Berkurban Bukan Karena Mampu, Tapi Karena Kita Iman kepada Allah

[Unpad.ac.id, 26/09/2014] Berkurban atau menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada Hari Raya Idul Adha sangat dianjurkan bagi seorang Muslim. Namun, tidak semua umat Muslim bisa berkurban karena ada anggapan bahwa hanya orang mampu yang bisa melakukan kurban.

Logo Unpad *

Logo Unpad *

“Selalu ada anggapan kalau ‘kaya maka saya berkurban’. Seharusnya ‘saya berkurban maka saya kaya’,” ujar Ustadz Solikhin Abu Izzudin saat memberikan ceramah bertema “Pendekatan Diri kepada Allah dengan Berkurban”, Jumat (26/06) di Bale Aweuhan Masjid Raya Unpad Jatinangor. Ceramah ini digelar sebagai bagian dari kegiatan Tabligh Akbar “Semarak Berkurban Bersama BKMR Padjadjaran” oleh Badan Kemakmuran Masjid Raya (BKMR) Padjadjaran.

Menurut Ustadz Solikhin, berkurban salah satunya merupakan jalan menuju surga. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak melakukan kurban. Allah akan menjamin umatNya ketika berkurban selagi tidak punya apa-apa.

“Melakukan kurban bukan karena kita mampu/kaya. Tanamkan dalam hati bahwa berkurban itu karena iman kita kepada Allah,” ujarnya di hadapan civitas akademika Unpad.

Pada saat seorang Muslim tidak memiliki apa-apa namun melakukan kurban, maka Allah akan membalasnya dengan karunia yang lebih besar. Hal inilah yang menjadi esensi berkurban, yakni sebuah spirit persiapan bekal untuk menghadap Allah swt.

Persiapan bekal yang terbaik adalah takwa. Dalam Al Quran Surah Ath-Thalaq ayat 2 – 3 disebutkan, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,”. Ayat inilah yang ditegaskan Ustadz Solikhin untuk berkuban atas nama Allah.

Selain itu, berkurban merupakan konsekuensi sebuah perjuangan di jalanNya. Ketika seorang Muslim telah berikrar untuk berjuang di Jalan Allah, maka ia harus rela mengorbankan apa pun demi kemajuan Islam.

“Berkurban adalah salah satu cara menolong agamamu, maka Allah akan menolong kamu,” tegasnya.

Tabligh Akbar ini digelar menjelang Hari Raya Idul Adha 1435 pada 5 Oktober mendatang. Selain Ustadz Solkhin, acara ini juga diisi ceramah oleh Ustadz Nanang Qosim dengan tema “Meraih Surga dengan Berkurban” dan Ustadz Salman dengan tema “Menjadi Pribadi yang Terdepan dalam Berkurban”.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh