/05) hingga Kamis (8/05) di Hotel Golden Flower, Bandung, ini merangkul seluruh stakeholder di bidang perikanan, dimana Unpad melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) turut menjadi bagiannya.

Peserta FITA 2014 sedang melihat stan pameran inovasi teknologi akuakultur, Rabu (7/05). Foto (Arief Maulana)*
Peserta FITA 2014 sedang melihat stan pameran inovasi teknologi akuakultur, Rabu (7/05). Foto (Arief Maulana)*

“Ini adalah suatu pertemuan para peneliti, perekayasa, pengguna inovasi teknologi akuakultur,” jelas Kapuslitbang Perikanan Budidaya KKP RI, Dr. Ir. Tri Heru Prihadi, M.Sc., saat diwawancara di sela-sela kegiatan, Rabu (07/05). Kegiatan kali ini mengangkat tema “Inovasi Teknologi Akuakultur dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Daya Saing”.

Menurut Dr. Tri, inovasi teknologi di bidang akuakultur selalu meningkat. Potensi perikanan yang melimpah di Indonesia belum dimaksimalkan dengan baik. Peluang ini memunculkan kesadaran bahwa pembangunan sektor perikanan merupakan ujung tombak dari pembangunan nasional. Hal inilah yang menjadi alasan para pegiat akuakultur begitu antusias terhadap inovasi teknologi di bidang tersebut.

Lebih lanjut Dr. Tri menuturkan, antusiasme itu terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti FITA 2014, yakni sebanyak 430 orang. Peserta tersebut berasal dari seluruh wilayah di Indonesia dari berbagai bidang, yaitu institusi pemerintah, swasta, akademisi, para pengguna, serta para pembudidaya. Adapun dari FPIK Unpad sendiri mengikutsertakan beberapa dosen untuk mempresentasikan hasil penelitiannya, salah satunya Dr. Rita Rostika.

“Dengan berkumpulnya peserta dari berbagai institusi, kegiatan ini menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan, sharing ide, ajang diskusi dalam bentuk seminar,” ujarnya.

Adapun presentasi teknologi akuakultur kali ini bukan hanya diikuti oleh stakeholder dari Indonesia, namun juga beberapa negara lain, seperti Thailand, Australia, dan Jepang sebagai narasumber dari semina. Bahkan, kegiatan ini juga dihadiri oleh John Cooksey, presiden dari World Aquaculture Society.

Baca juga: Pegawai Honorer dan Kontrak Ikuti Seleksi Calon Pegawai Unpad Non PNS

Selain seminar dan diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan pameran produk hasil inovasi teknologi akuakultur.

Dr. Tri sendiri berharap, forum ini menjadi ajang untuk lebih meningkatkan pengetahuan di bidang akuakultur. “Kita berharap ke depan, FITA bisa lebih menginternasional, bukan hanya diikuti oleh peserta dari nasional saja,” ujarnya.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *       

Share this: